Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa? Klik di sini sekarang!

QS. Abasa (Ia Bermuka masam) – surah 80 ayat 37 [QS. 80:37]

لِکُلِّ امۡرِیًٔ مِّنۡہُمۡ یَوۡمَئِذٍ شَاۡنٌ یُّغۡنِیۡہِ
Likulliimri-in minhum yauma-idzin sya’nun yughniih(i);
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang menyibukkannya.
―QS. Abasa [80]: 37

For every man, that Day, will be a matter adequate for him.
― Chapter 80. Surah Abasa [verse 37]

لِكُلِّ bagi setiap

For every
ٱمْرِئٍ seseorang

man
مِّنْهُمْ dari mereka

among them
يَوْمَئِذٍ pada hari itu

that Day
شَأْنٌ urusan

(will be) a matter
يُغْنِيهِ menyibukkan

occupying him.

Tafsir

Alquran

Surah Abasa
80:37

Tafsir QS. Abasa (80) : 37. Oleh Kementrian Agama RI


Setiap manusia pada hari Kiamat yang dahsyat itu mempunyai urusan masing-masing yang cukup menyibukkannya sehingga tidak sempat memperhatikan orang lain.
Ketika masih di dunia, mereka saling memberikan pertolongan sampai menebus dengan harta bilamana diperlukan, apalagi jika bersangkutan dengan keselamatan anak-anaknya sendiri yang akan meneruskan generasinya yang akan datang atau mengenai kehormatan istrinya, orang yang paling dekat dan paling setia kepadanya.


Akan tetapi pada hari akhirat nanti, tidak ada kesempatan lagi untuk memperhatikan anggota-anggota keluarganya itu karena kedahsyatan pada hari Kiamat yang sangat menyibukkan itu.


Pada hari itu manusia terbagi dua golongan:
yang bahagia dan yang celaka, dan terhadap golongan yang pertama dinyatakan dalam ayat berikut ini.

Tafsir QS. Abasa (80) : 37. Oleh Muhammad Quraish Shihab:


Pada hari itu manusia sibuk dengan urusan masing-masing.

Oleh tim Mujamma’ Raja Fahd arahan Syaikh al-Allamah Dr. Shalih bin Muhammad Alu asy-Syaikh:


Apabila datang suara yang memekakkan telinga yang mendengarnya pada hari Kiamat, hari ketika manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya karena sangat dahsyatnya hari itu.
Setiap orang pada hari itu memiliki urusan yang membuatnya tidak mengurusi orang lain.

Oleh Jalaluddin al-Mahalli & Jalaluddin as-Suyuthi:



(Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya) yakni keadaan yang membuatnya tidak mengindahkan hal-hal lainnya, atau dengan kata lain setiap orang pada hari itu sibuk dengan urusannya masing-masing.

Oleh Ismail bin Umar Al-Quraisyi bin Katsir Al-Bashri Ad-Dimasyqi:


Firman Allah subhanahu wa ta’ala:

Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
(QS. ‘Abasa [80]: 37)

Yakni dia sangat sibuk dengan urusannya sendiri sehingga lupa kepada orang lain.

Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Ammar ibnul Haris Al-Walid ibnu Saleh.
telah menceritakan kepada kami Sabit alias Abu Zaid Al-Ubadani, dari Hilal ibnu Khabbab, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas yang mengatakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Kelak kalian akan dihimpunkan (di hari kiamat) dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, jalan kaki lagi dalam keadaan tidak bersunat (berkhitan).
Maka salah seorang istri beliau ﷺ ada yang bertanya,
"Wahai Rasulullah, apakah kita dapat melihat (yang lain), atau sebagian dari kita dapat melihat aurat sebagian yang lainnya?"
Maka Rasulullah ﷺ menjawab:
Tiap-tiap orang dari mereka di hari itu disibukkan dengan urusannya sendiri —atau— sibuk dengan urusannya sendiri hingga tidak sempat memandang (orang lain).

Imam Nasai telah meriwayatkan hadis ini secara tunggal dengan sanad yang sama, dari Abu Daud, dari Arim, dari Sabit ibnu Yazid alias Ibnu Zaid Al-Ahwal Al-Basri salah seorang siqah, dari Hilal ibnu Khabab, dari Sa’id ibnu Jubair, dari Ibnu Abbas dengan lafaz yang sama.

Imam Turmuzi telah meriwayatkan dari Abdullah ibnu Humaid, dari Muhammad ibnul Fadl, dari Sabit ibnu Zaid, dari Hilal ibnu Khabbab, dari Ikrimah, dari Ibnu Abbas, dari Nabi ﷺ yang telah bersabda:
Kelak kalian akaii dihimpunkan (di hari kiamat) dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, dan tidak berkhitan.
Maka seorang wanita bertanya."Apakah dapat melihat atau memandang sebagian dari kita kepada aurat sebagian yang lainnya?"’ Rasulullah ﷺ menjawab:
Hai Fulanah, tiap-tiap orang dari mereka di hari itu disibukkan oleh urusannya masing-masing.

Kemudian Imam Turmuzi mengatakan bahwa hadis ini kalau tidak hasan sahih, dan telah diriwayatkan hadis ini melalui berbagai jalur dari ibnu Abbas.

Imam Nasai mengatakan.
telah menceritakan kepadaku Amr ibnu Usrnan, telah menceritakan kepada kami Baqiyyah, telah menceritakan kepada kami Az-Zubaidi, telah menceritakan kepadaku Az-Zuhri, dari Urwah, dari Aisyah, bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Manusia dibangkitkan di hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, lagi tidak berkhitan.
Maka Siti Aisyah r.a. bertanya,
"Wahai Rasulullah, lalu bagaimanakah dengan aurataurat kami?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Masing-masing orang dari mereka di hari itu cukup sibuk dengan urusannya sendiri.

Imam Nasai meriwayatkan hadis ini secara tunggal dari jalur ini.

Kemudian Ibnu Abu Hatim mengatakan, telah menceritakan kepada kami ayahku, telah menceritakan kepada kami Azar ibnu Hatim, telah menceritakan kepada kami Al-Fadl ibnu Musa, dari Aid ibnu Syuraih.
dari Anas ibnu Malik yang mengatakan bahwa Siti Aisyah r.a. bertanya kepada Rasulullah ﷺ,
"Wahai Rasulullah, demi ayah dan ibuku yang menjadi tebusanmu, sesungguhnya aku hendak bertanya kepada engkau tentang suatu hadis, maka aku berharap semoga engkau menceritakannya kepadaku."
Rasulullah ﷺ menjawab,
"Jika aku mempunyai pengetahuan tentangnya, tentu aku akan menceritakannya kepadamu."
Siti Aisyah r.a. bertanya,
"Hai Nabi Allah, bagaimanakah keadaan kaum laki-laki ketika dihimpunkan?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
(Mereka dihimpunkan) dalam keadaan tidak beralas kaki lagi telanjang bulat.
Siti Aisyah berhenti sejenak, lalu bertanya lagi,"Bagaimanakah keadaan kaum wanita saat dihimpunkan?"
Nabi ﷺ menjawab:
Sama saja dalam keadaan tidak beralas kaki lagi telanjang.
Maka Siti Aisyah berkata, ‘"Aduhai kedua aurat ini pada hari kiamat nanti!"
Rasulullah ﷺ Bersabda:
Apakah yang dimaksud dengan pertanyaanmu?
Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku suatu ayat yang tidak akan membahayakanmu apakah kamu berpakaian ataukah tidak."
Siti Aisyah bertanya,"Ayat yang manakah;
hai Nabi Allah, yang engkau maksudkan?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Setiap orang dari mereka pada hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkannya.
(QS. ‘Abasa [80]: 37)

Al-Bagawi di dalam kitab tafsirnya mengatakan:


telah menceritakan kepada kami Ahmad ibnu Ibrahim Asy-Syuraihi, telah menceritakan kepadaku Ahmad ibnu Muhammad ibnu Ibrahim As-Sa’labi, telah menceritakan kepadaku Al-Husain ibnu Muhammad ibnu Abdullah, telah menceritakan kepada kami Abdullah ibnu Abdur Rahman, telah menceritakan kepada kami Muhammad ibnu Abdul Aziz, telah menceritakan kepada kami Ibnu Abu Uwais, telah menceritakan kepada kami ayahku, dari Muhammad ibnu Abu Iyasy, dari Ata ibnu Yasar, dari Saudah istri Nabi ﷺ yang telah menceritakan bahwa Rasulullah ﷺ pernah bersabda:
Kelak manusia dibangkitkan dalam keadaan tidak beralas kaki, telanjang, lagi tidak berkhitan, banjir keringat telah mengepung mereka hingga sampai batas telinga mereka.
Lalu Saudah bertanya,"Wahai Rasulullah, bagaimanakah dengan kedua aurat, tentu saja sebagian dari kita melihat sebagian yang lainnya?"
Rasulullah ﷺ menjawab:
Manusia sedang sibuk, tiap-tiap orang dari mereka di hari itu mempunyai urusan yang cukup menyibukkan dirinya.

Ditinjau dari segi jalurnya hadis ini garib sekali.
Dan hal yang sama telah diriwayatkan oleh Ibnu Jarir, dari Abu Ammar alias Al-Husain ibnu Hurayyis Al-Marwazi, dari Al-Fadl ibnu Musa dengan sanad yang sama.

Akan tetapi, Abu Hatim Ar-Razi mengatakan bahwa Aiz ibnu Syuraih orangnya daif dan hadisnya mengandung kelemahan.

Unsur Pokok Surah Abasa (عبس)

Surat ‘Abasa terdiri atas 42 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat An Najm.

Dinamai "Abasa" (ia bermuka masam) diambil dari perkataan ‘Abasa yang terdapat pada ayat pertama surat ini.

Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah ﷺ menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang beliau harapkan agar mereka masuk Islam.
Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah ﷺ membacakan kepadanya ayat-ayat Alquran yang telah diturunkan Allah.
Tetapi Rasulullah ﷺ bermuka masam dan memalingkan muka dari lbnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap Rasulullah terhadap lbnu Ummi Maktum itu.

Keimanan:

Dalildalil ke-Esaan Allah.
▪ Keadaan manusia pada hari kiamat.

Lain-lain:

▪ Dalam berdakwah hendaknya memberikan penghargaan yang sama kepada orang-orang yang diberi dakwah.
▪ Cercaan Allah kepada manusia yang tidak mensyukuri nikmat-Nya.

Audio

QS. Abasa (80) : 1-42 ⊸ Misyari Rasyid Alafasy
Ayat 1 sampai 42 + Terjemahan Indonesia

QS. Abasa (80) : 1-42 ⊸ Nabil ar-Rifa’i
Ayat 1 sampai 42

Gambar Kutipan Ayat

Surah Abasa ayat 37 - Gambar 1 Surah Abasa ayat 37 - Gambar 2
Statistik QS. 80:37
  • Rating RisalahMuslim
4.8

Ayat ini terdapat dalam surah Abasa.

Surah ‘Abasa (bahasa Arab:عبس) adalah surah ke-80 dalam Alquran.
Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 42 ayat.
Dinamakan ‘Abasa yang diambil dari kata ‘Abasa yang terdapat pada ayat pertama surah ini.
Menurut riwayat, pada suatu ketika Rasulullah ﷺ menerima dan berbicara dengan pemuka-pemuka Quraisy yang dia harapkan agar mereka masuk Islam.
Dalam pada itu datanglah Ibnu Ummi Maktum, seorang sahabat yang buta yang mengharap agar Rasulullah ﷺ membacakan kepadanya ayat-ayat Alquran yang telah diturunkan Allah.
Tetapi Rasulullah ﷺ bermuka masam dan memalingkan muka dari Ibnu Ummi Maktum yang buta itu, lalu Allah menurunkan surat ini sebagai teguran atas sikap rasulullah terhadap ibnu Ummi Maktum itu.

Nomor Surah80
Nama SurahAbasa
Arabعبس
ArtiIa Bermuka masam
Nama lain
Tempat TurunMekkah
Urutan Wahyu24
JuzJuz 30
Jumlah ruku’0
Jumlah ayat42
Jumlah kata133
Jumlah huruf
Surah sebelumnyaSurah An-Nazi’at
Surah selanjutnyaSurah At-Takwir
Sending
User Review
4.4 (20 votes)
Tags:

80:37, 80 37, 80-37, Surah Abasa 37, Tafsir surat Abasa 37, Quran 'Abasa 37, Surah Abasa ayat 37

Keluarga Anda ada yang belum mahir membaca Alquran? Ingin segera bisa?
Klik di sini sekarang!

Video


Panggil Video Lainnya

Ayat Lainnya

QS. Thaa Haa (Ta Ha) – surah 20 ayat 9 [QS. 20:9]

9. Usai menjelaskan keagungan Al-Qur’an dan tugas berat yang diamanahkan kepada Rasulullah, pada ayat-ayat berikut Allah menguraikan kisah Nabi Musa yang juga diberi amanah berat, yaitu berdakwah kepa … 20:9, 20 9, 20-9, Surah Thaa Haa 9, Tafsir surat ThaaHaa 9, Quran Thoha 9, Thaha 9, Ta Ha 9, Surah Toha ayat 9

QS. Ali Imran (Keluarga ‘Imran) – surah 3 ayat 180 [QS. 3:180]

Setelah pada ayat-ayat yang lalu Allah mendorong untuk berkorban jiwa, maka pada ayat ini Allah memerintahkan agar berkorban harta benda untuk perjuangan. Ketika mendapat panggilan untuk berjuang di j … 3:180, 3 180, 3-180, Surah Ali Imran 180, Tafsir surat AliImran 180, Quran Al Imran 180, Surah Ali Imran ayat 180

Hadits Shahih

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Orang yang suka berbohong adalah orang ...

Benar! Kurang tepat!

Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang ...

Benar! Kurang tepat!

Lawan kata dari jujur ​​adalah ...

Benar! Kurang tepat!

+

Array

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah ...

Benar! Kurang tepat!

Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan ...

Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #5
Ingatan kamu cukup bagus untuk menjawab soal-soal ujian sekolah ini.

Pendidikan Agama Islam #5 1

Mantab!! Pertahankan yaa..
Jawaban kamu masih ada yang salah tuh.

Pendidikan Agama Islam #5 2

Belajar lagi yaa...

Bagikan Prestasimu:

Soal Lainnya

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Tidak ada dari siku ke lutut dari leher ke pergelangan kaki seluruh tubuh kecuali wajah

Pendidikan Agama Islam #25

أَلَمْ dalam surah Al-Insyirah berarti … binasalah bukankah berbukalah baiklah biarlah Benar! Kurang tepat! Penjelasan:أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ a lam

Pendidikan Agama Islam #24

Allah Subhanahu Wa Ta`ala Melihat semua apa yang di lakukan oleh hambanya, karena Allah bersifat … العدل العظيم العظيم الرحمن

Instagram