Generic selectors
Exact matches only
Search in title
Search in content
Search in posts
Search in pages

Lafal Dzikir [14] (Cukuplah Allah)

حَسْبُنَا اللَّهُ وَنِعْمَ الْوَكِيلُ

Hasbunallaah wa ni’mal wakiil.

Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.

HR. Bukhari no. 4563.

Hadits selengkapnya:
Kata sahabat Ibnu ‘Abbas, ia berkata bahwa “hasbunallaah wa ni’mal wakiil” adalah perkataan Nabi ‘Ibrahim ‘alaihis salaam ketika beliau akan dilempar di api. Sedangkan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan kalimat tersebut dalam ayat, “‘Sesungguhnya manusia telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka,’ maka perkataan itu menambah keimanan mereka dan mereka menjawab, ‘Cukuplah Allah menjadi Penolong kami, dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung.'” (Ali Imran [3]: 173).

Kalimat ini termasuk dzikir sederhana, namun mengandung makna yang luar biasa. Dzikir ini menandakan bahwa seorang hamba hanya pasrah pada Allah dan menjadikan-Nya sebagai tempat bersandar.

Ibnul Jauzi dalam Zaadul Masiir berkata bahwa maksud “hasbunallaah” ialah Allah-lah yang mencukupi segala urusan mereka. Sedangkan “al wakiil”, kata Al Faro’ berarti orang yang mencukupi. Demikian pula kata Ibnul Qosim. Sedangkan Ibnu Qutaibah berkata bahwa makna “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab (yang menjamin). Al Khottobi berkata bahwa “al wakiil” adalah yang bertanggung jawab memberi rizki dan berbagai maslahat bagi hamba.

Dalam tafsir Al Jalalain disebutkan makna dzikir di atas ialah Allah-lah yang mencukupi urusan mereka dan Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar dalam segala urusan.

Syaikh As Sa’di dalam kitab tafsirnya memaparkan, Maksud “hasbunallaah” adalah Allah-lah yang mencukupi urusan mereka, dan “ni’mal wakiil” adalah Allah-lah sebaik-baik tempat bersandar segala urusan hamba dan yang mendatangkan maslahat.

Syaikh Al Imam Al ‘Arif rahimahullah berkata bahwa dalam hadits di atas adalah isyarat dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pada para sahabatnya agar mereka rujuk (kembali) pada Allah Ta’ala, bersandar pada-Nya, sadar bahwa tidak ada daya dan kekuatan melainkan dari-Nya. Kalimat “hasbunallaah” adalah tanda bahwa hamba benar-benar butuh pada Allah dan itu sudah amat pasti. Lalu tidak ada keselamatan kecuali dari dan dengan pertolongan Allah. Tidak ada tempat berlari kecuali pada Allah. Allah Ta’ala berfirman, “Maka segeralah kembali kepada (mentaati) Allah. Sesungguhnya aku seorang pemberi peringatan yang nyata dari Allah untukmu.” (Adz Dzariyat [51]: 50). (Bahrul Fawaid karya Al Kalabadzi).

Sumber: http://muslim.or.id/tazkiyatun-nufus/hasbunallah-wa-nimal-wakiil.html







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Podcast

Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim