QS. Ad Dukhaan (Kabut) – surah 44 ayat 36 [QS. 44:36]

فَاۡتُوۡا بِاٰبَآئِنَاۤ اِنۡ کُنۡتُمۡ صٰدِقِیۡنَ
Fa’tuu biaabaa-inaa in kuntum shaadiqiin(a);

maka hadirkanlah (kembali) nenek moyang kami jika kamu orang yang benar.”
―QS. 44:36
Topik ▪ Pembentukan langit dalam Al Qur’an
44:36, 44 36, 44-36, Ad Dukhaan 36, AdDukhaan 36, AdDukhan 36, Ad Dukhan 36, Ad-Dukhan 36
English Translation - Sahih International
Then bring (back) our forefathers, if you should be truthful.”
―QS. 44:36

 

Tafsir surah Ad Dukhaan (44) ayat 36

Tafsir Kementrian Agama RI

Tafsir QS. Ad Dukhaan (44) : 36. Oleh Kementrian Agama RI

Allah menerangkan tantangan orang musyrik Mekah kepada Rasulullah.
Seandainya yang dikatakan rasul itu benar, yaitu adanya hari kebangkitan hendaklah dia mengemukakan bukti kebenaran dan hendaklah dia menghidupkan kembali nenek moyang mereka yang telah mati dahulu.
Menurut mereka, seandainya Rasulullah ﷺ dapat membangkitkan (dari kubur) menghidupkan kembali nenek moyang mereka tentu hal ini dapat menjadi bukti adanya hari kebangkitan itu.

Maka Allah menjelaskan bahwa Dia kuasa mengumpulkan sesuatu yang berserakan, mulai dari benda padat, benda cair, dan udara, dari atom yang paling kecil sampai kepada molekul-molekul, semua dikumpulkan menjadi satu sehingga terbentuk seorang manusia.
Tahukah manusia dari mana asal makanan yang dimakannya, pakaian yang dipakainya, alat rumah tangga yang mereka gunakan, dan sebagainya.
Semua datang dari penjuru dunia yang berjauhan, kemudian dikumpulkan Tuhan pada suatu tempat untuk memenuhi keperluan dan keinginan seorang manusia.
Jika hal yang demikian itu dapat dilakukan Allah, tentu mengumpulkan kembali tulang yang berserakan, daging yang telah hancur luluh menjadi tanah, dan rekaman perbuatan-perbuatan yang telah dilakukan seseorang lebih mudah dilakukan-Nya, mengulang membuat sesuatu yang pernah ada jauh lebih mudah dari membuatnya pada pertama kalinya.

Dari keterangan demikian, dapat disimpulkan bahwa hari kebangkitan itu pasti terjadi.
Hanya saja waktunya belum diketahui dan hanya Allah saja yang mengetahuinya.
Yang jelas, hari kebangkitan itu akan terjadi setelah seluruh jagad raya mengalami kehancuran total termasuk semua isinya.
Itulah sebabnya Allah tidak melayani tantangan orang-orang musyrik, karena tidak berguna menjawabnya.
Tantangan itu dikemukakan mereka hanyalah untuk menutupi isi dan keinginan hati mereka.
Dikabulkan atau tidak permintaan mereka itu, mereka tidak juga akan beriman.