Kitab Shalat. BAB V : TENTANG ANJURAN KHUSYU DALAM SHALAT – Hadits Ke-189

HADITS KE-189

عَنْ عَائِشَةَ –رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا– قَالَتْ :
( سَأَلْتُ رَسُولَ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم عَنْ اَلِالْتِفَاتِ فِي اَلصَّلَاةِ ?
فَقَالَ :
هُوَ اِخْتِلَاسٌ يَخْتَلِسُهُ اَلشَّيْطَانُ مِنْ صَلَاةِ اَلْعَبْدِ ) رَوَاهُ اَلْبُخَارِيُّ .
وَلِلتِّرْمِذِيِّ :
عَنْ أَنَسٍ – وَصَحَّحَهُ – ( إِيَّاكَ وَالِالْتِفَاتَ فِي اَلصَّلَاةِ فَإِنَّهُ هَلَكَةٌ فَإِنْ كَانَ فَلَا بُدَّ فَفِي اَلتَّطَوُّعِ )

‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu berkata:
Aku bertanya kepada Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam tentang (hukumnya) menoleh dalam sholat.
Beliau menjawab:
Ia adalah copetan yang dilakukan setan terhadap sholat hamba.
Riwayat Bukhari.
Menurut hadits shahih Tirmidzi:
Hindarilah dari berpaling dalam shalat karena ia merusak jika memang terpaksa lakukanlah dalam sholat sunat.




Podcast

Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


[ngg src="galleries" ids="1,2,6" display="basic_thumbnail" override_thumbnail_settings="1" images_per_page="6" number_of_columns="3" ajax_pagination="0" order_by="rand()"]
Ikuti RisalahMuslim