kiblat

Kategori: Istilah Umum

Kiblat adalah kata Arab yang merujuk arah yang dituju saat seorang Muslim mendirikan salat.
Arah kiblat adalah arah dari suatu tempat (lokasi) ke Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah dengan jarak yang terdekat.
Maksud
“jarak yang terdekat”
disini karena bumi ini bulat, sehingga arah kiblat suatu tempat itu sebenarnya lebih dari satu.
Misalnya, arah kiblat kota Yogyakarta ada dua, yaitu menghadap ke barat laut dan timur tenggara.
Tetapi yang digunakan adalah arah barat laut karena arah itu yang paling dekat dibandingkan dengan arah ke timur tenggara.

Pendapat ulama

Para ulama sepakat bahwa menghadap arah kiblat itu menjadi syarat sahnya shalat, kecuali shalat khauf (dalam keadaan takut, siaga, perang), shalat diatas kendaraan, orang yang tidak mengetahui arah kiblat, orang yang terikat (marbuth), dan orang sakit yang tidak bisa menggeser tubuhnya ke arah kiblat, mungkin karena tidak ada orang yang membantunya.
Dalam keadaan seperti itu maka diperbolehkan menghadap ke arah mana saja yang bisa dan atau diyakini sebagai arah kiblat.
Artinya menghadap kiblat harus dilakukan dalam keadaan mampu dan aman dari serangan musuh atau hewan buas, sebagaimana penegasan ulama Malikiyyah dan Hanafiyyah.

Sejarah

Pada mulanya, kiblat mengarah ke Yerusalem.
Menurut Ibnu Katsir, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat salat dengan menghadap Baitul Maqdis.
Namun, Rasulullah lebih suka salat menghadap kiblatnya Nabi Ibrahim, yaitu Ka’bah.
Oleh karena itu dia sering salat di antara dua sudut Ka’bah sehingga Ka’bah berada di antara diri dia dan Baitul Maqdis.
Dengan demikian dia salat sekaligus menghadap Ka’bah dan Baitul Maqdis.
Setelah hijrah ke Madinah, hal tersebut tidak mungkin lagi.
Ia salat dengan menghadap Baitul Maqdis.
Ia sering menengadahkan kepalanya ke langit menanti wahyu turun agar Ka’bah dijadikan kiblat salat.
Allah pun mengabulkan keinginan dia dengan menurunkan ayat 144 dari Surat al-Baqarah: Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, maka sungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.
Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram.
Dan di mana saja kamu berada, palingkanlah mukamu ke arahnya.
Dan sesungguhnya orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil) memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang mereka kerjakan (Maksudnya ialah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam sering melihat ke langit mendoa dan menunggu-nunggu turunnya wahyu yang memerintahkan dia menghadap ke Baitullah).
Juga diceritakan dalam suatu hadits riwayat Imam Bukhari: Dari al-Bara bin Azib, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pertama tiba di Madinah dia turun di rumah kakek-kakek atau paman-paman dari Anshar.
Dan bahwasanya dia salat menghadap Baitul Maqdis enam belas atau tujuh belas bulan.
Dan dia senang kiblatnya dijadikan menghadap Baitullah.
Dan salat pertama dia dengan menghadap Baitullah adalah salat Ashar di mana orang-orang turut salat (bermakmum) bersama dia.
Seusai salat, seorang lelaki yang ikut salat bersama dia pergi kemudian melewati orang-orang di suatu masjid sedang ruku.
Lantas dia berkata:
“Aku bersaksi kepada Allah, sungguh aku telah salat bersama Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan menghadap Makkah.”
Merekapun dalam keadaan demikian (ruku) mengubah kiblat menghadap Baitullah.
Dan orang-orang Yahudi dan Ahli Kitab senang dia salat menghadap Baitul Maqdis.
Setelah dia memalingkan wajahnya ke Baitullah, mereka mengingkari hal itu.
Sesungguhnya sementara orang meninggal dan terbunuh sebelum berpindahnya kiblat, sehingga kami tidak tahu apa yang akan kami katakan tentang mereka.
Kemudian Allah yang Maha Tinggi menurunkan ayat
“dan Allah tidak akan menyia-nyiakan imanmu”
(al-Baqarah, 2:143).
Hal itu terjadi pada tahun 624. Dengan turunnya ayat tersebut, kiblat diganti menjadi mengarah ke Ka’bah di Mekkah.
Selain arah salat, kiblat juga merupakan arah kepala hewan yang disembelih, juga arah kepala jenazah yang dimakamkan.

Penentuan arah kiblat

Perhitungan geometris arah kiblat

Dalam 1000 tahun terakhir, sejumlah matematikawan dan astronom Muslim seperti Biruni telah melakukan perhitungan yang tepat untuk menentukan arah kiblat dari berbagai tempat di dunia.
Seluruhnya setuju bahwa setiap tahun ada dua hari di mana matahari berada tepat di atas Ka’bah, dan arah bayangan matahari di manapun di dunia pasti mengarah ke Kiblat.
Peristiwa tersebut terjadi setiap tanggal 28 Mei pukul 9.18 GMT (16.18 WIB) dan 16 Juli jam 9.27 GMT (16.27 WIB) untuk tahun biasa.
Sedang kalau tahun kabisat, tanggal tersebut dimajukan satu hari, dengan jam yang sama.
Tentu saja pada waktu tersebut hanya separuh dari bumi yang mendapat sinar matahari.
Selain itu terdapat 2 hari lain di mana matahari tepat di
“balik”
Ka’bah (antipoda), di mana bayangan matahari pada waktu tersebut juga mengarah ke Ka’bah.
Peristiwa tersebut terjadi pada tanggal 28 November 21.09 GMT (4.09 WIB) dan 16 Januari jam 21.29 GMT (4.29 WIB) Sumber: https://id.wikipedia.org/wiki/Kiblat

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran

QS. Al Ghaasyiyah (Hari Pembalasan) – surah 88 ayat 15 [QS. 88:15]

15. Dan di sana tersedia pula bantal-bantal sandaran yang tersusun. Mereka duduk bersandar pada bantal itu, menikmati suasana bahagia di surga. … 88:15, 88 15, 88-15, Surah Al Ghaasyiyah 15, Tafsir surat AlGhaasyiyah 15, Quran Al Gasiyah 15, Al Ghasyiyah 15, Al-Ghasyiyah 15, Surah Al Gasiyah ayat 15

QS. Saba (Kaum Saba’) – surah 34 ayat 4 [QS. 34:4]

4. Kedatangan hari Kiamat itu tiada lain agar Dia memberi balasan kepada orang-orang yang beriman dan mengerjakan kebajikan semasa di dunia. Mereka memperoleh ampunan dan rezeki yang mulia, yakni surg … 34:4, 34 4, 34-4, Surah Saba 4, Tafsir surat Saba 4, Quran Saba’ 4, Surah Saba ayat 4

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #27

Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah … an-Naml ar-Rahman Hud Yusuf at-Taubah Benar! Kurang tepat! Surah yang

Pendidikan Agama Islam #4

Aurat dari tubuh pria adalah mulai … seluruh tubuh kecuali wajah dan kaki dari siku ke lutut dari leher ke

Instagram