[KITAB SHALAT] BAB III : TENTANG SYARAT-SYARAT SHALAT – HADITS KE-167

HADITS KE-167

وَعَنْ اِبْنِ عُمَرَ – رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا-]قَالَ] : ( نَهَى اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم أَنْ يُصَلَّى فِي سَبْعِ مَوَاطِنَ : اَلْمَزْبَلَةِ وَالْمَجْزَرَةِ وَالْمَقْبَرَةِ وَقَارِعَةِ اَلطَّرِيقِ وَالْحَمَّامِ وَمَعَاطِنِ اَلْإِبِلِ وَفَوْقَ ظَهْرِ بَيْتِ اَللَّهِ ) رَوَاهُ اَلتِّرْمِذِيُّ وَضَعَّفَهُ

Dari Ibnu Umar Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam melarang untuk sholat di tujuh tempat: tempat sampah tempat penyembelihan hewan pekuburan tengah jalan kamar mandi/WC kandang unta dan di atas Ka’bah. Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan dinilai lemah olehnya.








Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim