Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

HR. Bukhari: 3189 – Tentang Larangan Melampaui Batas Dalam Memuji Rasulullah

Jangan melampaui batas dalam memuji Rasulullah ﷺ!

Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 3189

عَنْ عُمَر رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ : سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ:

لاَ تُطْرُونِي كَمَا أَطْرَتْ النَّصَارَى ابْنَ مَرْيَمَ، فَإِنَّمَا أَنَا عَبْدُهُ فَقُولُوا: عَبْدُ اللَّهِ وَرَسُولُهُ.

 

Dari Umar radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Aku mendengar Nabi ﷺ bersabda:

Janganlah kalian melampaui batas dalam memujiku sebagaimana orang Nashrani melampaui batas dalam memuji (Isa) ibn Maryam.
Sesungguhnya aku hanyalah hamba-Nya, maka itu katakanlah:
Abdullah wa rasuuluh (hamba Allah dan utusan-Nya).

 

Pesan hadits yang disampaikan:

1. Rasulullah ﷺ melarang umatnya melampaui batas dalam memuji beliau. Melampaui batas yang dimaksud adalah menisbatkan sifat-sifat Allah kepada Rasulullah ﷺ, seperti mengetahui ghaib, padahal Rasulullah ﷺ hanya mengetahui hal ghaib yang Allah beritahu kepada beliau. Melampaui batas juga bisa termasuk mengarang sesuatu dan mengatakannya sebagai mukjizat Rasulullah ﷺ, atau memuji Rasulullah ﷺ dengan hal yang dusta.

2. Rasulullah ﷺ melarang umatnya melampaui batas dalam memuji beliau sebagaimana kaum Nashrani melampaui batas dalam memuji Isa ibn Maryam, mereka sampai mengatakan bahwa Nabi Isa merupakan Tuhan.





▪ larangan memuji dalam islam

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Podcast

Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim