Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Abasa (Ia Bermuka masam) – surah 80 ayat 39 [QS. 80:39]

ضَاحِکَۃٌ مُّسۡتَبۡشِرَۃٌ
Dhaahikatun mustabsyiratun;
tertawa dan gembira ria,
―QS. Abasa [80]: 39

Laughing, rejoicing at good news.
― Chapter 80. Surah Abasa [verse 39]

ضَاحِكَةٌ tertawa

Laughing,
مُّسْتَبْشِرَةٌ gembira-ria

rejoicing at good news.

Tafsir

Alquran

Surah Abasa
80:39

Tafsir QS. Abasa (80) : 39. Oleh Kementrian Agama RI


Banyak muka orang-orang mukmin pada hari itu berseri-seri dengan penuh kegembiraan karena mereka dapat menyaksikan sendiri apa yang dijanjikan oleh Allah kepada orang-orang yang beriman ternyata semuanya dapat terlaksana dengan penuh kebahagiaan.
Mereka tertawa dan bergembira.

Tafsir QS. Abasa (80) : 39. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Hari itu akan tampak wajah yang berseri-seri, dan bersuka cita atas nikmat Tuhan.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Wajah-wajah para penghuni surga pada hari itu berseri-seri, berbahagia dan bergembira.
Sementara wajah-wajah penghuni neraka hitam kelam.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Tertawa dan gembira) atau bergembira, mereka itu adalah orang-orang yang beriman.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Banyak muka pada hari itu berseri-seri, tertawa dan gembira ria.
(QS. ‘Abasa [80]: 38-39).

Yakni manusia dihari itu ada dua golongan, ada yang muka mereka berseri-seri (bercahaya).

tertawa dan gembira-ria.
(QS. ‘Abasa [80]: 39)

Yaitu gembira senang yang telah menguasai hati mereka, yang hal tersebut dapat terlihat melalui roman muka mereka yang berseri-seri;
mereka ini adalah golongan ahli surga.

(وَوُجُوهٌ يَوْمَئِذٍ عَلَيْهَا غَبَرَةٌ * تَرْهَقُهَا قَتَرَةٌ)

dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu, dan ditutup lagi oleh kegelapan.
(QS. ‘Abasa [80]: 40-41)

Roman muka mereka tampak kelabu sehingga kelihatannya hitam.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Sahl ibnu Usman Al-Askari, telah menceritakan kepada kami Abu Ali alias Muhammad maula Ja’far ibnu Muhammad, dari Ja’far ibnu Muhammad, dari ayahnya, dari kakeknya yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Orang kafir dikekang oleh keringatnya, kemudian kegelapan menutupi roman muka mereka.
Kemudian beliau ﷺ bersabda, bahwa itulah yang dimaksud oleh firman Allah subhanahu wa ta’ala:
dan banyak (pula) muka pada hari itu tertutup debu.
(QS. ‘Abasa [80]: 40)

Ibnu Abbas mengatakan sehubungan dengan makna firman-Nya:
dan ditutup lagi oleh kegelapan.
(QS. ‘Abasa [80]: 41)
Yakni warna hitam menutupi roman muka mereka.

Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Mereka itulah orang-orang kafir lagi durhaka.
(QS. ‘Abasa [80]: 42)

Yaitu orang-orang yang hatinya kafir dan durhaka dalam amal perbuatannya, seperti yang disebutkan dalam ayat lain melalui firman-Nya:

dan mereka tidak akan melahirkan selain anak yang berbuat durhaka lagi kafir.
(QS. Nuh [71]: 27)

Kata Pilihan Dalam Surah Abasa (80) Ayat 39

DHAAHIK
ضَاحِك

Arti asal susunan huruf dha-ha-ka adalah terbuka dan ternampak.
Atas dasar makna ini, lafaz itu juga berarti tertawa.
Orang yang tertawa, wajahnya ceria dan gigi-giginya nampak.
Orang yang tertawa dalam bahasa Arab digunakan kata dhaahik dan dhaahikah

Kata kerja dhaahik dengan berbagai bentuk mufrad, jamak, mudzakkar dan muannats banyak disebut di dalam Al Qur’an.
Namun, kata nama (ism) yang disebut hanya dhaahik dan dhaahikah.
Ia disebut dua kali saja di dalam Al Qur’an yaitu dalam surah An Naml (27), ayat 19 dan surah ‘Abasa (80) ayat 39,

Dalam surah An Naml (27), ayat 19, lafaz dhaahik digunakan untuk menggambarkan keadaan Nabi Sulaiman semasa mendengar perkataan seekor semut yang mengingatkan kawan-kawannya supaya tidak dipijak oleh bala tentara Nabi Sulaiman yang akan lalu.
Mendengar perkataan itu, Nabi Sulaiman tersenyum (dhaahik) dan rasa keagungan nikmat Allah kepadanya sehingga beliau pun berdoa seperti yang disebut dalam ayat itu.

Dalam surah ‘Abasa (80), ayat 39, kata dhaahik digunakan untuk menggambarkan kebahagiaan di akhirat.
Sebahagian umat manusia nanti ada yang wajahnya bersinar tertawa dan bahagia.
Mereka inilah orang yang mendapat limpahan nikmat di syurga karena di dunia mereka beriman dan taat kepada peraturan-peraturan Allah.

Sumber : Kamus Al Qur’an, PTS Islamika SDN BHD, Hal: 326

Unsur Pokok Surah Abasa (عبس)

Surat ‘Abasa terdiri atas 42 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Najm.

Dinamai "Abasa" (ia bermuka masam) diambil dari perkataan ‘Abasa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah ﷺ menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam.
Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah ﷺ membacakan kepadanya ayat-ayat Alquran yang telah diturunkan Allah.
Tetapi Rasulullah ﷺ bermuka masam dan memalingkan muka dari lbnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap lbnu Ummi Maktum itu.

Keimanan:

Dalildalil ke-Esaan Allah.
▪ Keadaan manusia pada hari kiamat.

Lain-lain:

▪ Dalam berdakwah hendaknya memberikan penghargaan yang sama kepada orang-orang yang diberi dakwah.
▪ Cercaan Allah kepada manusia yang tidak mensyukuri nikmat-Nya.

Audio

QS. Abasa (80) : 1-42 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 42 + Terjemahan Indonesia

QS. Abasa (80) : 1-42 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 42

Gambar Kutipan Ayat

Surah Abasa ayat 39 - Gambar 1 Surah Abasa ayat 39 - Gambar 2
Statistik QS. 80:39
  • Rating RisalahMuslim
4.4

Ayat ini terdapat dalam surah Abasa.

Surah ‘Abasa (bahasa Arab:عبس) adalah surah ke-80 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 42 ayat.
Dinamakan ‘Abasa yang diambil dari kata ‘Abasa yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah ﷺ menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang dia harapkan agar mereka masuk Islam.
Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah ﷺ membacakan kepadanya ayat-ayat Alquran yang telah diturunkan Allah.
Tetapi Rasulullah ﷺ bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu.

Nomor Surah80
Nama SurahAbasa
Arabعبس
ArtiIa Bermuka masam
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu24
JuzJuz 30
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat42
Jumlah kata133
Jumlah huruf
Surah sebelumnyaSurah An-Nazi’at
Surah selanjutnyaSurah At-Takwir
Sending
User Review
4.6 (8 votes)
Tags:

80:39, 80 39, 80-39, Surah Abasa 39, Tafsir surat Abasa 39, Quran 'Abasa 39, Surah Abasa ayat 39

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 101 [QS. 3:101]

Dan bagaimana kamu sampai menjadi murtad dan kembali kafir, padahal ayat-ayat Allah dibacakan kepada kamu, dan Rasul-Nya pun berada di tengah-tengah kamu dan telah nyata kebenaran dakwah risalahnya? M … 3:101, 3 101, 3-101, Surah Ali Imran 101, Tafsir surat AliImran 101, Quran Al Imran 101, Surah Ali Imran ayat 101

QS. Al A’raaf (Tempat yang tertinggi) – surah 7 ayat 9 [QS. 7:9]

Dan barang siapa ringan timbangan kebaikan-nya karena banyak melakukan dosa, maka mereka itulah orang yang telah merugikan dirinya sendiri, karena mereka mengingkari ayat-ayat Kami. Padahal, ayat-ayat … 7:9, 7 9, 7-9, Surah Al A’raaf 9, Tafsir surat AlAraaf 9, Quran Al Araf 9, Al-A’raf 9, Surah Al Araf ayat 9

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut?

Benar! Kurang tepat!

Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan ...

Benar! Kurang tepat!

Penjelasan:
أَفْضَلُ الْجِهَادِ أَنْ يُجَاهَدَ الرَّجُلُ نَفْسَهَ وَ هَوَاهُ

(Jihad yang paling utama adalah seseorang berjihad [berjuang] melawan dirinya dan hawa nafsunya),
Hadits ini derajatnya shahih. Diriwayatkan oleh Ibnu An-Najjar dari Abu Dzarr Radhiyallahu anhu. Juga diriwayatkan oleh Abu Nu'aim dan Ad-Dailami. Hadits ini juga dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani di dalam Shahih Al-Jami'ush-Shaghîr, no 1099, dan beliau menjelaskannya secara rinci dalam Silsilah Ash-Shâhihah, no. 1496.

Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #14
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #14 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #14 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #17

اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- … 5 3 4 7 6 Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #21

Salah satu contoh hikmah beriman kepada qada bagi siswa adalah … jajan di kantin sekolah menjadi anak yang berbakti menjadi

Pendidikan Agama Islam #2

Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah … Taubah ayat 7 Taha ayat 7 Taha ayat 10 Taha ayat 6

Instagram