Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Kitab Nikah. BAB VI : TENTANG PEMBAGIAN GILIRAN – Hadits Ke-863

HADITS KE-863

وَعَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهَا- ( أَنَّ سَوْدَةَ بِنْتَ زَمْعَةَ وَهَبَتْ يَوْمَهَا لِعَائِشَةَ , وَكَانَ اَلنَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم يَقْسِمُ لِعَائِشَةَ يَوْمَهَا وَيَوْمَ سَوْدَةَ ) مُتَّفَقٌ عَلَيْه ِ

Dari ‘Aisyah Radliyallaahu ‘anhu bahwa Saudah Binti Zam’ah pernah memberikan hari gilirannya kepada ‘Aisyah.
Maka Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam memberi giliran kepada ‘Aisyah pada harinya dan pada hari Saudah.
Muttafaq Alaihi.

Takhrij Hadits Secara Global

Di dalam kitab Bulûghul Marâm karya Syaikh Ibn Hajar al-‘Asqalâny menyebutkan bahwa hadits diatas, diriwayatkan secara sepakat oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Namun, kami tidak mendapatkan riwayat dari Imam Muslim yang sama seperti lafazh tersebut.

Hadits ini diriwayatkan juga oleh Abu Daud, Ibnu Majah dan Imam Ahmad.

Beberapa Pelajaran Dari Hadits

Saudah binti Zam’ah al-Qurasyiyyah al-‘Âmiriyyah adalah isteri kedua dari Rasulullah disamping isteri-isteri yang lain.
Beliau menikahinya setelah Khadijah wafat.
Saat telah berumah tangga dengan beliau, usianya sudah tua dan kondisinya semakin lemah.
Karenanya, dia khawatir, beliau shallallâhu ‘alaihi wa sallam akan menceraikannya sehingga dirinya akan kehilangan martabat yang mulia dan nikmat yang agung sebagai salah seorang isteri Rasulullah.
Dari itu, dia dengan ikhlas merelakan jatah gilirnya kepada ‘Aisyah asalkan dapat tetap menjadi isteri beliau.
Beliau-pun menerima cara yang dia lakukan ini.
Dan tatkala Rasulullah wafat, dia masih tetap berpredikat sebagai salah seorang dari Ummahâtul Mukminîn.

Abu Dâwud ath-Thayâlisy meriwayatkan dari Ibn ‘Abbâs, dia berkata:
“Saudah khawatir dithalaq oleh Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam, lalu dia berkata kepada beliau:
‘Wahai Rasulullah! Janganlah engkau menthalaqku dan jadikanlah jatah gilirku untuk ‘Aisyah!’.
Beliau pun setuju melakukan itu sehingga turunlah ayat ini:

“Dan jika seorang wanita (isteri) khawatir akan nusyuz atau sikap tidak acuh dari suaminya, maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka)”.(QS. an-Nisâ`/04:128)

Dan di dalam kitab ‘ash-Shahîhain’ (Shahîh Bukhâry dan Muslim) dari ‘Aisyah, dia berkata:
“Tatkala usia Saudah sudah senja (tua), maka dia memberikan (secara sukarela) jatah gilirnya kepada ‘Aisyah.
Lalu, Nabi shallallâhu ‘alaihi wa sallam membagikan jatah gilirnya tersebut untuk ‘Aisyah”.

Hadits diatas mengindikasikan kebolehan berdamai antara suami-isteri.
Hal ini bisa dilakukan ketika si isteri merasa suaminya sudah mulai menjauhi atau berpaling darinya sementara dia sendiri takut untuk diceraikan seperti bilamana terputus seluruh haknya atau sebagiannya dari pembagian nafkah, pakaian, tempat tinggal dan sebagainya yang semula adalah bagian dai kewajiban suami terhadapnya.
Sedangkan suami, boleh menerima hal itu darinya dan si isteri tidak berdosa dengan memberikan jatah gilirnya.
Demikian pula, dia tidak berdosa bila menerimanya.
Oleh karena itu, Allah Ta’ala berfirman:
“maka tidak mengapa bagi keduanya mengadakan perdamaian yang sebenar-benarnya, dan perdamaian itu lebih baik (bagi mereka)”.
Artinya, bahwa perdamaian itu lebih baik daripada berpisah dan bercerai.

Tindakan yang dilakukan oleh Ummul Mukminin, Saudah radliallâhu ‘anha adalah tindakan yang bijaksana sekali.
Karenanya, berdasarkan riwayat yang shahih, ‘Aisyah pernah mengomentarinya:
“Tidak ada orang yang aku lebih suka menjadi selumur (kulit luar selongsong ular) baginya (selain) dari Saudah”.
Hal itu diucapkannya karena sedemikian kagumnya dia terhadap sikap Saudah.
Saudah wafat pada akhir masa kekhalifahanUmar radliallâhu ‘anhu.

Para ulama berkata:
“Bila seorang isteri memberikan jatah gilir hari dan malamnya untuk salah seorang isteri yang lain (madu) dari suaminya, maka hal itu tidak menjadi keniscayaan bagi hak sang suami dan tidak berpengaruh besar.
Jadi, dia boleh saja mendatangi si pemberi jatah gilirnya ini atau tidak rela bersamanya karena sudah cukup dengan isteri yang lainnya.
Tetapi jika dia (suami) rela maka hal itu boleh”.

Jika si suami memiliki banyak isteri (tiga orang atau empat orang), lalu isteri yang merelakan jatah gilirnya ini menentukan kepada salah seorang diantara madu-madunya tersebut, maka hal itu dianggap berlaku secara hukum sebagaimana dengan kisah Saudah terhadap ‘Aisyah diatas.
Tetapi, jika dia membiarkan jatahnya itu tanpa menentukan kepada siapa diantara madu-madunya itu yang dia beri, maka hendaknya si suami menyamakan jatah yang satu dengan yang lainnya.
Dalam hal ini, tidak memasukkan lagi jatah gilir si pemberi tersebut.

Isteri yang telah memberikan jatah gilirnya kepada madunya boleh saja menarik kembali pemberiannya itu dari suaminya kapanpun dia menghendaki sebab hukum asal semua pemberian (Hibah) adalah dibolehkan menarik/mengambilnya kembali selama belum dipegang (disepakati perjanjiannya) baik untuk yang sekarang maupun untuk yang akan datangnya.

Wallahu a’lam.

(Diambil dari Kitab Tawdlîh al-Ahkâm Min Bulûgh al-Marâm, karya Syaikh ‘Abdullah Âli Bassam, Jld.
IV, Hal.
519-520, No.
921).


Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


Load More

Luqman

Apa itu Luqman? Surah Luqman adalah surah ke-31 dalam Alquran. Surah ini terdiri dari atas 34 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Surah ini diturunkan setelah surah As-Saffat. Nama Luqman diambil dari kisah tentang Luqman yang diceritakan dalam surah ini tentang bagaimana ia mendidik anaknya. < ... • Luqman, Lukman

Talbinah

Apa itu Talbinah? Talbinah adalah makanan yang terbuat dari tepung gandum, biasanya dibuat dengan menambahkan susu dan madu atau juga bubuk barley kering. Dinamakan talbinah, konon dikarenakan ia memiliki kemiripan dengan susu , yaitu karena sifatnya yang lembut dan putih. Talbinah sebagai obat Nabawi Dalam Islam, terdapat riwayat dari Nabi Muhamma … •

pondok

Apa itu pondok? pon.dok bangunan untuk tempat sementara ; teratak; di tepi hutan yang hendak dibuka itu didirikan beberapa buah pondok; rumah ; jika Anda tidak berkeberatan, silakan singgah sebentar di pondok saya; bangunan tempat tinggal yang berpetak-pe … •

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

maka berkatalah orang-orang yang zalim:

“Ya Tuhan kami,
beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit,
niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau & akan mengikuti rasul-rasul”
QS. Ibrahim [14]: 44

Kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam prasangka. Di situlah diuji orang-orang Mukmin (mereka mendapat cobaan supaya menjadi jelas, siapa Mukmin yang benar & siapa yang gadungan) & hati mereka diguncang dengan guncangan yang sangat.
QS. Al-Ahzab [33]: 10-11

Dan petunjuk yang aku ikuti hanya dari Allah. Kepada-Nya aku bertawakal dan kepada-Nya (pula) aku kembali.
QS. Hud [11]: 88

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang … Bekerja tepat waktu adalah salah satu ciri orang yang …

Pendidikan Agama Islam #1

Arti fana adalah … Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang ..Allah memiliki sifat Al Kariim yang tercantum dalam Alquran surah … Tuhan memiliki sifat Al Matiin, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah zat Yang … Dalam Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al Matiin yang tercantum dalam Alquran surah …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus

ilmu fikih

Apa itu ilmu fikih? pengetahuan tentang kewajiban yang diperintahkan oleh agama Islam; ilmu tentang hukum syarak … •

At Tawwaab

Apa itu At Tawwaab? Allah itu At-Tawwab ◀ Artinya Allah adalah Maha Penerima Taubat. Untuk itu jangan berputus asa mendapatkan ampunan Allah dengan cara bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada-Nya....

Rasul

Siapa itu Rasul? Rasul adalah seseorang yang mendapat wahyu dari Allah dengan suatu syari’at dan ia diperintahkan untuk menyampaikannya dan mengamalkannya. Setiap rasul pasti seorang nabi, namu...

jaiz

Apa itu jaiz? ja.iz diizinkan menurut agama ; mubah … •

dinul-Islam

Apa itu dinul-Islam? di.nul-Is.lam agama Islam; umat Islam wajib melaksanakan syariat dinul-Islam Islam di dalam kehidupan sehari-hari … •

Bani Qaynuqa

Siapa itu Bani Qaynuqa? Bani Qaynuqa adalah satu di antara tiga suku Yahudi yang tinggal di Yatsrib, sekarang Madinah. Pada tahun 624, mereka diusir oleh Nabi Islam, Muhammad, karena dituduh melangga...