Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Al Ahqaaf (Bukit-bukit pasir) – surah 46 ayat 19 [QS. 46:19]

وَ لِکُلٍّ دَرَجٰتٌ مِّمَّا عَمِلُوۡا ۚ وَ لِیُوَفِّیَہُمۡ اَعۡمَالَہُمۡ وَ ہُمۡ لَا یُظۡلَمُوۡنَ
Walikullin darajaatun mimmaa ‘amiluu waliyuwaffiyahum a’maalahum wahum laa yuzhlamuun(a);
Dan setiap orang memperoleh tingkatan sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan dan agar Allah mencukupkan balasan amal perbuatan mereka dan mereka tidak dirugikan.
―QS. Al Ahqaaf [46]: 19

And for all there are degrees (of reward and punishment) for what they have done, and (it is) so that He may fully compensate them for their deeds, and they will not be wronged.
― Chapter 46. Surah Al Ahqaaf [verse 19]

وَلِكُلٍّ dan bagi tiap-tiap

And for all
دَرَجَٰتٌ derajat

(are) degrees
مِّمَّا dari apa

for what
عَمِلُوا۟ mereka kerjakan

they did,
وَلِيُوَفِّيَهُمْ dan karena Allah akan mencukupi mereka

and that He may fully compensate them
أَعْمَٰلَهُمْ amal pekerjaan mereka

(for) their deeds,
وَهُمْ dan mereka

and they
لَا tidak

will not be wronged. *[meaning includes next or prev. word]
يُظْلَمُونَ mereka dirugikan/aniaya

will not be wronged. *[meaning includes next or prev. word]

Tafsir

Alquran

Surah Al Ahqaaf
46:19

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 19. Oleh Kementrian Agama RI


Allah menerangkan bahwa manusia dan jin mempunyai martabat tertentu di sisi-Nya pada hari Kiamat, sesuai dengan perbuatan dan amal yang telah mereka kerjakan semasa hidup di dunia.
Golongan yang beriman dan beramal saleh terbagi dalam beberapa martabat yang berbeda-beda tingginya, sedangkan golongan yang kafir kepada Allah juga terbagi dalam beberapa martabat yang berbeda-beda rendahnya.

Perbedaan tinggi atau rendahnya martabat disebabkan karena adanya perbedaan iman dan amal seseorang, di samping ada pula perbedaan kekafiran dan kedurhakaan.
Dengan perkataan lain, Allah menentukan martabat yang berbeda itu karena perbedaan amal manusia dan jin itu sendiri.

Ada di antara mereka yang teguh iman dan banyak amalnya, sedangkan yang lain lemah dan sedikit.
Demikian pula tentang kekafiran, ada orang yang sangat kafir kepada Allah dan ada yang kurang kekafiran dan keingkarannya.

Orang yang paling mulia di sisi Allah adalah orang yang paling takwa kepada-Nya.


Allah menyediakan martabatmartabat yang berbeda untuk membuktikan keadilan-Nya kepada makhluk-Nya, dan agar dapat memberi balasan yang sempurna kepada setiap jin dan manusia itu.

Perbuatan takwa diberi balasan sesuai dengan tingkat ketakwaannya, dan perbuatan kafir dibalas pula sesuai dengan tingkat kekafirannya.

Tafsir QS. Al Ahqaaf (46) : 19. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Masing-masing orang, Muslim dan kafir, akan mendapat kedudukan yang sesuai dengan apa yang ia lakukan.
Itu semua agar Allah menunjukkan keadilan-Nya kepada mereka dan memenuhi balasan amal perbuatan mereka, tanpa dicurangi sedikit pun, karena mereka berhak menerima balasan yang telah ditentukan untuknya.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Bagi setiap kelompok pelaku kebaikan dan kejahatan mempunyai tempat di sisi Allah kelak pada hari Kiamat dengan amal mereka di dunia.
Semuanya sesuai dengan martabatnya masing-masing dan agar Allah mencukupkan balasan amalan mereka dan mereka tidak akan dizalimi dengan menambahkan kejelekan mereka dan tidak pula mengurangi kebaikan mereka.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan bagi masing-masing mereka) bagi masing-masing dari orang mukmin dan orang kafir


(derajat), derajat orang-orang yang beriman memperoleh kedudukan yang tinggi di dalam surga, sedangkan derajat orang-orang kafir memperoleh kedudukan di dasar neraka


(menurut apa yang telah mereka kerjakan) berdasar pada amal ketaatan bagi orang-orang mukmin dan kemaksiatan bagi orang-orang kafir


(dan agar Dia mencukupkan bagi mereka) yakni Allah mencukupkan bagi mereka, menurut suatu qiraat dibaca Walinuwaffiyahum


(pekerjaan-pekerjaan mereka) maksudnya balasannya


(sedangkan mereka tiada dirugikan) barang sedikit pun, misalkan untuk orang-orang mukmin dikurangi dan untuk orang-orang kafir ditambahi.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan bagi masing-masing mereka derajat menurut apa yang telah mereka kerjakan.
(QS. Al-Ahqaaf [46]: 19)

Yakni masing-masing dari mereka mendapat azab sesuai dengan amal perbuatannya.

dan agar Allah mencukupkan bagi mereka (balasan) pekerjaan-pekerjaan mereka, sedangkan mereka tidak dirugikan.
(QS. Al-Ahqaaf [46]: 19)

Mereka tidak dianiaya barang seberat zarrah pun atau yang lebih kecil dari padanya.
Abdur Rahman ibnu Zaid ibnu Aslam mengatakan bahwa derajat atau tingkatan di neraka mengarah ke bawah, sedangkan derajat di surga mengarah ke atas.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Ahqaaf (46) Ayat 19

A’MAAL
أَعْمَٰل

Lafaz ini adalah bentuk jamak dari amal yang bermakna pekerjaan dan perbuatan.

Dalam Kamus Al Munjid dijelaskan, amal adalah perbuatan yang disengaja atau dengan maksud.

A’maal mencakup perbuatan hati dan anggota badan, ia mengisyaratkan perbuatan yang berterusan, sebagaimana Allah menerangkan, ya’maluuna lahuu maa yasyaa.

Al Kafawi menyatakan, perbuatan itu dikatakan ‘amaal apabila ia terbit dari fikiran dan renungan.
Oleh karena itu, ia dikaitkan dengan ‘ilm, sehingga sebagian sastrawan berkata,
lafaz ‘amaal adalah perkataan terbalik dari lafaz ‘ilm. Hal ini mengisyaratkan amal adalah sebahagian dari ilmu.
‘Ilm juga adalah sumber af’al atau perbuatan.

Al ‘amal (amalan) adalah natijah yang timbul dari al ‘amil (orang yang melaksanakan amal itu), sama kedudukannya seperti Al Hukm (hukum) yaitu hasil dari ‘illah (sebab timbulnya hukum itu)."

Lafaz a’maal disebut sebanyak 41 kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah :
Al Baqarah (2), ayat 139, 139, 167, 217;
Ali Imran (3), ayat 22;
-Al Maa’idah (5), ayat 53;
-Al A’raaf (7), ayat 147;
Al Anfaal (8), ayat 48;
At Taubah (9), ayat 17, 37, 69;
Hud (11), ayat 15, 111;
Ibrahim (14), ayat 18;
An Nahl (16), ayat 63,
Al Kahfi (18), ayat 103, 105;
-Al Mu’minuun (23), ayat 63;
An Nuur (24), ayat 39;
An Naml (27), ayat 4, 24;
Al Qashash (28), ayat 55;
-Al ‘Ankaabut (29) ayat 38,
Al Ahzab (33) ayat 19, 71;
Asy Syuura (42) ayat 15;
-Al Ahqaaf (46) ayat 19;
Muhammad (47) ayat 1, 4, 8, 9, 28, 30, 32, 33, 35;
Al Hujurat (49) ayat 2, 14;
-Al Zalzalah (99) ayat 6.
Al Qurtubi ketika menafsirkan ayat 217 surah Al Baqarah:

"Dan siapa yang murtad di antara kamu, maka mereka itu sia-sia amalan amalannya di dunia dan di akhirat."

Beliau mengutip penjelasan Ar Rabi’ "Perbuatan-perbuatan buruk yang mereka lakukan, neraka adalah wajib bagi mereka"

Ibn Mas’ud dan As Suddi pula berkata,
"Perbuatan-perbuatan baik yang mereka tinggalkan akan menjauhkan mereka dari syurga.
Amalan-amalan baik disandarkan kepada mereka karena mereka disuruh melakukannya, sedangkan amalan amalan jahat disandarkan kepada mereka karena mereka melakukannya’"

At Tabari ketika menjelaskan tafsir surah Al Zalzalah, beliau berkata,
"Pada hari kiamat, manusia akan dibangkitkan berkelompok-kelompok dan terpisah di sebelah kiri dan di sebelah kanan bagi diperlihatkan amalan-amalan mereka.
Bagi mereka yang berbuat baik di dunia dan taat kepada Allah, maka Allah menyediakan baginya pada hari itu karamah dan kemuliaan sebagai balasan bagi ketaatannya kepada Nya di dunia.
Dan bagi yang berbuat jahat dan melakukan maksiat kepada Allah, maka Allah menyediakan baginya kesengsaraan dan kehinaan di neraka, sebagai balasan bagi perbuatannya dan kekufurannya di dunia."

Kesimpulannya, lafaz a’maal pada ayat ayat di atas lebih banyak dikaitkan dengan al ihbat (penghapusan) amalan orang musyrik, kafir, munafik dan sebagainya, dan juga bersifat lebih cenderung kepada perkara keduniaan yang dihiasi oleh syaitan.
Tetapi penggunaan sebenarnya lafaz ini bersifat umum, yaitu bagi amalan kejahatan dan kebaikan, seperti yang terdapat dalam surah Al Qashash, Asy Syuura, Al Ahqaaf, Muhammad (ayat 30), Al Zalzalah, dan sedikit sekali disandarkan kepada orang beriman, yaitu pada surah Al Ahzab, Muhammad (ayat 35), dan Al Hujurat (ayat 14).

Walau bagaimanapun, a’maal adalah perbuatan yang berterusan dan bersifat umum yang didasari oleh fikiran dan renungan.
Oleh karena itu, orang menjadi kafir karena ia tahu akan sebuah kebenaran, tetapi mengingkarinya.
Sedangkan orang menjadi beriman karena ia tahu akan kebenaran dan berusaha mengikutinya.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 5

Unsur Pokok Surah Al Ahqaaf (الَأحقاف)

Surat Al-Ahqaaf terdiri atas 35 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah.

Dinamai "Al Ahqaaf" (bukit-bukit pasir) dari perkataan "Al Ahqaaf" yang terdapat pada ayat 21 surat ini.

Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hudalaihis salam telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di "Al Ahqaaf" yang sekarang dikenal dengan Ar Rub’ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasulrasul yang sebelumnya.

Akhimya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Keimanan:

Dalildalil dan bukti ke-Esaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat.
▪ Orang-orang mukmin akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab.
▪ Risalah Nabi Muhammad ﷺ tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin.

Hukum:

▪ Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapak, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diridhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya.

Kisah:

▪ Kisah Nabi Hud `alaihis salam dan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Orang yang mementingkan kenikmatan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat.
▪ Orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati.

Ayat-ayat dalam Surah Al Ahqaaf (35 ayat)

1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35

Lihat surah lainnya

Audio

QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 35 + Terjemahan Indonesia

QS. Al-Ahqaaf (46) : 1-35 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 35

Gambar Kutipan Ayat

Surah Al Ahqaaf ayat 19 - Gambar 1 Surah Al Ahqaaf ayat 19 - Gambar 2
Statistik QS. 46:19
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Al Ahqaaf.

Surah Al-Ahqaf (Arab: الأحقاف ,”Bukit-Bukit Pasir”) adalah surah ke-46 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 35 ayat.
Dinamakan al-Ahqaf yang berarti Bukit-Bukit Pasir diambil dari kata al-Ahqaf yang terdapat pada ayat 21 surah ini.
Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di al-Ahqaf yang sekarang dikenal dengan ar-Rab’ul Khali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya.
Hingga akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang.
Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahwa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul.

Nomor Surah46
Nama SurahAl Ahqaaf
Arabالَأحقاف
ArtiBukit-bukit pasir
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu66
JuzJuz 26
Jumlah ruku’4 ruku’
Jumlah ayat35
Jumlah kata648
Jumlah huruf2668
Surah sebelumnyaSurah Al-Jasiyah
Surah selanjutnyaSurah Muhammad
Sending
User Review
4.2 (14 votes)
Tags:

46:19, 46 19, 46-19, Surah Al Ahqaaf 19, Tafsir surat AlAhqaaf 19, Quran Al Ahqaf 19, AlAhqaf 19, Al-Ahqaf 19, Surah Al Ahqaf ayat 19

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Asy Shyuura (Musyawarah) – surah 42 ayat 42 [QS. 42:42]

42. Sesungguhnya jalan untuk menyatakan kesalahan dan perbuatan dosa hanya ada pada orang-orang yang berbuat zalim kepada manusia dan melampaui batas di muka bumi tanpa mengindahkan kebenaran. Mereka … 42:42, 42 42, 42-42, Surah Asy Shyuura 42, Tafsir surat AsyShyuura 42, Quran Asy Syura 42, Asy-Syura 42, Surah Asy Syura ayat 42

QS. Yaa Siin (Yaasiin) – surah 36 ayat 6 [QS. 36:6]

6. Al-Qur’an diturunkan agar engkau, wahai Nabi Muhammad, memberi peringatan untuk pertama kali kepada suatu kaum yang nenek moyangnya belum pernah diberi peringatan, tepatnya pada masa kekosongan dar … 36:6, 36 6, 36-6, Surah Yaa Siin 6, Tafsir surat YaaSiin 6, Quran Yasin 6, Surah Yasin ayat 6

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Tempat berkumpulnya manusia di akhirat di sebut padang ...

Benar! Kurang tepat!

Berakhirnya seluruh kehidupan di dunia dinamakan ...

Benar! Kurang tepat!

Surah yang menjelaskan bahwa “Allah Subhanahu Wa Ta`ala tempat meminta”, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Hari kiamat di jelaskan dalam Alquran, surah ....

Benar! Kurang tepat!

Salah satu hikmah mempercayai datangnya hari akhir, yaitu ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #19
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #19 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #19 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #4

Fungsi pakaian adalah … agar tidak kedinginan sebagai penutup aurat menghindari tubuh agar tidak kotor tingkatkan gensi untuk munjukkan model

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Al-Fatihah al-Anfal ar-Rahman Maryam at-Taubah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Surah At-Taubah adalah surah ke-9

Pendidikan Agama Islam #10

Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … QS. Al-Alaq : 1-5 QS.

Instagram