hawa nafsu

Kategori: Istilah Umum

Hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia; berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang.
Hawa nafsu merupakan kekuatan psikologis yang kuat yang menyebabkan suatu hasrat atau keinginan intens terhadap suatu objek atau situasi demi pemenuhan emosi tersebut.
Dapat berupa hawa nafsu untuk pengetahuan, kekuasaan, dan lainnya; namun pada umumnya dihubungkan dengan hawa nafsu seksual.

Dalam agama Islam

Hawa nafsu” terdiri dari dua kata: hawa (الهوى) dan nafsu (النفس).

Dalam bahasa Melayu, ‘nafsu’ bermakna keinginan, kecenderungan atau dorongan hati yang kuat.
Jika ditambah dengan kata hawa (=hawa nafsu), biasanya dikaitkan dengan dorongan hati yang kuat untuk melakukan perkara yang tidak baik.
Adakalanya bermakna selera, jika dihubungkan dengan makanan.
Nafsu syahwat pula berarti keberahian atau keinginan bersetubuh.

Ketiga perkataan ini (hawa, nafsu dan syahwat) berasal dari bahasa Arab:

  • Hawa (الهوى): sangat cinta; kehendak
  • Nafsu (النفس): roh; nyawa; jiwa; tubuh; diri seseorang; kehendak; niat; selera; usaha
  • Syahwat (الشهوة): keinginan untuk mendapatkan yang lazat; berahi.”

Ada sekolompok orang menganggap hawa nafsu sebagai
“syaitan yang bersemayam di dalam diri manusia,”
yang bertugas untuk mengusung manusia kepada kefasikan atau pengingkaran.
Mengikuti hawa nafsu akan membawa manusia kepada kerusakan.
Akibat pemuasan nafsu jauh lebih mahal ketimbang kenikmatan yang didapat darinya.
Hawa nafsu yang tidak dapat dikendalikan juga dapat merusak potensi diri seseorang.

Sebenarnya setiap orang diciptakan dengan potensi diri yang luar biasa, tetapi hawa nafsu dapat menghambat potensi itu muncul kepermukaan.
Potensi yang dimaksud di sini adalah potensi untuk menciptakan keadilan, ketenteraman, keamanan, kesejahteraan, persatuan dan hal-hal baik lainnya.
Namun karena hambatan nafsu yang ada pada diri seseorang potensi-potensi tadi tidak dapat muncul kepermukan (dalam realita kehidupan).
Maka dari itu mensucikan diri atau mengendalikan hawa nafsu adalah keharusan bagi siapa saja yang menghendaki keseimbangan, kebahagian dalam hidupnya karena hanya dengan berjalan di jalur-jalur yang benar sajalah menusia dapat mencapai hal tersebut.

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran

QS. Al Qalam (Pena) – surah 68 ayat 31 [QS. 68:31]

30-31. Setelah pemilik kebun tersebut sadar, lalu mulailah mereka saling berhadapan dan saling menyalahkan. Ada yang mengatakan, “Ini gara-gara kamu!” Yang lain lagi menjawab,“Kenapa aku yang disalahk … 68:31, 68 31, 68-31, Surah Al Qalam 31, Tafsir surat AlQalam 31, Quran Al-Qalam 31, Surah Al Qolam ayat 31

QS. Ash Shaffaat (Barisan-barisan) – surah 37 ayat 122 [QS. 37:122]

121-122. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik, rela berkorban, dan sabar dalam memperjuangkan ajaran tauhid. Karena keteguhan dan kesabaran mereka, sungguh keduanya te … 37:122, 37 122, 37-122, Surah Ash Shaffaat 122, Tafsir surat AshShaffaat 122, Quran Al-Shaffat 122, AshShaffat 122, Ash Shafat 122, Ash Shaffat 122, Surah Ash Shaffat ayat 122

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #6

Alquran bertindak sebagai Hudan, yang artinya adalah … pewaris penyemangat penyinar di alam kubur sebuah petunjuk pelindung Benar! Kurang tepat!

Pendidikan Agama Islam #14

Dalam Islam, teladan yang baik disebut juga dengan istilah … Akhlakul karimah Uswatun Hasanah Uswatun khisah Htaman Nabiyyin Akhlakul khabisah

Pendidikan Agama Islam #27

Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun. 22 10 23 13 20 Benar! Kurang tepat! Surah yang pertama kali turun

Instagram