Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Salat Witir

Kategori: Istilah Salat

Salat Witir (صلاة الوتر Sholatul witr) adalah salat sunah yang dikerjakan pada waktu malam hari antara setelah waktu isya dan sebelum waktu salat subuh, dengan rakaat ganjil.
Salat ini dilakukan setelah salat lainnya, sepertti tarawih dan tahajjud), hal ini didasarkan pada sebuah hadits.
Salat ini dimaksudkan sebagai pemungkas waktu malam untuk
“mengganjili”
salat-salat yang genap, karena itu, dianjurkan untuk menjadikannya akhir salat malam.

Hukum Salat Witir

Salat sunah witir adalah sunah muakad.
Dasarnya adalah hadis:

  • Abu Ayyub Al-Anshaari Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
    “Witir adalah hak atas setiap muslim.
    Barangsiapa yang suka berwitir tiga rakaat hendaknya ia melakukannya, dan barangsiapa yang berwitir satu rakaat, hendaknya ia melakukannya”

  • Dari Ubay Bin Ka’ab, ia berkata:
    “Sesungguhnya Nabi biasa membaca dalam salat witir: Sabbihis marobbikal a’la (di raka’at pertama -red), kemudian di raka’at kedua: Qul yaa ayyuhal kaafiruun, dan pada raka’at ketiga: Qul huwallaahu ahad, dan dia tidak salam kecuali di raka’at yang akhir.”
    (Hadits riwayat Nasa’i, Abu Dawud, Ahmad, Ibnu Majah)


Penjelasan: Perkataan Ubay Bin Ka’ab,
“dan dia tidak salam kecuali di raka’at yang akhir”, jelas ini menunjukkan bahwa tiga raka’at salat witir yang dikerjakan nabi itu dengan satu kali salam.


Rasul tidak pernah salat malam lebih dari 11 raka’at, baik di bulan Ramadhan maupun di luar Ramadhan, yaitu dia salat 4 raka’at, maka jangan engkau tanya tentang bagus dan lama salatnya, kemudian dia salat 4 raka’at lagi, maka jangan engkau tanya tentang bagus dan lama salatnya, kemudian dia salat witir 3 raka’at.”
(Hadits riwayat Bukhori 2/47, Muslim 2/166)

Demikian juga dengan hadits Ali Radhiyallahu ‘anhu ketika ia berkata:
“Witir tidaklah wajib sebagaimana salat fardhu.
Akan tetapi ia adalah sunnah yang ditetapkan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Di antara yang menunjukkan bahwa witir termasuk sunah yang ditekankan (bukan wajib) adalah riwayat shahih dari Thalhah bin Ubaidillah, bahwa ia menceritakan:”
Ada seorang lelaki dari kalangan penduduk Nejed yang datang menemui Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan rambut acak-acakan.
Kami mendengar suaranya, tetapi kami tidak mengerti apa yang diucapkannya, sampai dekat, ternyata ia bertanya tentang Islam.
Ia berkata
“ Wahai Rasulullah, beritahukan kepadaku salat apa yang diwajibkan kepadaku?”
Dia menjawab:
Salat yang lima waktu, kecuali engkau mau melakukan sunah tambahan”.
Lelaki itu bertanya lagi:
“Beritahukan kepadaku puasa apa yang diwajibkan kepadaku?”
Dia menjawab;
Puasa di bulan Ramadan, kecuali bila engkau ingin menambahkan”.
Lelaki itu bertanya lagi:
“Beritahukan kepadaku zakat apa yang diwajibkan kepadaku?”
Dia menjawab: (menyebutkan beberapa bentuk zakat).
Lelaki itu bertanya lagi: ‘Apakah ada kewajiban lain untuk diriku?”
Dia menjawab lagi:
“Tidak, kecuali bila engkau mau menambahkan’.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan kepadanya syariat-syariat Islam.
Lalu lelaki itu berbalik pergi, sambil berujar:
“Semoga Allah memuliakan dirimu.
Aku tidak akan melakukan tambahan apa-apa, dan tidak akan mengurangi yang diwajibkan Allah kepadaku sedikitpun.
Maka Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Sungguh ia akan beruntung, bila ia jujur, atau ia akan masuk surga bila ia jujur”

Juga berdasarkan hadis Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi pernah mengutus Muadz ke Yaman.
Dalam perintahnya:
“Beritahukan kepada mereka bahwa Allah mewajibkan kepada mereka salat lima waktu sehari semalam.
Kedua hadits ini menunjukkan bahwa witir bukanlah wajib.
Itulah madzhab mayoritas ulama.
Salat witir adalah sunnah yang ditekankan sekali.
Oleh sebab itu Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah meninggalkan salat sunnah witir dengan sunnah Shubuh ketika bermukim atau ketika bepergian.

Keutamaan Salat Witir

Witir memiliki banyak sekali keutamaan, berdasarkan hadits Kharijah bin Hudzafah Al-Adwi.
Ia menceritakan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah keluar menemui kami.
Dia bersabda

“Sesungguhnya Allah Ta’ala telah menambahkan kalian dengan satu salat, yang salat itu lebih baik untuk dirimu daripada unta yang merah, yakni salat witir.
Waktu pelaksanaannya Allah berikan kepadamu dari sehabis Isya hingga terbit Fajar”


Di antara dalil yang menujukkan keutamaan dan sekaligus di sunnahkannya salat witir adalah hadits Ali bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘anhu bahwa menceritakan: ”Rasulullah pernah berwitir, kemudian bersabda:
“Wahai ahli Qur’an lakukanlah salat witir, sesungguhnya Allah itu witir (ganjil) dan menyukai sesuatu yang ganjil”
Rakaat Salat

Salat witir dapat dilaksanakan satu, tiga, lima rakaat atau jumlah lain yang ganjil langsung dengan sekali salam.
tetapi jumhur ulama berpendapat bahwa salat witir dilaksanakan dengan satu kali salam tiap dua rakaat dan terakhir satu kali salam satu rakaat.
sebagai contoh apabila salat witir satu rakaat saja maka satu rakaat satu kali salam.
apabila salat witir tiga rakaat maka dilaksanakan dua rakaat satu kali salam di tambah satu rakaat satu kali salam.
apabila salat witir lima rakaat maka dilaksanakan empat rakaat dua kali salam ditambah satu rakaat satu kali salam.apabila salat witir tujuh rakaat maka dilaksanan enam rakaat tiga kali salam ditambah satu rakaat satu kali salam.
Doa

Doa sesudah salat witir Allahumma innaa nas’aluka iimaanan daa’iman, wa nas’aluka qalban khaasyi’an wa nas’aluka ‘ilman naafi’an, wa nas’aluka yaqiinan shaadiqan, wa nas’aluka ‘amalan shaalihan, wa nas’aluka dinan qayyiman, wa nas’aluka khairan katsiiran, wa nas’alukal-‘afwa wal-‘aafiyah, wa nas’aluka tamaamal-‘aafiyah, wa nas’alukasy-syukra ‘alal-‘aafiyati wa nas’alukal-ghinaa’a ‘anin-naas.
Allahumma rabbanaa taqabbal minnaa shalaatanaa wa shiyaamanaa wa qiyaamanaa wa takhasysyu’anaa wa tadharru’anaa wa ta’abbudanaa wa tammim taqshiiranaa yaa Allaah ya Allaah ya Allaah ya arhamar-raahimiin, wa shallallahu ‘alaa khairi khalqihi Muhammadin wa a’alaa aalihi wa shahbihii ajma’iina walhamdulillahi rabbil-‘aalamiin.

Artinya:
“Ya Allah ya Tuhan kami, kami memohon kepada-Mu (mohon diberi) iman yang langgeng, dan kami mohon kepada-Mu hati kami yang khusyuk, dan kami mohon kepada-Mu diberi-Nya ilmu yang bermanfaat, dan kami mohon ditetapkannya keyakinan yang benar, dan kami mohon (dapat melaksanakan) amal yang shaleh, dan kami mohon tetap dalam dalam agama Islam, dan kami mohon diberinya kebaikan yang melimpah-limpah, dan kami mohon memperoleh ampunan dan kesehatan, dan kami mohon kesehatan yang sempurna, dan kami mohon mensyukuri atas kesehatan kami, dan kami mohon kecukupan.
Ya Allah, Ya Tuhan kami, terimalah salat kami, puasa kami, rukuk kami, dan khusyuk kami dan pengabdian kami, dan sempurnakanlah apa yang kami lakukan selama salat ya Allah, ya Allah, ya Allah Dzat Yang Maha Pengasih dan Penyayang.”
Waktu Pelaksanaan

Para ulama berbeda pendapat mengenai seseorang yang berwitir pada awal malam lalu tidur dan bangun di akhir malam dan melakukan sholat.
Sebagian ulama berpendapat bahwa batal witir yang telah dilakukannya pada awal malam dan di akhir malam ia menambahkan satu rakaat pada sholat witirnya, karena ada hadist yang mengatakan
“tidak ada witir dua kali dalam semalam”.
Witir artinya ganjil, kalau ganjil dilakukan dua kali menjadi genap dan tidak witir lagi, maka ditambah satu rakaat agar tetap witir.
Pendapat in diikuti imam Ishaq dll.
Redaksi hadist tersebut sbb:

Dari Qais bin Thalk berkata suatu hari aku kedatangan ayahnya Thalq bin Ali pada hari Ramadhan, lalu dia bersama kita hingga malam dan sholat (tarawih) bersama kita dan berwitir juga.
Lalu dia pulang ke kampungnya dan mengimam sholat lagi dengan penduduk kampung hingga sampailah sholat witir, lalu dia meminta seseorang untuk mengimami sholat witir
“berwitirlah bersama makmum”
aku mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda
“Tidak ada witir dua kali dalam semalam”
HR. Tirmidzi, Abu Dawud, Nasai, Ahmad dll.

Pendapat kedua mengatakan tidak perlu witir lagi karena sudah witir di awal malam.
Ia cukup sholat malam tanpa witir.
Alasannya banyak sekali riwayat dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengatakan bahwa dia melakukan sholat sunnah setelah witir.
Pendapat ini diikuti Malik, Syafii, Ahmad, Sufyan al-Tsuari dan Hanafi.
۞ Variasi nama:
Witir
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


More Videos

Fardu ain

Apa itu Fardu ain? Fardu ain adalah status hukum dari sebuah aktivitas dalam Islam yang wajib dilakukan oleh seluruh individu yang telah memenuhi syaratnya. Dalam Islam, meninggalkan aktivitas yang hukumnya fardu ain akan menyebabkan pelakunya mendapatkan dosa. Termasuk dalam aktivitas ini adalah: Salat Lima Waktu Haji bagi yan … • wajib ‘ain

Saudah binti Zam’ah

Siapa itu Saudah binti Zam’ah? Saudah binti Zam’ah bin Qais bin Abdul Wad adalah istri Nabi Muhammad. Nasabnya bertemu Rasulullah pada Lu’ay bin Ghalib. Ia dikenal memiliki otak cemerlang dan berpandangan luas. Ia pertama kali menikah dengan anak pamannya yaitu Syukran bin Amr. Ketika Rasulullah menyebarkan Islam secara terang-terangan, suaminy … • Sawda bint Zam’a, Saudah

An-Nas

Apa itu An-Nas? Surah An-Nas adalah surah penutup dalam Alquran. Nama An-Nas diambil dari kata An-Nas yang berulang kali disebut dalam surah ini yang berarti manusia. Surah ini termasuk dalam golongan surah makkiyah. Isi surah adalah anjuran supaya manusia memohon perlindungan kepada Allah terhadap pengaruh hasutan jahat setan yang m … • An-Nas, An Nas

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Kategori: Istilah Salat

Dia menyingsingkan pagi & menjadikan malam untuk beristirahat,
dan (menjadikan) matahari & bulan untuk perhitungan.
Itulah ketentuan Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.
QS. Al-An’am [6]: 96

۞ Variasi nama:
Witir
Kategori: Istilah Salat

Tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan & takwa,
dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa & pelanggaran.
Dan bertakwalah kamu kepada Allah,
sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.
QS. Al-Ma’idah [5]: 2

۞ Variasi nama:
Witir
Kategori: Istilah Salat

Apa saja yang diberikan Rasul kepadamu maka terimalah dia.
Dan apa yang dilarangnya bagimu maka tinggalkanlah.
Dan bertakwalah kepada Allah.
Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.
QS. Al-Hasyr [59]: 7

۞ Variasi nama:
Witir
Kategori: Istilah Salat

Berpeganglah kamu kepada tali (agama) Allah, dan jangan kamu bercerai berai, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kau dahulu bermusuh-musuhan, maka Allah persatukan hatimu, lalu jadilah kamu karena nikmat Allah, orang yang bersaudara
QS. Ali ‘Imran [3]: 103

۞ Variasi nama:
Witir

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #4

Surah dalam Alquran yang mengatakan larangan untuk melakukan terlalu banyak, makan dan minum adalah … Setelah Yakin, dalam surah Al-A’raf ayat 26, pakaian terbaik ada di mata Allah Subhanahu Wa Ta`ala adalah … Aurat dari tubuh pria adalah mulai … Fungsi pakaian adalah … Kejujuran adalah karakteristik dari seorang Muslim, sementara berbohong atau ketidakjujuran adalah fitur dari orang …

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Dalam Islam, pengendalian diri atau kontrol terhadap diri, disebut juga dengan … Pengertian Mujahadah An-Nafs adalah … Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda bahwa berjihad (berjuang) yang paling utama adalah melawan …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Kamus

manasik

Apa itu manasik? ma.na.sik ibadah … •

Sa’ad bin Abi Waqqas

Siapa itu Sa’ad bin Abi Waqqas? Sa`ad bin Abī Waqqās merupakan salah seorang yang awal masuk Islam dan salah satu sahabat penting Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Keluarga Ia b...

Maslahah murshalah

Apa itu Maslahah murshalah? Adalah tindakan memutuskan masalah yang tidak ada naskahnya dengan pertimbangan kepentingan hidup manusia berdasarkan prinsip menarik manfaat dan menghindari kemudharatan. ...

perang Padri

Apa itu perang Padri? perang antara kaum Islam dan kaum adat di pesisir Sumatra Barat … •

Al-Munafiqun

Apa itu Al-Munafiqun? Surah Al-Munafiqun adalah surah ke-63 dalam Alquran. Surah ini tergolong surah Madaniyah, terdiri atas 11 ayat. Dinamakan Al Munaafiqun yang berarti Orang-orang yang munafik kar...

Fir’aun

Siapa itu Fir’aun? Fir’aun adalah gelar yang dalam diskusi dunia modern digunakan untuk seluruh penguasa Mesir kuno dari semua periode. Dahulu, gelar ini mulai digunakan untuk penguasa ya...