Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Kitab Nikah. BAB I : TENTANG NIKAH – Hadits Ke-785

HADITS KE-785

وَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رضي الله عنه قَالَ :
( عَلَّمَنَا رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم اَلتَّشَهُّدَ فِي اَلْحَاجَةِ :
إِنَّ اَلْحَمْدَ لِلَّهِ , نَحْمَدُهُ , وَنَسْتَعِينُهُ , وَنَسْتَغْفِرُهُ , وَنَعُوذُ بِاَللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا , مَنْ يَهْدِهِ اَللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ , وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اَللَّهُ , وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ وَيَقْرَأُ ثَلَاثَ آيَاتٍ ) رَوَاهُ أَحْمَدُ , وَالْأَرْبَعَةُ , وَحَسَّنَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ , وَالْحَاكِمُ

Abdullah Ibnu Mas’ud berkata:
Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam mengajari kami khutbah pada suatu hajat:
(artinya = Sesungguhnya segala puji bagi Allah, kami memuji-Nya, kami meminta pertolongan dan ampunan kepada-Nya, kami berlindung kepada Allah dari kejahatan diri kami.
Barangsiapa mendapat hidayah Allah tak ada orang yang dapat menyesatkannya.
Barangsiapa disesatkan Allah, tak ada yang kuasa memberinya petunjuk.
Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba-Nya dan utusan-Nya) dan membaca tiga ayat.
Riwayat Ahmad dan Imam Empat.
Hadits hasan menurut Tirmidzi dan Hakim.

Isnad

Hadits tersebut datang dari jalur Abu Ishaq As-Sabi’i dari Abu Ubaidah dari Abdullah bin Mas’ud.
Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan Nasai dari jalur Al-A’masy dari Abu Ishaq dar Abu Al-Ahwash dari Abdullah.
Di dalamnya terdapat dua musykilah:

Pertama, perbedaan riwayat.
Abu Ishaq meriwayatkannya dari Abu Ubaidah dari Abdullah dan dari Abu Al-Ahwash dari Abdullah.
Bagaimana ini?

Kedua, di dalam kedua isnad tersebut terdapat kelemahan.
Abu Ubaidah adalah putra Abdullah Ibnu Mas’ud.
Dia tidak pernah mendengar dari ayahnya.
Al-A’masy adalah tsiqoh mudallis dan tidak menyatakan mendengar secara terus terang.

Jawaban dari musykilah pertama adalah bahwa kedua jalur tersebut shahih dari dua sisi.
Imam Tirmidzi berkata, “Kedua hadits tersebut shahih, karena Israil menggabungkannya lalu berkata:
dari Abu Ishaq dari Abu Al-Ahwash dan Abu Ubaidah dari Abdullah bin Mas’ud dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam.”

Al-Hafizh Ibnu Rajab berkata, “Ini yang menjadi sandaran (dalil) para ulama bahwa riwayat orang yang sendirian dengan sanadnya adalah shahih, jika hadits tersebut juga diriwayatkan oleh orang banyak (jamaah).”

Diperkuat lagi bahwa Abu Ishaq adalah orang yang memiliki wawasan luas mengenai hadits.

Adapun jawaban terhadap kelemahan dalam kedua sanad tersebut adalah bahwa kelemahan tersebut sangat ringan, dan satu sama lain saling menguatkan.
Maka derajatnya naik menjadi hasan, sebagaimana yang dinyatakan oleh Tirmidzi.
Ditambah lagi bahwa hadits tersebut juga diriwyatkan oleh Abu Daud dan Thabrani dalam Al-Kabir dari jalur Abu Iyadh dari Ibnu Mas’ud secara marfu.
Abu Iyadh adalah majhul, tapi riwayatnya sah sebagai mutaba’at.

Kesimpulannya bahwa hadits tersebut memiliki ‘illah yang tidak parah.

Mufrodat

Tasyahhud, maksudnya khutbah.
Disebut demikian karena khutbah mencakup tasyahhud.
Dan tasyahhud termasuk inti khutbah.

Hajat, artinya kebutuhan, yaitu sesuatu yang menjadi kebutuhan manusia.
Beberapa literatur menyebutkan bahwa hajat yang dimaksud dalam hadits ini adalah pernikahan.
Sebagian ulama ada yang tetap menganggap bahwa hajat di sini bersifat umum dan mencakup seluruh hajat manusia, tidak hanya pernikahan saja.

Tiga ayat.
Yang dimaksud tiga ayat sebagaimana disebutkan dalam riwayat Tirmidzi dan Nasa’i adalah sebagai berikut:

  1. An-Nisa 1:

Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak.
Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahmi.
Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.

  1. Ali Imran 102:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya; dan janganlah sekali-kali kamu mati melainkan dalam keadaan beragama Islam.

  1. Al-Ahzab 70-71:

Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah dan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah memperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni bagimu dosa-dosamu.
Dan barang siapa menaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.

Hukum

Hadits tersebut menunjukkan disunnahkannya khutbah dalam acara hajatan. Para ulama bersepakat mengenai hal ini.

Ibnu Qudamah berkata, “Khutbah tidaklah wajib menurut salah seorang ulama yang kami ketahui[1], kecuali Daud (Azh-Zhahiri), beliau mewajibkannya berdasarkan apa yang telah kami sebutkan,” maksudnya hadits Ibnu Mas’ud di atas.

Akan tetapi pendapat Daud tertolak berdasarkan hadits lain yang menyebutkan bahwa Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengesahkan beberapa akad tanpa menyertainya dengan khutbah.
Di antaranya adalah hadits wahibah (wanita yang menyerahkan dirinya kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam).
Beliau bersabda kepada lelaki yang hendak menikahinya, “Aku nikahkan kamu dengan dia dengan (mahar) hafalan Quranmu,” tanpa berkhutbah apapun.
Dan kejadian semacam ini sangatlah banyak, tak perlu disebutkan satu-persatu di sini.

Kemudia kata “hajat” (kebutuhan) dalam hadits di atas secara umum memang mencakup seluruh hajat.
Akan tetapi para ulama menafsirkan kata itu dengan “pernikahan”.

Hadits-hadits yang menyebutkan tentang khutbah sangatlah beragam redaksinya.
Secara keseluruhan menunjukkan disunnahkannya membaca hamdalah, dua syahadat, dan beberapa ayat Al-Quran
[2].

Sebagian orang mengira bahwa khutbah Ibnu Mas’ud dalam hadits di atas bersifat wajib dalam setiap pembukaan kitab atau surat.
Dalam hal ini, mereka terkecoh dengan kata “hajat”.

Pendapat ini tentu saja tidak benar, dengan bukti sebagai berikut:

Pertama, surat-surat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yang beliau kirim kepada para raja (Kaisar, Kisra, dll) tidak tercantum di dalamnya khutbah semacam ini.
Beliau hanya menulis basmalah saja.

Kedua, surat-surat yang dikirm oleh Khulafaurrasyidin juga tidak tercantum di dalamnya khutbah.

Ketiga, kitab-kitab karangan para ulama, baik dari kalangan ahli hadits maupun ahli fikih, juga tidak menyebutkan khutbah ini dalam pembukaannya.
Mereka hanya menyebutkan basmalah, hamdalah dan shalawat, tanpa tasyahhud (dua kalimat syahadat) dan tanpa ayat-ayat.
Sebagian ulama memang menyebutkan tasyahhud, akan tetapi tidak ada khutbah Ibnu Mas’ud, kecuali hanya dalam kitab Musykilul Aastsaar milik Ath-Thohawi dan beberapa kitab milik Ibnu Taymiyah.
Wallahu a’lam bis showab.


[1] Al-Mughni 6/536, Ibn Abidin 2/359, Minahul Jalil 2/5, Ad-Dasuqi 2/216, Mughnil Muhtaj 3/137-138.

[2] Keterangan lebih lanjut silahkan baca artikel berjudul “Khutbah Hajat Bukan Sunnah dalam Pembukaan Kitab dan Karangan” karya Syaikh Abdul Fattah Abu Ghuddah (majalah As-Sunnah was Siroh vol.
11, diterbitkan secara khusus oleh Dar Al-Basyair).


Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video

Video Pembahasan

More Videos

Bulan Jumadil Awal

Apa itu Bulan Jumadil Awal? Jumadil Awal ini disebut juga Jumadil Ula. Bulan ini terdiri dari 30 hari. Arti dari bulan ini sendiri adalah mulainya kekeringan. Nama ini berasal dari kejadian sulit bertanam dan beternak pada awal penggunaan sistem kalender Hijriah. Nama – Nama Bulan Islam

Selain penghitungan yang berbeda, nama – nama bulan di kalender Hijriah ju… >> Jumadil Awal

ilmu fikih

Apa itu ilmu fikih? pengetahuan tentang kewajiban yang diperintahkan oleh agama Islam; ilmu tentang hukum syarak … •

Ahmad al-Khurasany

Siapa itu Ahmad al-Khurasany? Imam Nasa`i dengan nama lengkapnya Ahmad bin Syu’aib Al Khurasany, terkenal dengan nama An Nasa`i karena dinisbahkan dengan kota Nasa’i salah satu kota di Khurasan. Ia dilahirkan pada tahun 215 Hijriah demikian menurut Adz Dzahabi dan meninggal dunia pada hari Senin tanggal 13 Shafar 303 Hijriah di Palestina lalu dikuburkan di Baitul Maqdis. Dia m… >> Imam an Nasa’i, Imam Nasa`i, Imam Nasa’i, Imam Nasai, HR. Nasa’i, Nasai, an-nasa’i, Nasa’i, Nasa’i, Sunan An-Nasa-i, Sunan An-Nasai

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu,
dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.
QS. Ya Sin [36]: 21

dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya,

QS. An-Najm [53]: 39

Bani lsrail berkata:
“Hai Musa.
buatlah untuk kami sebuah tuhan (berhala) sebagaimana mereka mempunyai beberapa tuhan (berhala)”.
Musa menjawab:
“Sesungguh-nya kamu ini adalah kaum yang tidak mengetahui (sifat-sifat Tuhan)”.
QS. Al-A’raf [7]: 138

وَمَنْ لَّمْ يَجْعَلِ اللّٰهُ لَهٗ نُوْرًا فَمَا لَهٗ مِنْ نُّوْرٍ

Barang siapa tidak diberi cahaya (petunjuk) oleh Allah, maka dia tidak mempunyai cahaya sedikit pun.
QS. An-Nur [24]: 40

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu Agama? … Kewajiban menuntut ilmu terdapat pada Alquran surah … Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? …

Pendidikan Agama Islam #17

Dalam Alquran, surah Ad-Dhuha turun setelah surah …Surah Ad-Dhuha termasuk kategori surah …اَلَمْ يَجِدْكَ يَتِيْمًا فَاٰوٰىۖ lafal tersebut adalah surah Ad-Dhuha ayat ke- …وَالَّيْلِ اِذَا سَجٰىۙ Dalam surah Ad-Duha, terjemahan dari lafal di atas adalah …Kata berikut yang mempunyai arti orang yang meminta-minta adalah …

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Kamus

abangan

Apa itu abangan? abang.an golongan masyarakat yang menganut agama Islam, tetapi tidak melaksanakan ajaran secara keseluruhan talang air pada atap rumah dan sebagainya … •

Al Baa’its

Apa itu Al Baa’its? Allah itu Al-Ba’its . Artinya adalah Allah itu Yang Maha Membangkitkan. Kelak, manusia akan kembali dibangkitkan oleh Allah ketika hari pembalasan dan akan dimintai pe...

Fatir

Apa itu Fatir? Surah Fatir (bahasa Arab: فاطر) adalah surah ke-35 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Makkiyah yang terdiri atas 45 ayat. Fathir artinya Pencipta diambil dari ayat pertama sur...

Walid bin al-Mughirah

Siapa itu Walid bin al-Mughirah? Walid bin al-Mughirah al-Makhzumi (bahasa Arab: الوليد بن المغيرة المخزومي‎, al-Walīd ibn al-Mughīrah al-Makhzūmī) adalah kepala klan Banu...

iqomat

Apa itu iqomat? Ikamah, kamat, atau iqamat (bahasa Arab: إقامة‎) adalah panggilan atau seruan segera berdiri untuk salat (berjemaah). Secara umum, iqamat diberikan lebih cepat dan dengan cara y...

Al Baathin

Apa itu Al Baathin? Allah itu Al-Bathin . Artinya adalah Allah itu Maha Tersembunyi dari makhluk-makhluk-Nya. Allah tidak bisa kita lihat karena kemampuan kita ini sangat terbatas dan memiliki banyak...