QS. Adz Dzaariyaat (Angin yang menerbangkan) – surah 51 ayat 18 [QS. 51:18]

وَ بِالۡاَسۡحَارِ ہُمۡ یَسۡتَغۡفِرُوۡنَ
Wa bil ashaari hum yastaghfiruun(a);

Dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar.
―QS. 51:18
Topik ▪ Memenuhi sumpah dan janji
51:18, 51 18, 51-18, Adz Dzaariyaat 18, AdzDzaariyaat 18, adz dzariyat 18, Az Zariyat 18

Tafsir surah Adz Dzaariyaat (51) ayat 18

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Adz Dzaariyaat (51) : 18. Oleh Kementrian Agama RI

Ayat ini menerangkan tentang sifat-sifat orang yang takwa, yaitu sedikit sekali tidur di waktu malam karena mengisi waktu dengan salat Tahajud.
Mereka dalam melakukan ibadah tahajudnya merasa tenang dan penuh dengan kerinduan dan dalam munajatnya kepada Allah sengaja memilih waktu yang sunyi dari gangguan makhluk lain seperti dua orang pengantin baru dalam menumpahkan isi hati kepada kesayangannya, tentu memilih tempat dan waktu yang nyaman dan aman bebas dari gangguan siapa pun.
Mereka ingat bahwa hidup berkumpul dengan keluarga dan yang lainnya tidak dapat berlangsung selama-lamanya.
Bila telah tiba ajal, pasti berpisah, masuk ke dalam kubur, masing-masing sendirian saja.
Oleh karena itu, sebelum tiba waktu perpisahan, mereka merasa sangat perlu mengadakan hubungan khidmat dan mahabbah dengan Tuhan Yang Mahakuasa, satu-satunya penguasa yang dapat memenuhi segala harapan.
Di akhir-akhir malam (pada waktu sahur) mereka memohon ampun kepada Allah.
Sengaja dipilihnya waktu sahur itu oleh karena kebanyakan orang sedang tidur nyenyak, keadaan sunyi dari segala kesibukan sehingga mudah menjalin hubungan dengan Tuhannya.

Tafsir al-Misbah
Oleh Muhammad Quraish Shihab:

Mereka selalu tidur sedikit di waktu malam dan sering bangun malam untuk beribadah.
Dan pada akhir malam mereka selalu meminta ampunan Tuhan.

Tafsir al-Jalalain
Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:

(Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun) mereka berdoa dengan mengucapkan, “Allaahumaghfir Lanaa”,
Ya Allah ampunilah kami.

Tafsir Ibnu Katsir
Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Dan di akhir-akhir malam mereka memohon ampun (kepada Allah).
(Q.S. Adz-Dzariyat [51]: 18)

Mujahid dan lain-lainnya yang bukan hanya seorang mengatakan bahwa makna istigfar di sini adalah salat sunat.
Ulama lainnya berpendapat bahwa mereka mendahulukan salat sunat di malam hari, sedangkan istigfarnya mereka akhirkan sampai waktu sahur.
Seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya: dan yang memohon ampun di waktu sahur.
(Q.S. Ali ‘Imran [3]: 17) Dan bilamana istigfar itu dilakukan dalam salat, maka lebih utama.

Di dalam kitab-kitab sahih disebutkan dari sejumlah sahabat dari Rasulullah ﷺ yang telah bersabda:

Sesungguhnya Allah subhanahu wa ta’ala turun di setiap malam ke langit yang paling dekat, hingga malam hari tersisa sepertiganya lagi, maka Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, “Apakah ada orang yang bertobat, maka Aku akan menerima tobatnya; apakah ada orang yang memohon ampun, maka Aku memberi ampun kepadanya; dan apakah ada orang yang meminta, maka Aku akan memberinya apa yang dimintanya?”
Hingga fajar terbit (yakni waktu subuh datang).

Banyak ulama tafsir yang mengatakan sehubungan dengan firman Allah subhanahu wa ta’ala yang menceritakan perkataan Nabi Ya’qub kepada anak-anaknya:

Aku akan memohonkan ampun bagimu kepada Tuhanku.
(Q.S. Yusuf [12]: 98)

Bahwa Nabi Ya’qub mengakhirkan bacaan istigfarnya untuk mereka sampai waktu sahur.


Kata Pilihan Dalam Surah Adz Dzaariyaat (51) Ayat 18

AS HAAR
أَسْحَار

Lafaz ini berbentuk jamak, mufradnya adalah as sahar atau as suhr artinya akhir malam sebelum fajar atau subuh atau cahaya putih yang mengatasi gelap. As sahar dari sesuatu adalah ujungnya.

As sahar al a’la adalah waktu sebelum terbit fajar dan as sahar al akhir adalah waktu terbit fajar. la dinamakan dengan al-sahara seperti fajr al-sadiq dan fajr al-kazhib.

Lafaz ashaar disebut dua kali di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah:
-Ali Imran (3), ayat 17;
-Adz Dzaariyaat (51), ayat 18.

Diriwayatkan dari Nafi, beliau berkata,
Ibn Umar menghidupkan malamnya dengan shalat. Kemudian beliau berkata,
“Wahai Nafi, adakah sampai al-sahar (waktu sahur atau sebelum fajar)?” Lalu saya menjawab, “Belum” Maka beliau mengulangi shalatnya. Apabila saya berkata,
“Sudah” Maka beliau duduk beristighfar dan berdoa sehingga datang subuh.

Dalam riwayat lain dari Abu Ya’qub Ad Dubbi, beliau pernah mendengar Ja’far bin Muhammad berkata,
“Sesiapa melakukan shalat pada sebahagian malam, kemudian beristighfar pada akhir malam sebanyak 70 kali, maka dia termasuk dari kalangan orang yang beristighfar pada waktu Ashaar (yaitu akhir malam sebelum subuh)”

Az Zamakhsyari berkata,
“Dikhususkan waktu ashaar karena mereka mendahulukan malam dengan mendirikan shalat dan setelahnya adalah lebih baik memanjatkan doa dan ia adalah waktu di mana doa dikabulkan.”

Az Zujjaj berkata,
As sahar adalah waktu dari pergantian malam hingga terbitnya fajar yang kedua.”

Ibn Zaid berkata,
As sahar adalah seperenam dari akhir malam.”

Kesimpulannya, ashaar adalah waktu akhir malam sebelum terbitnya fajar.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN. BHD.Hal:71-72

Informasi Surah Adz Dzaariyaat (الذاريات)
Surat Adz Dzaariyaat terdiri atas 60 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Ahqaaf.

Dinamai “Adz-Dzaariyaat” (angin yang menerbangkan), diambil dari perkataan “Adz Dzaa­riyaat” yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
Allah bersumpah dengan angin, mega, bahtera dan malaikat yang menjadi sumber kesejahteraan dan pembawa kemakmuran.
Hal ini mengisyaratkan inayat Allah kepada hamba-hamba-Nya.

Keimanan:

Bagaimana keadaan orang-orang yang beriman di dalam syurga sebagai balasan ketaatan bagi orang yang bertakwa
manusia dan jin dijadikan Allah untuk beribadat kepada-Nya
Allah sebagai Maha Pemberi Rezki
neraka sebagai balasan bagi orang-orang kafir.

Hukum:

Larangan mempersekutukan Allah dengan selain-Nya
perintah berpaling dari orang-orang musyrik yang berkepala batu dan memberikan peringatan dan pengajaran kepada orang-orang mu’min
pada harta kekayaan seseorang terdapat hak orang miskin.

Kisah:

Ibrahim a.s. dengan malaikat yang datang ke rumahnya
Musa a.s. dengan Fir’aun kaum ‘Aad dan Tsamud
Nuh a.s. dengan kaumnya.

Lain-lain:

Segala sesuatu diciptakan Allah dengan berpasang-pasangan
pada diri manusia sendiri terdapat tanda-tanda kebesaran Allah.

Ayat-ayat dalam Surah Adz Dzaariyaat (60 ayat)

Audio

Qari Internasional

Q.S. Adz-Dzaariyaat (51) ayat 18 - Oleh Syekh Mishari Alafasy
Q.S. Adz-Dzaariyaat (51) ayat 18 - Oleh Syekh Sa'ad Al-Ghamidi
Q.S. Adz-Dzaariyaat (51) ayat 18 - Oleh Syekh Muhammad Ayyub

Murottal al-Qur'an & Terjemahan Indonesia
Q.S. Adz-Dzaariyaat - Oleh Syekh Misyari Rasyid Alafasy
Full ayat 1 sampai 60 & Terjemahan


Gambar



Statistik Q.S. 51:18
  • Rating RisalahMuslim

Ayat ini terdapat dalam surah Adz Dzaariyaat.

Surah Az-Zariyat (Arab: الذاريات ,"Angin Yang Menerbangkan") adalah surah ke-51 dalam al-Qur'an.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 60 ayat.
Dinamakan Az-Zariyat yang berarti Angin Yang Menerbangkan diambil dari perkataan Az-Zariyat yang terdapat pada ayat pertama surah ini.

Nomor Surah 51
Nama Surah Adz Dzaariyaat
Arab الذاريات
Arti Angin yang menerbangkan
Nama lain -
Tempat Turun Mekkah
Urutan Wahyu 67
Juz Juz 26 & 27
Jumlah ruku' 3 ruku'
Jumlah ayat 60
Jumlah kata 360
Jumlah huruf 1546
Surah sebelumnya Surah Qaf
Surah selanjutnya Surah At-Tur
4.4
Ratingmu: 4.6 (10 orang)
Sending







Pembahasan ▪ arti surah ad dzariat17- 18 ▪ wabil asharihum yastaghfiruun ▪ kadul qolilammnalaili mayahjaun ▪ Qs 51 ▪ QS 51:18 ▪ surqh 51 ayyat 18

Iklan

Video

Panggil Video Lainnya


Ikuti RisalahMuslim
               





Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim