Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Kitab Thaharah (Bersuci). BAB I : TENTANG AIR – Hadits Ke-5

HADITS KE-5

وَعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ :
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
لَا يَغْتَسِلْ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ وَهُوَ جُنُبٌ أَخْرَجَهُ مُسْلِمٌ

لِلْبُخَارِيِّ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ فِي الْمَاءِ الدَّائِمِ الَّذِي لَا يَجْرِي ثُمَّ يَغْتَسِلُ فِيهِ

وَلِمُسْلِمٍ مِنْهُ وَلِأَبِي دَاوُد :
وَلَا يَغْتَسِلُ فِيهِ مِنْ الْجَنَابَةِ

Dari Abu Hurairah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:

“Janganlah seseorang di antara kamu mandi dalam air yang tergenang (tidak mengalir) ketika dalam keadaan junub.”
Dikeluarkan oleh Muslim.

Menurut Riwayat Imam Bukhari:
“Janganlah sekali-kali seseorang di antara kamu kencing dalam air tergenang yang tidak mengalir kemudian dia mandi di dalamnya.”

Menurut riwayat Muslim dan Abu Dawud:
“Dan janganlah seseorang mandi junub di dalamnya.”

Kosa Kata:

– Kata الدائم (ad daa-im) artinya tenang dan diam (tidak mengalir)

– Kata الذي لا يجري (alladzi laa yajri) = yang tidak mengalir, merupakan penafsiran dari air yang tenang.

– Kata جنب (junub) artinya mengalami janabah, yaitu hadats yang diakibatkan oleh hubungan intim suami-istri atau keluarnya air mani.

– Kata منه (minhu) = darinya, memberikan makna larangan mengambil air (bekas dikencingi) dari dalam suatu tempat dan mandi di luar tempat tersebut (tidak mencebur ke dalamnya).

– Kata فيه (fiihi) = di dalamnya, memberikan makna larangan mencebur (masuk) ke dalam tempat air (bekas dikencingi) tersebut.

– Kata جنابة (janabah) adalah sifat bagi orang yang keluar air maninya atau dengan sebab hubungan intim, sampai ia bersuci.

Faedah Hadits:

1. Larangan mandi janabah di dalam air yang tenang (tidak mengalir).

2. Larangan berkonsekuensi haram, maka haram mandi janabah di dalam air yang tenang.

3. Larangan ini (mandi janabah di dalam air yang tenang) menunjukkan rusaknya sesuatu yang dilarang (yaitu rusaknya air bekas mandi janabah).

4. Larangan kencing di dalam air yang tenang, kemudian mandi janabah di dalamnya.

5. Larangan berkonsekuensi haram, maka haram mandi janabah di dalam air yang dikencingi.

6 Larangan ini (mandi janabah di dalam air yang dikencingi) juga menunjukkan rusaknya yang dilarang (yaitu rusaknya air bekas dikencingi dan mandi janabah).

7. Secara zhohir, hadits ini tidak membedakan antara air yang sedikit ataupun banyak.

8. Rusak yang diakibatkan oleh kedua larangan tersebut adalah rusaknya air, karena menjadi kotor dan menjijikkan bagi orang-orang yang akan menggunakannya.
Dan akan dijelaskan –insyaAllah- perbedaan pendapat mengenai air musta’mal (air bekas digunakan), apakah menggunakannya untuk thoharoh (bersuci) akan menghasilkan kesucian atau tidak.

9. Larangan dari kencing atau mandi di dalam air yang tenang tidak secara mutlak berdasarkan kesepakatan.
Air yang sangat banyak tidak termasuk yang dilarang berdasarkan kesepakatan, dan peng-khusus-an (air yang sangat banyak) ini dikhususkan oleh ijma’.

10. Imam Ash Shon’ani berkata di Subulus Salam, “yang sesuai dengan kaidah bahasa arab bahwa yang dilarang di dalam hadits adalah menggabungkan (kencing kemudian mandi sekaligus), karena kata ثم (kemudian) tidak memberikan makna sebagaimana yang diberikan oleh wawu ‘athof (= dan), kata ثم memberikan makna gabungan dan berurutan (kencing kemudian mandi sekaligus di dalam air yang sama).

11. Ibnu Daqiqil ‘Ied berkata, “larangan menggabungkan (kencing kemudian mandi) diambil dari satu hadits, dan larangan dari masing-masing (mandi saja atau kencing saja) diambil dari hadits lain”

Riwayat-riwayat yang ada di bab ini memberi faedah antara lain:

Riwayat Muslim:
larangan dari mandi dengan mencebur (masuk) ke dalam air yang tenang, dan larangan mengambil air bekas dikencingi untuk mandi.

– Riwayat Bukhori:
larangan dari kencing kemudian mandi sekaligus (di dalam air yang diam tersebut).

Riwayat Abu Dawud:
larangan dari masing-masing (kencing saja atau mandi saja).

Dari seluruh riwayat tersebut disimpulkan bahwa seluruhnya terlarang, hal ini karena kencing atau mandi di dalam air yang tenang menyebabkan air kotor dan menjijikkan bagi orang lain meskipun air tidak sampai najis.

12. Keharaman ini juga berlaku untuk buang air besar dan istinja’ (mencebok) di dalam air yang tenang yang tidak mengalir.

13. Haram merugikan orang lain dan memberikan mudhorot kepada mereka dengan amalan apapun yang tidak diridhoi, yang lebih besar mudhorotnya daripada manfaatnnya.

Perbedaan Pendapat Ulama:

Para ulama berbeda pendapat apakah larangan ini berkonsekuensi haram atau makruh.

– Madzhab Malikiyah berpendapat makruh, karena air tetap dalam keadaan suci.

– Madzhab Hanabilah dan Zhohiriyyah berpendapat haram.

– Sebagian ulama berpendapat haram pada air yang sedikit, dan makruh pada air yang banyak.

Secara zhohir, larangan tersebut hukumnya haram baik pada air yang sedikit maupun banyak, meskipun air tidak ternajisi, ‘illah (sebab) nya adalah karena kotornya air dan menjijikkan bagi orang lain.

Peringatan:
dikecualikan air yang sangat banyak (seperti air laut dan danau) berdasarkan kesepakatan sebagaimana yang telah dijelaskan di atas.

Diterjemahkan dari kitab Taudhihul Ahkam min Bulughil Marom karya Syaikh Abdullah Al Bassam hafizhohullah


Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


Load More

Al Fattaah

Apa itu Al Fattaah? Allah itu Al-Fattah ◀ Allah itu Al-Fattah, maksudnya adalah Allah Maha Pembuka Pintu Rahmat bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dan percaya kepada-Nya. Saat kita menghadapi masalah, berdoalah hanya kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. &128161; Karena Dialah yang akan memberikan rahmat kepada kita semua dan memberikan jalan keluar terbaik untuk me … • Al-Fattaah, Al-Fattah, Al Fattah, Al-Fatah, Al Fatah

Hafshah binti Umar

Siapa itu Hafshah binti Umar? Hafshah binti Umar adalah salah seorang istri Nabi Muhammad. Ia seorang janda dari seorang pria bernama Khunais bin Hudhafah al-Sahmiy yang meninggal dunia saat Perang Badar. Nama lengkap Hafshah adalah Hafshah binti Umar bin Khaththab bin Naf’al bin Abdul-Uzza bin Riyah bin Abdullah bin Qurt bin Rajah bin Adi bin Luay dari suku Ara … • Hafsa bint Umar, Hafshah, Hafsah

Ulil Albab

Apa itu Ulil Albab? Kata Ulil Albab dalam pengertian secara sederhana sering diartikan sebagai orang yang Berakal atau orang yang berfikir. Pengertian ini tidak salah kalau kita tinjau dari sudut istilah bahasa Indonesia. Akan tetapi, mungkin sudah waktunya kita memahami dan mendalami dengan lebih mendalam dan lebih spesifik lagi. Sehingga kita dapat merenungi secara … •

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Allah mengirim rasul, yaitu Nabi Syu’ayb.
Dia menyerukan ketauhidan & beribadah kepada Allah, takut kepada hari akhir & melakukan apa yang datangkan pahala sebagaimana yang mereka harapkan, serta melarang untuk terus melakukan perusakan bumi
QS. Al-‘Ankabut [29]: 36

Katakanlah,
“Sesungguhnya salatku, seluruh ibadahku, ketaatanku selama hidup, iman & amal saleh yang akan aku bawa mati, semua murni hanya untuk Allah yang telah menciptakan semua makhluk.
Hanya Allah yang pantas disembah & ditaati.
QS. Al-An’am [6]: 162

Pengetahuan tentang kiamat adalah pada sisi Tuhanku,
tak seorangpun dapat jelaskan waktu kedatangannya selain Dia.
Kiamat itu amat berat (huru haranya) yang di langit & di bumi.
Kiamat tak datang kepadamu melainkan dengan tiba-tiba
QS. Al-A’raf [7]: 187

Andaikata kebenaran itu menuruti hawa nafsu mereka, pasti binasalah langit & bumi dan semua yang ada di dalamnya. Sebenarnya Kami telah datangkan kepada mereka kebanggaan (Alquran) mereka tetapi mereka berpaling dari kebanggaan itu.
QS. Al-Mu’minun [23]: 71

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #3

Pembatasan aurat wanita adalah … Berikut ini yang bukan termasuk orang-orang pertama yang menyambut ajakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah … Dalam Islam, pakaian harus … Sebelum berpakaian, kita harus … Bagian tubuh yang tidak ditampakkan sesuai dengan ajaran Islam disebut …

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Kamus

Zalim

Apa itu Zalim? Zalim dalam ajaran Islam adalah meletakkan sesuatu/ perkara bukan pada tempatnya. Orang yang berbuat zalim disebut zalimin dan lawan kata dari zalim adalah adil. Etimologi Kata zalim...

Al Malik

Apa itu Al Malik? Allah itu Al-Malik ◀ Allah itu Al-Malik yang memiliki makna atau Yang Maha Merajai atau Raja dari segala raja. Allah adalah Raja penguasa alam semesta, Dialah yang memiliki kekua...

Al ‘Aliy

Apa itu Al ‘Aliy? Allah itu Al-Aliyy ◀ yaitu Allah adalah Yang Maha Tinggi. Allah itu Maha Tinggi kedudukannya, sehingga tidak akan ada yang mampu menyamai atau melampaui-Nya. Allah Ta’...

mubarat

Apa itu mubarat? mu.ba.rat perceraian atas permintaan pihak istri dengan tidak bersyarat … •

abangan

Apa itu abangan? abang.an golongan masyarakat yang menganut agama Islam, tetapi tidak melaksanakan ajaran secara keseluruhan talang air pada atap rumah dan sebagainya … •

mauquf

Apa itu mauquf? Al Mauquf berasal dari waqf yang berarti berhenti. Seakan-akan perawi menghentikan sebuah hadis pada sahabat. Hadis mauquf menurut istilah adalah: perkataan atau perbuatan atau taqrir ...