H.R. Bukhari: 4720 – Tentang Mahar Dalam Pernikahan

Syighar dalam pernikahan?

Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 4720

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا:

أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى عَنْ الشِّغَارِ، وَالشِّغَارُ أَنْ يُزَوِّجَ الرَّجُلُ ابْنَتَهُ عَلَى أَنْ يُزَوِّجَهُ الأَخَرُ ابْنَتَهُ لَيْسَ بَيْنَهُمَا صَدَاقٌ.

 

Dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhu:

Bahwa Rasulullah ﷺ melarang Al-Syighar. Al-Syighar adalah seseorang menikahkan anak perempuannya kepada orang lain, sebagai gantinya orang lain tersebut juga menikahkan anak perempuannya dengannya, sedangkan diantara keduanya tidak ada mahar.

 

Pesan hadits yang disampaikan:

Mahar adalah salah satu hal yang diwajibkan dalam akad pernikahan. Syighar tidak diperbolehkan oleh agama karena tidak adanya mahar dalam pernikahan tersebut. Bentuk syighar adalah seorang pria menikahkan putrinya dengan temannya, sementara ia menikah dengan putri temannya tersebut, dan keduanya berlangsung tanpa mahar.







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim