Muttafaqun ’alaih

Kategori: Istilah Umum
Syarat (kriteria) Al-Bukhari dan Muslim

Hadits yang keotentikannya (keshahihannya) disepakati oleh keduanya, yaitu Imam Bukhari dan Imam Muslim, disebutkan dalam istilah hadits sebagai Muttafaqun ’alaih.
Sementara Imam Syaukani di dalam kitab haditsnya Nailul Authar menggunakan istilah Muttafaqun ’alaih untuk menyebut hadits yang disepakati oleh Imam Bukhari, Imam Muslim ditambah dengan Imam Ahmad.
Terdapat pula kitab shahih yang disusun berdasarkan syarat dan metode penyusunan Imam Bukhari dan Muslim.
Disebutkan dengan hadits yang shahih menurut syarat Bukhari dan atau Muslim namun Bukhari dan atau Muslim tidak mengeluarkannya.
Di antarakitab tersebut adalah kitab Al-Mustadrak ala ash-Shahihain karya Al-Hakim An-Naisyaburi juga
“Al-Jami’ush Shahih Min Ma Laisa fi Al-Shahihain
(Kumpulan Hadits Shahih yang Tidak Dikeluarkan di Shahihain) karya Muqbil bin Hadi Al-Wadi’i.
Imam Nawawi berkata,
“Maksud perkataan para muhaddits,
“sesuai syarat (kriteria) keduanya atau salah satunya”, adalah bahwa para periwayat sanad tersebut terdapat dalam kitab Al-Bukhari dan Muslim atau salah satunya, karena keduanya tidak memiliki (tidak menetapkan) syarat dalam kitab keduanya dan tidak pula dalam selain kitab keduanya.”


۞ Variasi nama: Muttafaq ‘Alaih, muttafaq alaih, Muttafaq Alaihi