Kitab Thaharah (Bersuci). BAB VIII : TENTANG MADI DAN HUKUM JUNUB – Hadits Ke-102

HADITS KE-102

وَعَنْ أُمِّ سَلَمَةَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا قَالَتْ:
( قُلْتُ:
يَا رَسُولَ اَللَّهِ إِنِّي اِمْرَأَةٌ أَشُدُّ شَعْرَ رَأْسِي أَفَأَنْقُضُهُ لِغُسْلِ اَلْجَنَابَةِ؟ وَفِي رِوَايَةٍ:
وَالْحَيْضَةِ؟ فَقَالَ:
لَا إِنَّمَا يَكْفِيكِ أَنْ تَحْثِي عَلَى رَأْسِكِ ثَلَاثَ حَثَيَاتٍ ) رَوَاهُ مُسْلِم

Ummu Salamah Radliyallaahu ‘anhu berkata:
Aku bertanya wahai Rasulullah sungguh aku ini wanita yang mengikat rambut kepalaku.
Apakah aku harus membukanya untuk mandi jinabat؟ Dalam riwayat lain disebutkan:
Dan mandi dari haid؟ Nabi menjawab:
"Tidak tapi kamu cukup mengguyur air di atas kepalamu tiga kali."
Riwayat Muslim.








Video Pembahasan


Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


[ngg_images source=random_images container_ids='1,2,6,8' display_type=photocrati-nextgen_basic_thumbnails images_per_page=1000 order_by='rand()' maximum_entity_count=12 number_of_columns=3]
Ikuti RisalahMuslim
               



Ikuti RisalahMuslim