Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

QS. Adz Dzaariyaat (Angin yang menerbangkan) – surah 51 ayat 2 [QS. 51:2]

فَالۡحٰمِلٰتِ وِقۡرًا ۙ
Fal haamilaati wiqran;
dan awan yang mengandung (hujan),
―QS. Adz Dzaariyaat [51]: 2

Daftar isi

And those (clouds) carrying a load (of water)
― Chapter 51. Surah Adz Dzaariyaat [verse 2]

فَٱلْحَٰمِلَٰتِ maka yang mengandung

And those carrying
وِقْرًا beban berat

a load,

Tafsir Quran

Surah Adz Dzaariyaat
51:2

Tafsir QS. Adz-Dzariyat (51) : 2. Oleh Kementrian Agama RI

Surah Adz-Dzariyat ini dimulai dengan sumpah dari Allah ﷻ bahwa semua yang diancamkan itu pasti akan berlaku dan bahwa balasan terhadap segala amal pasti akan terbukti.
Dalam surah yang sebelumnya, dikisahkan kebinasaan beberapa umat yang terdahulu secara umum dan dalam Surah adh-dzariyat ini diberikan perinciannya.

Surah-surah yang pada permulaannya ada sumpah dengan hurufhuruf hijaiah (fawatihus-suwar) biasanya dimaksudkan untuk memperkuat salah satu dari tiga unsur yaitu ketauhidan, kerasulan dan kebangkitan.
Dalam surah-surah yang dimaksudkan untuk memperkuat ketauhidan, biasanya digunakan sumpah dengan benda-benda yang tidak bergerak, dan untuk memperkuat keimanan tentang hari kebangkitan digunakan sumpah dengan benda-benda yang bergerak karena kebangkitan itu mengandung pengumpulan dan pemisahan yang lebih pantas dikaitkan dengan benda-benda yang bergerak.

Orang Arab sangat takut akan sumpah palsu karena akibat yang sangat buruk dan terkutuk.
Oleh karena itu, setiap sumpah yang serius oleh mereka sangat diperhatikan, terlebih jika yang bersumpah itu adalah Allah ﷻ Dalam ayat-ayat ini Allah bersumpah,
"Demi angin kencang yang menerbangkan debu dengan tiupannya yang sangat kuat dan dahsyat.

Dan dengan awan yang gumpalannya mengandung banyak air hujan.
Dan kapal-kapal yang berlayar hilir-mudik di lautan dengan mudah.

Dan dengan para malaikat yang membagi-bagi segala urusan yang dipikulkan kepada mereka seperti mengatur perjalanan planet dan bintang-bintang, soal menurunkan air hujan, membagi rezeki, dan sebagainya."
Ayat di atas mengajak kita untuk berpikir tentang angin.

Angin adalah massa udara yang bergerak dari tempat yang bertekanan tinggi ke arah yang bertekanan lebih rendah.
Penyebab adanya perbedaan tekanan ini adalah perbedaan suhu.

Pada keadaan volume yang tetap, kenaikan suhu udara akan menaikkan tekanannya.
Tetapi pada kenyataannya di alam kenaikan suhu udara pada suatu tempat akan menyebabkan pemuaian volume udara dan pengaliran udara ke atas, sehingga kerapatan udara di tempat itu akan berkurang dan akan diisi oleh massa udara dari tempat lain yang lebih dingin.
Jadi pada dasarnya pergerakan udara ini dikendalikan oleh energi yang ditimbulkan oleh perbedaan suhu di tempat-tempat berlainan di permukaan bumi.
Dengan pergerakannya, angin juga berperan sebagai radiator penyeimbang suhu udara.
Tanpa adanya angin suhu di daerah gurun akan jauh lebih panas daripada yang didapati sekarang, demikian pula di daerah dingin akan sangat membekukan.
Energi pergerakan angin yang memadai dapat memberikan banyak manfaat kepada manusia, seperti untuk pelayaran, memutar kincir untuk pembangkit energi.
Di luar kendali manusia angin berperan penting dalam penyerbukan bunga-bunga menjadi buah dan menerbangkan biji-bijian serta spora untuk penyebaran tumbuhan.
Fenomena lain yang terjadi adalah terciptanya gelombang di lautan.
Pergerakan udara dapat pula terjadi dengan energi yang demikian besar sehingga menimbulkan bencana dan kerugian misalnya dalam bentuk badai dan topan.
Dengan angin Allah bersumpah pada ayat berikutnya (Adz-Dzariyat [51]: 4):
Dan yang membagi-bagi urusan.
Dengan adanya angin, demikian banyak peristiwa-peristiwa yang terjadi yang diakibatkan hembusannya.

Tafsir QS. Adz Dzaariyaat (51) : 2. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Aku bersumpah demi angin yang mendorong awan dengan sekuat-kuatnya, yang membawa gumpalan air yang berat, yang membawa air dengan mudah karena sudah ditundukkan oleh Allah dan dengan angin yang kemudian membagikan rezeki kepada siapa saja yang dikehendaki oleh Allah.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Allah bersumpah demi angin yang menerbangkan debu.
Dan demi awan yang membawa beban berat berisi air hujan.


Demi kapal laut yang berlayar di atas air yang mengalir dengan mudah.
Dan demi malaikat yang membagi-bagikan urusan Allah kepada makhluk-Nya.


Wahai manusia, sesungguhnya apa yang dijanjikan berupa hari penghisaban dan hari pembalasan, pasti akan terjadi dan sesungguhnya penghisaban dan pemberian pahala atas amalan adalah benar dan bukan sebuah kemustahilan.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Dan demi awan yang mengandung) awan yang membawa air


(hujan) yakni beban berupa air hujan, berkedudukan menjadi Maf’ul dari lafal Al Haamiaat.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

(1-4)

Syu’bah ibnul Hajjaj telah meriwayatkan dari Sammak, dari Khalid ibnu Ur’urah bahwa ia pernah mendengar Ali r.a. Syu’bah juga telah meriwayatkan pula dari Al-Qasim ibnu Abu Buzzah, dari Abut Tufail bahwa ia pernah mendengar Ali r.a. dan telah diriwayatkan pula melalui berbagai alur dari Amirul Mu’minin Ali ibnu Abu Talib r.a. Disebutkan bahwa ia menaiki mimbar di Kufah lalu berkata,
"Tidaklah kalian bertanya kepadaku tentang suatu ayat di dalam Kitabullah dan tidak pula dari sunnah Rasulullah melainkan aku ceritakan kepada kalian tentangnya."
Maka berdirilah Ibnul Kawa, lalu bertanya,
"Hai Amirul Mu’minin, apakah makna firman Allah subhanahu wa ta’ala:
‘Demi (angin) yang menerbangkan debu dengan sekuat-kuatnya’ (QS. Adz-Dzariyat [51]: 1)?"
Maka Ali r.a. menjawab,
"Makna yang dimaksud adalah angin."
Ibnul Kawa menanyakan tentang makna firman selanjutnya:
dan awan yang mengandung hujan.
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 2)

Ali r.a. menjawab, bahwa yang dimaksud adalah awan.
Lalu Ibnul Kawa bertanya lagi tentang makna firman-Nya:
dan kapal-kapal yang berlayar dengan mudah.
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 3)

Ali r.a. menjawab, bahwa yang dimaksud adalah kapal-kapal.
Ibnul Kawa bertanya lagi mengenai firman-Nya:
(malaikat-malaikat) yang membagi-bagi urusan
(QS. Adz-Dzariyat [51]: 4)

Maka Ali r.a. mengatakan bahwa makna yang dimaksud ialah malaikat-malaikat yang ditugaskan untuk itu.

Hal yang semisal telah diriwayatkan dalam sebuah hadis yang marfu’.

Untuk itu Al-Hafiz Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan, telah menceritakan kepada kami Ibrahim ibnu Hani’, telah menceritakan kepada kami Sa’id ibnu Salam Al-Attar, telah menceritakan kepada kami Abu Bakar ibnu Abu Sabrah, dari Yahya ibnu Sa’id, dari Sa’id ibnul Musayyab yang mengatakan bahwa Sabig At-Tamimi datang kepada Umar ibnul Khattab r.a., lalu bertanya,
"Hai Amirul Mu’minin, ceritakanlah kepadaku tentang makna az-zariyati zarwa."

Maka Umar r.a. menjawab,
"Itu adalah angin yang bertiup kencang.
Seandainya aku tidak mendengar Rasulullah ﷺ mengatakannya, tentulah aku tidak akan mengatakannya."
Sabig bertanya,
"Maka ceritakanlah kepadaku makna al-mugassimati amra."

Umar r.a. menjawab,
"Yang dimaksud adalah malaikat-malaikat.
Seandainya aku tidak mendengar Rasulullah ﷺ mengatakannya, tentulah aku tidak akan mengatakannya."
Sabig At-Tamimi kembali bertanya,
"Ceritakanlah kepadaku tentang makna al-jariyati yusra."

Maka Umar r.a. menjawab,
"Makna yang dimaksud ialah kapal-kapal.
Seandainya aku tidak pernah mendengar Rasulullah ﷺ mengatakannya, tentulah aku tidak berani mengatakannya."
Kemudian Khalifah Umar memerintahkan agar Sabig dihukum dera.
Maka ia didera sebanyak seratus kali, lalu disekap di dalam sebuah rumah.
Setelah sembuh dari luka deranya, ia dipanggil lagi dan dihukum dera lagi, lalu dinaikkan ke atas unta, dan Umar r.a. berkirim surat kepada Abu Musa Al-Asy’ari r.a. yang isinya mengatakan,
"Laranglah orang-orang duduk bersamanya dalam suatu majelis."
Sanksi itu terus-menerus diberlakukan atas dirinya.
Akhirnya Sabig datang kepada Abu Musa r.a., lalu bersumpah dengan sumpah berat bahwa dia tidak merasa sakit hati atas apa yang telah dialaminya itu.
Maka Abu Musa r.a. berkirim surat kepada Umar r.a. memberitakan hal tersebut.

Umar r.a. membalas suratnya itu dengan mengatakan,
"Menurut hemat saya, tiadalah dia sekarang melainkan benar dalam pengakuannya.
Maka biarkanlah dia bergaul dengan orang-orang dalam majelis mereka."

Abu Bakar Al-Bazzar mengatakan bahwa Abu Bakar ibnu Abu Sabrah orangnya daif, dan Sa’id ibnu Salam bukan termasuk ahli hadis.
Menurut hemat saya, hadis ini dinilai daif dari segi ke-marfu ‘-annya, dan yang paling mendekati kepada kebenaran hadis ini mauquf hanya sampai pada Umar r.a. Karena sesungguhnya kisah Sabig ibnu Asal ini cukup terkenal, dan sesungguhnya Khalifah Umar r.a. memerintahkan agar Sabig didera karena Sabig dalam pertanyaannya itu kelihatan seperti orang yang mengingkarinya;
hanya Allah-lah Yang Maha Mengetahui.

Al-Hafiz Ibnu Asakir telah mengetengahkan kisah ini di dalam biografi Sabig secara panjang lebar.

Hal yang sama ditafsirkan oleh Ibnu Abbas, Ibnu Umar, Mujahid, Sa’id ibnu Jubair, Al-Hasan, Qatadah, As-Saddi, dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang.
Ibnu Jarir dan Ibnu Abu Hatim tidak mengetengahkan riwayat lain kecuali hanya ini.

Menurut pendapat lain, yang dimaksud dengan az-zariyat ialah angin yang kencang seperti pendapat yang pertama, karena yang dimaksud dengan hamilat ialah awan yang juga sama dengan pendapat yang pertama, karena awan mengandung air.
Seperti yang dikatakan oleh Zaid ibnu Amr ibnu Nufail, seorang penyair, dalam salah satu bait syairnya:

Dan aku berserah diri kepada Tuhan yang berserah diri kepada-Nya awan yang membawa air yang tawar.

Adapun jariyat, maka pendapat yang terkenal dari jumhur ulama menyebutkan seperti pendapat di atas, yaitu kapal-kapal yang berlayar dengan mudah di atas permukaan air.
Menurut sebagian dari mereka, yang dimaksud adalah bintang-bintang yang beredar pada garis edarnya masing-masing.
Demikian itu agar ungkapan ini dimaksudkan bertingkat-tingkat dimulai dari yang paling bawah, kemudian berakhir di yang paling atas.
Dengan kata lain, angin di atasnya terdapat awan, dan bintang-bintang di atas kesemuanya itu, dan yang lebih atas lagi ialah para malaikat yang ditugaskan untuk membagi-bagi urusan;
mereka turun dengan membawa perintah-perintah Allah, baik yang berupa syariat ataupun yang berupa urusan alam.
Ungkapan ini merupakan qasam atau sumpah dari Allah subhanahu wa ta’ala yang menunjukkan akan kepastian terjadinya hari kembali (hari kiamat).

Unsur Pokok Surah Adz Dzaariyaat (الذاريات)

Surat Adz-Dzariyat terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ahqaaf.

Dinamai "Adz-Dzaariyaat" (angin yang menerbangkan), diambil dari perkataan "Adz Dzaa­riyaat" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Allah bersumpah dengan angin, mega, bahtera dan malaikat yang menjadi sumber kesejahteraan dan pembawa kemakmuran.
Hal ini mengisyaratkan inayat Allah kepada hamba-hamba-Nya.

Keimanan:

▪ Bagaimana keadaan orang-orang yang beriman di dalam syurga sebagai balasan ketaatan bagi orang yang bertakwa.
▪ Manusia dan jin dijadikan Allah untuk beribadat kepada-Nya.
▪ Allah sebagai Maha Pemberi rezeki.
▪ Neraka sebagai balasan bagi orang-orang kafir.

Hukum:

▪ Larangan mempersekutukan Allah dengan selain-Nya.
▪ Perintah berpaling dari orang-orang musyrik yang berkepala batu dan memberikan peringatan dan pengajaran kepada orang-orang mukmin.
▪ Pada harta kekayaan seseorang terdapat hak orang miskin.

Kisah:

▪ Ibrahim `alaihis salam dengan malaikat yang datang ke rumahnya.
▪ Musa `alaihis salam dengan Fir’aun, kaum ‘Aad dan Tsamud.
▪ Nuh `alaihis salam dengan kaumnya.

Lain-lain:

▪ Segala sesuatu diciptakan Allah dengan berpasang-pasangan.
▪ Pada diri manusia sendiri terdapat tanda-tanda kebesaran Allah.

Audio Murottal

QS. Adz-Dzaariyaat (51) : 1-60 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 60 + Terjemahan Indonesia



QS. Adz-Dzaariyaat (51) : 1-60 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 60

Gambar Kutipan Ayat

Surah Adz Dzaariyaat ayat 2 - Gambar 1 Surah Adz Dzaariyaat ayat 2 - Gambar 2
Statistik QS. 51:2
  • Rating RisalahMuslim
4.6

Ayat ini terdapat dalam surah Adz Dzaariyaat.

Surah Az-Zariyat (Arab: الذاريات ,”Angin Yang Menerbangkan”) adalah surah ke-51 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 60 ayat.
Dinamakan Az-Zariyat yang berarti Angin Yang Menerbangkan diambil dari perkataan Az-Zariyat yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah 51
Nama Surah Adz Dzaariyaat
Arab الذاريات
Arti Angin yang menerbangkan
Nama lain
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 67
Juz Juz 26 & 27
Jumlah ruku’ 3 ruku’
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 360
Jumlah huruf 1546
Surah sebelumnya Surah Qaf
Surah selanjutnya Surah At-Tur
Sending
User Review
4.6 (8 suara)
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA
Tags:

51:2, 51 2, 51-2, Surah Adz Dzaariyaat 2, Tafsir surat AdzDzaariyaat 2, Quran adz dzariyat 2, Az Zariyat 2, Surah Az Zariyat ayat 2

Video Surah

51:2


Load More

Kandungan Surah Adz Dzaariyaat

۞ QS. 51:4 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 51:5 • Allah menepati janji

۞ QS. 51:6 • Nama-nama hari kiamat • Kebenaran hari penghimpunan • Setiap makhluk ditanya pada hari penghimpunan

۞ QS. 51:8 • Sikap manusia terhadap kitab samawi

۞ QS. 51:9 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 51:10 • Azab orang kafir

۞ QS. 51:11 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 51:12 • Nama-nama hari kiamat • Mengingkari hari kebangkitan • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 51:13 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 51:14 • Sifat ahli neraka dan kejahatan mereka • Azab orang kafir

۞ QS. 51:15 • Pahala iman • Sifat surga dan kenikmatannya • Perbuatan baik adalah penyebab masuk surga • Keutamaan iman •

۞ QS. 51:16 • Pahala iman • Ar Rabb (Tuhan) • Keutamaan iman • Amal shaleh sebagai pintu kebaikan • Kebutuhan muslim terhadap amal saleh

۞ QS. 51:20 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 51:21 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala

۞ QS. 51:23 Tauhid Rububiyyah • Allah menepati janji • Ar Rabb (Tuhan) • Kebenaran hari penghimpunan •

۞ QS. 51:24 • Sifat-sifat malaikat • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 51:28 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 51:30 • Kekuasaan Allah • Ar Rabb (Tuhan) • Al Hakim (Maha Bijaksana) • Al ‘Alim (Maha megetahui) •

۞ QS. 51:31 • Tugas-tugas malaikat

۞ QS. 51:32 • Tugas-tugas malaikat • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 51:33 • Tugas-tugas malaikat • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 51:34 Ar Rabb (Tuhan) • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 51:35 • Orang mukmin selalu dalam lindungan Allah Ta’ala

۞ QS. 51:37 • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 51:40 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 51:41 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 51:42 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 51:43 • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia

۞ QS. 51:44 Ar Rabb (Tuhan) • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 51:45 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 51:46 • Azab orang kafir • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 51:47 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 51:48 • Kekuasaan Allah

۞ QS. 51:49 Dalil-dalil adanya Allah Ta’ala • Kekuasaan Allah

۞ QS. 51:51 Tauhid Uluhiyyah • Islam agama para nabi

۞ QS. 51:53 • Keingkaran dan kedurhakaan orang kafir

۞ QS. 51:55 • Keutamaan iman

۞ QS. 51:56 • Kewajiban hamba pada Allah

۞ QS. 51:57 • Allah tidak membutuhkan makhlukNya

۞ QS. 51:58 Al Razzaq (Maha Pemberi rezeki) • Al Qawiy (Maka Kuat) • Al Matin (Maha Kuat) • Usia dan rezeki sesuai dengan takdir

۞ QS. 51:59 • Azab orang kafir • Penangguhan (siksa) orang kafir di dunia • Menyiksa pelaku maksiat

۞ QS. 51:60 • Kebenaran hari penghimpunan • Maksiat dan dosa

Ayat Pilihan

“Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?”
Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung & penolong selain Allah.
QS. Al-Ahzab [33]: 17

Tuhanku menyuruh jalankan keadilan. Luruskan muka (diri)mu di setiap sembahyang & sembahlah Allah dengan ikhlaskan ketaatanmu kepada-Nya.
Sebagaimana Dia telah ciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepada-Nya)
QS. Al-A’raf [7]: 29

Bani lsrail berkata:
“Hai Musa.
buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)”.
Musa menjawab:
“Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)”.
QS. Al-A’raf [7]: 138

Kemudian,
barang siapa berbuat suatu kebaikan,
walaupun hanya sebesar butir debu,
ia akan melihatnya dalam lembaran catatan amal perbuatan (shahîfah) & mendapatkan balasannya.
QS. Az-Zalzalah [99]: 7

Hadits Shahih

Podcast

Doa Sehari-hari

Soal & Pertanyaan Agama

Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah ...

Correct! Wrong!

Arti fana adalah ...

Correct! Wrong!

+

Array

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..

Correct! Wrong!

Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang ...

Correct! Wrong!

Pendidikan Agama Islam #1
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #1 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #1 2

Belajar lagi yaa...

Share your Results:

Soal Agama Islam

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus Istilah Islam

Muttafaqun ’alaih

Apa itu Muttafaqun ‘alaih? Syarat Al-Bukhari dan Muslim Hadits yang keotentikannya disepakati oleh keduanya, yaitu Imam Bukhari dan Imam Muslim, disebutkan dalam istilah hadits sebagai Muttafaqun ‘alaih. Sementara Imam Syaukani di dalam kitab haditsnya Nailul Authar menggunakan istilah Muttafaqun ‘alaih untuk menyebut hadits yang disepakati … • Muttafaq ‘Alaih, muttafaq alaih, Muttafaq Alaihi

Zakaria `alaihis salam

Siapa itu Zakaria `alaihis salam? Zakariya adalah salah seorang nabi yang disebut di dalam Al Kitab dan Qur’an. Ia diangkat menjadi nabi pada tahun 2 SM dan ditugaskan berdakwah kepada Bani Israil di Palestina. Namanya disebutkan sebanyak 8 kali di dalam Al-Quran. Ia memiliki 1 orang ana … • Zakaria, Zakariyya, Zakariya, Zakharia

As Syakuur

Apa itu As Syakuur? Allah itu Asy-Syakur ◀ Allah itu Asy-Syakur yang memiliki maknya Yang Maha Menghargai/Maha Mensyukuri. Allah itu sangat menghargai amal perbuatan makhluk-makhluk-Nya. &128161; Allah akan membalas amal baik yang kita lakukan meskipun itu adalah amalan yang kecil dan sepele sekalipun. Karena dimata Allah segala perbuatan itu pantas untuk menda … • As-Syakuur, As-Syakur, Al Syakur