Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

Mufassir

Kategori: Istilah Alquran

Seorang mufassir adalah seorang yang mengartikan sebuah ayat dalam arti yang lain/arti yang mirip.

Cara penafsiran

Dalam menafsirkan Quran, ada cara Ibnu Taimiyyah yang dikutip Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar-nya.
Pertama ayat dengan ayat, kalau meragu akan makna suatu ayat, sambungkan dengan ayat lainnya.
Buya Hamka mengambil contoh Surat Thaha ayat 67, dan merincikannya dengan Surat al-A’raf ayat 116. Sehingga, ayat yang mujmal (atau umum) dirincikan dengan ayat lain yang mufashshal (atau merinci).
Dilanjutkan oleh Sunnah.
Kemudian kepada tafsiran para sahabat Rasulullah, kemudian kalau tidak ada, kepada pendapat tabiin —itupun harus dengan disaring dulu, dicari mana yang paling dekat dengan Quran dan Sunnah.

Menurut Buya Hamka dalam Tafsir al-Azhar, dalam menafsirkan al-Quran, maka yang utama adalah berdasar kepada Sunnah, yakni segala perkataan (aqwal) maupun perbuatan (af’al) Rasulullah dan perbuatan orang lain —yakni sahabat-sahabatnya RA— yang disetujui oleh beliau.
Karena itulah seseorang tidak boleh menafsirkan Al-Quran dengan berlawanan kepada Sunnah.
Karena itu pula, orang yang menafsir Quran dengan ayat-ayat hukum tak berpedoman kepada Sunnah Rasul, maka dia tidak berpedoman kepada syariat.
Tidak bisa berdasar kepada kehendaknya sendiri.
Menurutnya, ini dikecualikan untuk nash Quran yang tak perlu tafsiran, karena sudah sangat jelas, tapi bertemu hadits ahad yang bukan hadits masyhur, sedang isinya berlawanan dengan nash yang jelas dari Quran.

Di luar itu, ada pula penafsiran dengan akal, yang menurut ulama Zamakhsyari tidaklah mengapa menafsir dengan akal yang sehat.
Menafsir dengan begini juga diikuti oleh Al-Ghazali, yang menurutnya adanya penafsiran yang berlain-lainan antara tabiin dan sahabat juga menjadi indikasi adanya penafsiran dengan ra’yi atau pemikiran.
Karena itu menurutnya, menafsirkan al-Quran tidak boleh semata akal, dan tidak bisa pula hanya mengandalkan naqal atau dalil saja.

Karena itulah, al-Qashthalani, ulama pensyarah Shahih Bukhari menyatakan boleh saja menafsir Quran dengan pendapat yang baru dengab syarat sesuai ketentuan bahasa Arab, dan tidak melawan pokok-pokok dasar ajaran agama.
Karena itu, ia menyebut 4 syarat supaya tafsir dengan akal diterima:


  • mengerti bahasa Arab

  • tidak menyalahi dasar dari Sunnah Nabi Muhammad

  • tidak berkeras pandangan mempertahankan suatu mazhab, lalu

  • dibelokkanlah maksud ayatnya supaya sesuai mazhabnya

  • ahli dalam bahasa tempat dia menafsir.


Makna

Tafsir secara akar kata berasal dari kata ف-س-ر (fa-sa-ra) atau فَسَّرَ (fassara) yang bermakna بَيَنَ bayana (menjelaskan), dan وضَّحَ waddhaha (menerangkan).
Dari sisi istilah, ada dua definisi:


Menurut istilah, pengertian tafsir adalah ilmu yang mempelajari kandungan kitab Allah yang diturunkan kepada nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, berikut penjelasan maknanya serta hikmah-hikmahnya.
Sebagian ahli tafsir mengemukakan bahwa tafsir adalah ilmu yang membahas tentang al-Quran al-Karim dari segi pengertiannya terhadap maksud Allah sesuai dengan kemampuan manusia.
Secara lebih sederhana, tafsir dinyatakan sebagai penjelasan sesuatu yang diinginkan oleh kata.

Pembagian Tafsir

Tafsir dapat dibagi menjadi tiga jenis:

Tafsir riwayat


Tafsir riwayat sering juga disebut dengan istilah tafsir naql atau tafsir ma’tsur.
Cara penafsiran jenis ini bisa dengan menafsirkan ayat al-Quran dengan ayat al-Quran lain yang sesuai, maupun menafsirkan ayat-ayat al-Quran dengan nash dari as-Sunnah.
Karena salah satu fungsi as-Sunnah adalah menafsirkan al-Quran.

Tafsir dirayah


Tafsir dirayah disebut juga tafsir bi ra’yi.
Tafsir dirayah adalah dengan cara ijtihad yang didasarkan pada dalil-dalil yang shahih, kaidah yang murni dan tepat.

Tafsir dirayah bukanlah menafsirkan al-Quran berdasarkan kata hati atau kehendak semata, karena hal itu dilarang berdasarkan sabda nabi:

“Siapa saja yang berdusta atas namaku secara sengaja niscaya ia harus bersedia menempatkan dirinya di neraka, dan siapa saja yang menafsirkn al-Quran dengan ra’yunya (nalar) maka hedaknya ia bersedia menempatkan diri di neraka.”
(HR. Turmudzi dari Ibnu Abbas)

“Siapa yang menafsirkan al-Quran dengan ra’yunya kebetulan tepat, niscaya ia telah melakukan kesalahan.”
(HR. Abi Dawud dari Jundab).

Hadis-hadis di atas melarang seseorang menafsirkan al-Quran tanpa ilmu atau sekehendak hatinya tanpa mengetahui dasar-dasar bahasa dan syariat seperti nahwu, sharaf, balaghah, ushul fikih, dan lain sebagainya.

Dengan demikian, tafsir dirayah ialah tafsir yang sesuai dengan tujuan syara’, jauh dari kejahilan dan kesesatan, sejalan dengan kaidah-kaidah bahasa Arab serta berpegang pada uslub-uslubnya dalam memahami teks al-Quran.


۞ Variasi nama: Mufasir

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA
▪ Asal kata mufassir

Video

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Kami telah kemukakan amanat kepada langit, bumi & gunung,
maka semua enggan memikul amanat itu & mereka khawatir akan mengkhianatinya,
dan dipikullah amanat itu oleh manusia.
Sesungguhnya manusia itu amat zalim & amat bodoh
QS. Al-Ahzab [33]: 72

“Aku bersumpah demi malam, ketika kegelapannya telah merata. Demi siang ketika cahayanya telah terang benderang. Demi Zat yang telah menciptakan dua jenis: laki-laki & perempuan, jantan & betina, dari setiap makhluk yang berkembang biak”
QS. Al-Lail [92]: 1-3

Tidakkah mereka perhatikan, bahwa Kami telah jadikan (negeri mereka) tanah suci yang aman, padahal manusia di sekitarnya saling merampok.
Mengapa (setelah nyata kebenaran) mereka masih percaya kepada yang batil & ingkari nikmat Allah?
QS. Al-‘Ankabut [29]: 67

Kami jadikan isi neraka dari jin dan manusia, mereka punya hati tapi tak digunakan memahami (ayat Allah),
punya mata tapi tak digunakan melihat (tanda kekuasaan Allah),
punya telinga tapi tak digunakan mendengar (ayat Allah)
QS. Al-A’raf [7]: 179

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan

Pendidikan Agama Islam #12

Masyarakat Mekkah pada awal nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berdakwah waktu itu sedang dilanda berbagai krisis, dan yang paling menonjol adalah krisis … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam lahir pada bulan … Nama isteri Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam selepas Khadijah ialah … Nama anak lelaki Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Nama Ibu susuan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … …

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … Sejak wahyu di Surah Al Muddasir : 1-7, Rasullullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mulai berkhotbah. Awalnya nabi melakukan dakwah kepada … Khotbah Nabi Muhammad saat masih di Mekah, difokuskan langsung pada esensi-esensi utama, yaitu … … Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam berkhotbah di kota Mekah kurang lebih selama …

Pendidikan Agama Islam #15

Mujahadah berasal dari bahasa Arab, yang berasal dari kata jahada, yang berarti …َبَارَكَ ٱلَّذِى نَزَّلَ ٱلْفُرْقَانَ عَلَىٰ عَبْدِهِۦ لِيَكُونَ لِلْعَٰلَمِينَ نَذِيرًا Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaitu إِنَّا نَحْنُ نَزَّلْنَا ٱلذِّكْرَ وَإِنَّا لَهُۥ لَحَٰفِظُونَ Dalil di atas adalah nama-nama lain dari Alquran, yaituSalah satu tokoh dalam kisah umat masa lalu yang dapat dipetik pelajaran sebagai teladan yang baik … Tujuan utama diturunkannya Alquran kepada umat manusia adalah …

Kamus

ibu kota

Apa itu ibu kota? kota tempat kedudukan pusat pemerintahan suatu negara, tempat dihimpun unsur administratif, yaitu eksekutif, legislatif, dan yudikatif; kota yang menjadi pusat pemerintahan … ...

Bulan Rabi’ul Akhir

Apa itu Bulan Rabi’ul Akhir? Bulan yang keempat adalah Rabi’ul Akhir atau Rabi’uts Tsani yang terdiri dari 29 hari. Nama bulan ini berasal dari kegiatan menggembala dan berternak oleh orang yang...

Qabil dan Habil

Siapa itu Qabil dan Habil? Qabil dan Habil (Arab: قابيل وهابيل Qābīl wa Hābīl) adalah dua orang putra Adam. Dalam Al-Qur’an surah Al-Ma’idah, Qabil merupakan tokoh yang mela...

tablig

Apa itu tablig? tab.lig (1) penyiaran ajaran agama Islam; (2) penyampaian … •

Zhihar

Apa itu Zhihar? Secara bahasa, zhihar berarti punggung. Sedang menurut istilah syariat, zhihar adalah ungkapan suami terhadap istrinya, ‘Bagiku kamu seperti punggung ibuku’, dengan maksud dia hend...

Abdurrahman bin Mahdi

Siapa itu Abdurrahman bin Mahdi? Beliau adalah Abdurrahman bin Mahdi bin Hassan Al-Anbari Al-Luklu’i Al-Hafizh Al-Kabir Imamul Ilmi, Asy-Syahir. Kun-yah beliau adalah “Abu Sa’id”. Beliau dilah...