Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Pertempuran Shiffin

Kategori: Peristiwa

Pertempuran Shiffin (وقعة صفين ) (Mei-Juli 657 Masehi) terjadi semasa zaman fitnah besar atau perang saudara pertama orang Islam dengan pertempuran utama terjadi dari tanggal 26-28 Juli.
Pertempuran ini terjadi di antara dua kubu yaitu, Muawiyah bin Abu Sufyan dan Ali bin Abi Talib di tebing Sungai Furat yang kini terletak di Syria (Syam) pada 1 Shafar tahun 37 Hijriah.

Latar belakang
Setelah terbunuhnya Khalifah Usman bin Affan, Ali bin Abi Talib diangkat sebagai khalifah, tetapi penerimaan dari seluruh kekhalifahan islam sangatlah sulit didapat.
Ali bin Abi Thalib RA berkata tentang dirinya yang diangkat umat Islam sebagai khalifah itu merasa agak kurang senang.
Sebab, di antaranya ada yang membunuhi Utsman bin Affan, sekarang mereka berada di sisi pendukungnya agar bisa membaiatnya.
Muawiyah, Gubernur dari Suriah yang merupakan kerabat dari khalifah yang terbunuh, sangat menginginkan pembunuh dari sang Khalifah diadili dimuka hukum.
Seperti yang diterangkan oleh tabiin terkenal, Abu Muslim Al-Khaulani.
Dia datang bersama teman-temannya menanyai Muawiyah RA, dan berkata mereka padanya,
“Kamu menentang Ali dalam masalah khilafah atau kamu seperti dia?”
Muawiyah menjawab,
“Tidak.
Aku tahu benar bahwa dia lebih baik dariku; tetapi kalian ‘kan tahu, Utsman terbunuh dengan keji, sedang saya anak pamannya, dan juga keluarganya yang menuntut qisas kepada orang yang terlibat dalam pembunuhan itu.
Maka kalian temuilah Ali dan katakan, ‘[Agar] segera menyerahi para pembunuh Utsman’.”
Maka mereka datangi Ali dan menyampaikan hal itu kepadanya, dan Ali menjawab,
“Ia harus masuk baiat dan kemudian mereka tuntut hal ini kepadaku.”

Muawwiyah berpendapat Ali bin Abi Talib tidak berniat untuk melakukan hal ini, sehingga Muawwiyah memberontak terhadap Ali bin Abi Talib dan membuat Ali bin Abi Talib berniat memadamkan pemberontakan Muawwiyah.
Tapi walau demikian, yang benar menurut ulama adalah Ali hendak melihat kasus ini dari perspektif mashlahah (keuntungan) dan mafsadah (kerusakan).
Sehingga, dia berpendapat, perlu menahan dulu kasus ini.
Agar supaya umat Islam bersatu dulu, baru melakukan qisas.
Apalagi pembunuhnya hanya 2-3 orang saja, dan salah satunya seorang budak yang diketahui dari Mesir.
Diketahui di belakang pembunuh-pembunuh yang sedikit itu, kalau sampai qisas ditegakkan pada hari itu jua, maka kabilah-kabilah pembela pembunuh itu akan segera melakukan kehancuran yang lebih besar.
Al-Juaniy, Imam al-Haramain berpendapat bahwa Muawiyah memang memerangi Ali bin Abi Thalib, tetapi tidak mengingkari kepemimpinannya, dan tidak bermaksud merebutnya untuk dirinya sendiri.
Akan tetapi, dia hanya menuntut agar terlaksananya qisas bagi para pembunuh Utsman, dengan asumsi dia benar, tetapi dia salah dalam hal ini.

Hasil dari keadaan ini adalah pertempuran di Shiffin antara kedua belah pihak.

Jalannya perang
Peperangan ini berlangsung imbang sehingga kemudian kedua belah pihak setuju untuk berunding dengan ditengahi seorang juru runding.
Pertempuran dan perundingan membuat posisi Ali bin Abi Talib melemah tetapi tidak membuat ketegangan yang melanda kekhalifahan mereda.
Oleh penganut aliran Syiah, Ali bin Abi Talib dianggap sebagai Imam pertama.
Oleh penganut aliran Suni, Ali bin Abi Talib adalah khulafaur rasyidin yang ke empat dan Muawiyah adalah khalifah pertama dari Dinasti Ummayyah.
Kejadian kejadian disekitar pertempuran Shiffin sangatlah kontroversial untuk Suni dan Syiah dan menjadi salah satu penyebab perpecahan di antara keduanya.

Awalnya, Setelah pasukan Syam dan Kufah sampai di wilayah Shiffin, kedua pihak mengambil posisi masing-masing.
Utusan keduanya sibuk melakukan perundingan, dengan mengharap pertempuran bisa terhindar.

Diriwayat yang lain juga disebutkan, bahwa Abu Darda’ dan Abu Umamah mendatangi Muawiyah, dengan isi percakapan yang hampir sama dengan riwayat sebelumnya.
Setelah itu keduanya kembali kepada Ali bin Abi Thalib, dan dia mengatakan, ”Mereka adalah orang-orang yang kalian maksudkan.”
Maka keluarlah banyak orang, dan mengatakan, ”Kami semua yang telah membunuh Utsman, siapa yang berkehendak maka silahkan dia melemparkan kami.”

Dalam “Minhaj As Sunnah” (4/384) juga dinukil bagaimana sikap para pendukung Muawiyah, mangapa mereka tidak membaiat Ali.
”Kami jika membaiat Ali, maka pasukannya akan mendhalimi kami, sabagaimana mereka mendhalimi Utsman, sedangkan Ali tidak mampu melakukan pembelaan terhadap kami.”

Dari periwayatan di atas semakin jelas, bahwa memang kedua belah pihak, baik Ali dan Muawiyah tidak berselisih mengenai jabatan kekhalifahan, dan keduanya memang tidak bermaksud menyerang satu sama lain.

Berbagai upaya menghentikan peperangan dilakukan kedua belah pihak.

Para utusan terus melakukan perundingan, dan pasukan kedua belah pihak sama-sama menahan diri untuk melakukan serangan, hingga berakhirnya bulan-bulan haram pada tahun itu (37 H).
Pasukan Kufah menyeru kepada pasukan Syam, ”Amir Al Mukminin telah menyeru kepada kalian, aku telah memberi tenggang waktu untuk kalian, agar kembali kepada al haq, dan saya telah menegakkan atas kalian hujah, akan tetapi kalian tidak menjawab…”

Pasukan Syam menjambut seruan itu, dengan mempersiapkan diri di shafnya masing-masing.
Pada hari Rabu, tanggal 7 pada bulan Safar, pertempuran berlangsung pada hari Rabu, Kamis, Jumat serta malam Sabtu.
Dalam
“Al Aqdu Al Farid”
(4/3140) disebutkan bahwa kdua pihak bersepakat bahwa mereka yang terluka harus dibiarkan, begitu pula mereka yang melarikan diri tidak boleh dikejar, mereka yang meletakkan senjata akan aman, tidak boleh mengambil benda milik mereka yang meninggal, serta mereka mendoakan dan menshalati jenazah yang berada di antara kedua belah pihak.

Mayoritas sahabat tidak ikut serta dalam pertempuran ini.
Pada saat itu jumlah mereka sekitar 10 ribu, akan tetapi yang ikut serta tidak lebih dari 30 sahabat saja, sebagaimana riwayat yang disebutkan dalam
Minhaj As Sunnah
(6/237).

Riwayat mengenai jumlah pasukan yang terbunuh di kedua belah pihak berbeda satu sama lain, akan tetapi Ibnu Katsir menyebutkan dalam
“Al Bidayah wa An Nihayah”
(7/288) bahwa pasukan Kufah berjumlah 120 ribu orang, terbunuh 40 ribu, sedangkan pasukan Syam berjumlah 60 ribu, dan yang terbunuh dari mereka 20 ribu orang,Namun menurut buku Sejarah Daulat Khulafaur Rasyidin Karangan Joesoef Sou’yb pasukan Ali bin Abi Thalib berjumlah 95.000 Prajurit dan yang terbunuh 35.000,sedangkan dari Pasukan Syam berjumlah 85.000 dan yang terbunuh berjumlah 45.000 Prajurit.
Terbunuhnya Amar bin Yasir
Peristiwa terbunuhnya sahabat Amar bin Yasir dalam pertempuran Shiffin memberi pengaruh amat besar bagi kedua belah pihak, dimana sebelumnya rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah berkata kepada Amar, bahwa ia tidak meninggal, kecuali terbunuh di antara dua kelompok orang-orang mukmin, sebagaimana disebutkan Al Bukhari dalam “Tarikh As Saghir” (1/104).

Sedangkan Amru bin Ash, sahabat yang bergabung dalam barisan Muawiyah pernah mendengar bahwa rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda mengenai Amar bin Yasir, sebagaimana termaktub dalam
“Al Majma’ Az Zawaid” (7/244).
”Sesungguhnya orang yang membunuh dan mengambil hartanya (sebagai ghanimah) akan masuk neraka.”
Lalu ada yang mengatakan kepadanya, ”Sesungguhnya engkau yang memeranginya!”
Amru bin Ash menjawab, ”Sesungguhnya yang disabdakan adalah pembunuh dan perampas hartanya.”

Hadits di atas menunjukkan bahwa memang kedua belah pihak mengetahui keutamaan masing-masing dan tidak ada kesengajaan untuk berniat saling membunuh.

Meninggikan Mushaf
Bisa dikatakan bahwa peristiwa penting dalam perang Shiffin adalah pangangkatan tinggi-tinggi mushaf Al Qur`an, hingga pertempuran itu berakhir.
Disebutkan dalam beberapa periwayatan bahwa ketika pertempuran berlangsung amat sengit banyak sahabat yang menyeru, dengan mengangkat Al Quran tinggi-tinggi, ”Jika kita tidak berhenti (bertempur) maka Arab akan sirna, dan hilanglah kehormatan…”

Muawiyah yang juga mendengar khutbah itu membenarkan, ”Benar, demi Rabb Ka’bah, jika kita masih berperang esok, maka Romawi akan mengincar para wanita dan keturunan kita.
Sedangkan Persia akan mengincar para wanita dan keturunan Iraq.
Ikatlah mushaf-mushaf di ujung tombak kalian.”

Maka saat itu, pasukan Syam menyeru, ”Wahai pasukan Iraq di antara kami dan kalian adalah Kitabullah!”
Muawiyah memerintahkan seorang utusan untuk menghadap kepada Khalifah Ali bin Abi Thalib, ”Iya, di antara kami dan kalian adalah Kitabullah, dan kami telah mendahulukan hal itu.”
Jawab dia.

Diriwayatkan Ibnu Abi Syaibah dalam kitab Al Mushannaf (8/336) bahwa kaum Khawarij mendatangi Ali bin Abi Thalib, dengan pedang di atas pundak mereka, ”Wahai Amir Al Mukminin, tidakkah sebaiknya kita menyongsong mereka, hingga Allah memberi keputusan antara kita dan mereka.”
Usulan ini ditentang keras oleh sahabat Sahl bin Hunaif Al Anshari.
”Tuduhlah diri kalian! Kami telah bersama rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam saat peristiwa Hudaibiyah.
Kalau sendainya kami berpendapat akan berperang, maka kami perangi (tapi kenyataannya mereka tidak berperang)”

Sahl juga menjelaskan bahwa setelah perjanjian damai dengan kaum musyrikin itu turunlah surat Al Fath kepada rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.
Ali bin Abi Thalib pun menyambut pendapat Sahl, ”Wahai manusia, ini adalah fath (hari pembebasan).”
Seru Ali bin Abi Thalib, akhirnya pertempuran itu pun berakhir.
۞ Variasi nama:
Perang Shiffin, Shiffin
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video


More Videos

undangan

Apa itu undangan? un.dang.an hal mengundang; panggilan ; undangan nya baru dapat saya penuhi sekarang; undangan orang itu untuk sekadar basa-basi; orang yang diundang; undangan sudah memenuhi tempat yang disediakan; surat untuk mengundang; surat undangan; undangan nya hanya ditulis tangan dewan yang berkuas … •

Yusuf `alaihis salam

Siapa itu Yusuf `alaihis salam? “Yusuf” adalah sebuah nama pemberian maskulin yang berasal dari bahasa Ibrani, yang tercatat dalam Alkitab Ibrani, sebagai יוֹסֵף, Ibrani Standar Yossef, Ibrani Tiberias dan Aram Yôsēp̄. Dalam bahasa Arab, termasuk dalam al-Qur’an, namanya dieja menjadi يوسف atau Yūsuf. Nama tersebut diterjemahkan dari kata Ibrani יהוה להוסיף YHWH Lhosif yang artin … • Yusuf, Nabi Yusuf, Yosef, Joseph

Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam

Siapa itu Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Nabi Muhammad lahir di Mekkah, 570 M – meninggal di Madinah, 8 Juni 632 M) adalah seorang nabi dan rasul terakhir bagi umat Muslim. Nabi Muhammad memulai penyebaran ajaran Islam untuk seluruh umat manusia dan mewariskan pemerintahan tunggal Islam. Nabi Muhammad sama-sama menegakkan ajaran tauhid untuk mengesakan Allah sebagaimana yang diba … • • Rasulullah Shallallahu‘alaihi wasallam, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, Nabi Muhammad ﷺ, Nabi Muhammad, Muhammad ﷺ, Nabi ﷺ, Rasulullah ﷺ, Rasulullah, Muhammad sallallahu alaihi wa sallam, shallallahu ‘alaihi wa sallam, shallallahu’alaihi wa sallam, Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, shallallahu’alaihi wasallam, Muhammad Saw, Shalallaahu ‘Alayhi Wasallam, Muhammad s.a.w, s.a.w

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Kategori: Peristiwa

Katakanlah:
“Berjalanlah di (muka) bumi,
maka perhatikanlah bagaimana Allah menciptakan (manusia) dari permulaannya,
kemudian Allah menjadikannya sekali lagi.
Sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. Al-‘Ankabut [29]: 20

۞ Variasi nama:
Perang Shiffin, Shiffin
Kategori: Peristiwa

Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu,
niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir,
disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.
QS. Al-Anfal [8]: 65

۞ Variasi nama:
Perang Shiffin, Shiffin
Kategori: Peristiwa

dan kamu telah berada di tepi jurang Neraka,
lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya.
Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu,
agar kamu mendapat petunjuk.
QS. Ali ‘Imran [3]: 103

۞ Variasi nama:
Perang Shiffin, Shiffin
Kategori: Peristiwa

“Apakah akan Kami beritahukan kepadamu tentang orang-orang yang paling merugi perbuatannya?”
Yaitu orang-orang yang telah sia-sia perbuatannya dalam kehidupan dunia ini,
sedangkan mereka menyangka bahwa mereka berbuat sebaik-baiknya
QS. Al-Kahf [18]: 103-104

۞ Variasi nama:
Perang Shiffin, Shiffin

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Surah yang terpanjang dalam Alquran adalah …

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali …

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … Salah satu Asmaul Husna adalah Al Akhir, yang berarti … Keberadaan Asmaul Husna, dijelaskan dalam Alquran surah …

Kamus

Abdullah Ibnu Mas’ud

Siapa itu Abdullah Ibnu Mas’ud? Abdullah bin Mas’ud adalah sahabat Nabi Muhammad dan orang keenam yang masuk Islam setelah Nabi Muhammad mengawali dakwah di Mekah. Abdullah adalah sahabat...

Kota santri

Apa itu Kota santri? Kota santri adalah istilah yang diberikan kepada kota-kota yang memiliki banyak pondok pesantren. Di Indonesia ada beberapa kota yang sering disebut sebagai kota santri, salah sa...

Syariat Islam

Apa itu Syariat Islam? Syariat Islam Kata syara’ secara etimologi berarti “jalan yang dapat di lalui air”, maksudnya adalah jalan yang ditempuh manusia untuk menuju Allah. Syariat I...

Bilal bin Rabah

Siapa itu Bilal bin Rabah? KBBI bi.lal orang yang bertugas menyerukan azan; muazin; modin; suara azan bilal telah terdengar Bilal bin Rabah adalah seorang budak berkulit hitam dari Habsyah yang ma...

mahzurat

Apa itu mahzurat? mah.zu.rat hal-hal yang dilarang oleh agama, meliputi hukum haram dan makruh; larangan agama … •

Az-Zalzalah

Apa itu Az-Zalzalah? Surah Az-Zalzalah adalah surat ke-99 dalam Alquran. Surat ini terdiri atas 8 ayat dan tergolong pada surat Madaniyah. Surat ini diturunkan setelah surah An-Nisa’. Nama Az-Z...