QS. Al Aadiyaat (Berlari kencang) – surah 100 ayat 1 [QS. 100:1]

وَ الۡعٰدِیٰتِ ضَبۡحًا ۙ
Wal ‘aadiyaati dhabhan;

Demi kuda perang yang berlari kencang dengan terengah-engah,
―QS. 100:1
Topik ▪ Nama-nama hari kiamat
100:1, 100 1, 100-1, Al Aadiyaat 1, AlAadiyaat 1, Al Adiyat 1

Tafsir surah Al Aadiyaat (100) ayat 1

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Al Aadiyaat (100) : 1. Oleh Kementrian Agama RI

Tafsir Ayat 1-5 :
Allah bersumpah dengan kuda perang yang memperdengarkan suaranya yang gemuruh.
Kuda-kuda yang memancarkan bunga api dari kuku kakinya karena berlari kencang.
Kuda-kuda yang menyerang di waktu subuh untuk menyergap musuh di waktu mereka tidak siap siaga.
Karena kencangnya lari kuda itu, debu-debu jadi beterbangan.
Allah menyatakan bahwa kuda yang menyerang itu tiba-tiba berada di tengah-tengah musuh sehingga menyebabkan mereka panik.
Allah bersumpah dengan kuda dan sifat-sifatnya dalam suasana perang bertujuan untuk membangkitkan semangat perjuangan di kalangan orang-orang Mukmin.
Sudah selayaknya mereka bersifat demikian dengan membiasakan diri menunggang kuda dengan tangkas untuk menyerbu musuh.
Mereka juga diperintahkan agar selalu siap siaga untuk terjun ke medan pertempuran bila genderang perang memanggil mereka untuk menghancurkan musuh yang menyerang, sebagaimana Allah berfirman:

Dan persiapkanlah dengan segala kemampuan untuk menghadapi mereka dengan kekuatan yang kamu miliki dan dari pasukan berkuda yang dapat menggentarkan musuh Allah dan musuhmu.
(Q.S. Al-Anfal [8]: 60).

Allah bersumpah dengan kuda perang yang dalam keadaan berlari kencang, hilir-mudik, memancarkan percikan bunga api dari kakinya karena berlari kencang, dan dengan penyergapan di waktu subuh, menunjukkan bahwa kuda-kuda yang dipelihara itu bukan untuk kebanggaan.
Hendaknya kuda yang dipuji adalah yang digunakan untuk memadamkan keganasan musuh, melumpuhkan kekuatan mereka, atau menghadang serangan mereka.
Maksudnya, dalam ketangkasan berkuda terkandung faedah yang tidak terkira banyaknya.
Di antaranya adalah dapat dipergunakan untuk mencari nafkah, cepat bergerak untuk suatu keperluan yang mendadak, digunakan untuk menyergap musuh, dan dapat mencapai tempat yang jauh dalam waktu yang singkat.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Aku bersumpah demi kuda-kuda perang yang berlari cepat sehingga nafasnya yang terengah-engah itu terdengar.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Demi yang berlari kencang) di dalam perang, yaitu kuda yang lari dengan kencangnya di dalam peperangan (dengan terengah-engah) lafal Adh-Dhabhu artinya suara napas kuda sewaktu berlari kencang.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Allah subhanahu wa ta’ala bersumpah dengan menyebut kuda apabila dilarikan di jalan Allah (jihad), maka ia lari dengan kencangnya dan suara dengus napasnya yang keras saat lari.

dan kuda yang mencetuskan api dengan pukulan (kuku teracaknya).
(Q.S. Al-‘Adiyat [100]: 2)

Yakni suara detak teracaknya ketika menginjak batu-batuan, lalu keluarlah percikan api darinya.

dan kuda yang menyerang dengan tiba-tiba di waktu pagi.
(Q.S. Al-‘Adiyat [100]: 3)

Yaitu mengadakan serangan di waktu pagi hari, sebagaimana yang pernah dilakukan oleh Rasulullah ﷺ Beliau mengadakan serangan di waktu subuh; maka apabila beliau mendengar suara azan di kabilah yang akan diperanginya, beliau mengurungkan niatnya.
Dan apabila beliau ﷺ tidak mendengar suara azan di kabilah tersebut, maka dilangsungkanlah niatnya.


Asbabun Nuzul
Sebab-Sebab Diturunkannya Surah Al Aadiyaat (100) Ayat 1

Al-Bazzar, Ibnu Abi Hatim dan Al-Hakim meriwayatkan dari Ibnu Abbas yang berkata,
“Suatu ketyika, Rasulullah mengirim suatu pasukan.
Akan tetapi, sampai sebulan kemudian beliau tidak mendapat informasi tentang keadaan pasukan tersebut.
Selanjutnya, turunlah ayat ini.”

Sumber : Asbabun Nuzul – Jalaluddin As-Suyuthi.

Kata Pilihan Dalam Surah Al Aadiyaat (100) Ayat 1

DHABHA
ضَبْحًا

Lafaz dhabh bermakna berubahnya warna wajah disebabkan panas dan juga menyebabkan berubahnya suara. Apabila dikatakan dhabahatal khail, artinya kuda itu mengeluarkan suara nafas yang kencang dari mulutnya yang bukan suara rengekan.

Imam Asy Syaukani menerangkan, ulama berbeda pendapat dalam memberi makna katadhabh. Diantara mereka ada yang mengartikannya sebagai suara hentakan kaki kuda; suara nafas kuda semasa lari kencang; dan suara yang keluar dari dada kuda semasa berlari kencang.

Lafaz ini hanya disebut sekali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah Al Aadiyaat (100), ayat 1. Lima ayat pertama dalam surah Al Aadiyaat menceritakan tentang kehebatan kuda-kuda yang digunakan untuk berperang fisabilillaah.

Digambarkan kuda-kuda itu berlari begitu pantas sehingga mengeluarkan bunyi nafas yang kencang dhabh; telapak kakinya mengeluarkan percikan api; ia berlari menuju musuh di waktu pagi; sehingga berterbangan debu-debu dan akhirnya kuda-kuda itu menggempur di tengah-tengah kumpulan musuh. Kehebatan kuda-kuda ini adalah bukti keagungan Allah dan surah ini dijadikan sumpah oleh Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:325

Informasi Surah Al Aadiyaat (العاديات‎‎)
Surat ini terdiri atas 11 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al’Ashr.

Nama “Al ‘Aadiyaat” diambil dari kata “Al ‘Aadiyaat” yang terdapat pada ayat pertama surat ini, artinya yang berlari kencang.

Keimanan:

Ancaman Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia yang ingkar dan yang sangat mencintai harta benda bahwa mereka akan mendapat balasan yang setimpal dikala mereka dibangkitkan dari kubur dan dikala isi dada mereka ditampakkan.

Lain-lain:

Ancaman Allah subhanahu wa ta’ala kepada manusia yang ingkar dan yang sangat mencintai harta benda bahwa mereka akan mendapat balasan yang setimpal dikala mereka dibangkitkan dari kubur dan dikala isi dada mereka ditampakkan.

Ayat-ayat dalam Surah Al Aadiyaat (11 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Al-Aadiyaat (100) ayat 1 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Al-Aadiyaat (100) ayat 1 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Al-Aadiyaat (100) ayat 1 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Q.S. Al-Adiyat (100) ayat 1-11 - Silminati Taher (Bahasa Indonesia)
Q.S. Al-Adiyat (100) ayat 1-11 - Silminati Taher (Bahasa Arab)

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Al-Aadiyaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 11 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 100:1
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Al Aadiyaat.

Surah Al-'Adiyat terdiri atas 11 ayat dan tergolong surah makkiyah, surat ini diturunkan setelah surah Al-'Asr.
Nama Al 'Aadiyat diambil dari kata Al 'Aadiyaat yang artinya berlari kencang yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Pokok-pokok isinya: Ancaman Allah subhanahu wa ta'ala kepada manusia yang ingkar dan yang sangat mencintai harta benda bahwa mereka akan mendapat balasan yang setimpal di kala mereka dibangkitkan dari kubur dan di kala isi dada mereka ditampakkan.

Nomor Surah 100
Nama Surah Al Aadiyaat
Arab العاديات‎‎
Arti Berlari kencang
Nama lain Wal-'Adiyat
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 14
Juz Juz 30
Jumlah ruku' 1 ruku'
Jumlah ayat 11
Jumlah kata 40
Jumlah huruf 169
Surah sebelumnya Surah Az-Zalzalah
Surah selanjutnya Surah Al-Qari'ah
4.6
Ratingmu: 4.4 (8 orang)
Sending









Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Masukan & saran kirim ke email:
[email protected]

Made with in Yogyakarta