Gosyen

Kategori: Nama Tempat

Tanah Gosyen (bahasa Ibrani: אֶרֶץ גֹּשֶׁן atau ארץ גושן Eretz Gošen; bahasa Inggris: Land of Goshen) adalah nama tempat di Mesir yang disebut dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen.
Merupakan tanah yang dihadiahkan oleh firaun pada zaman Yusuf kepada bangsa Israel untuk ditempati.
Dari sini kemudian umat Israel berangkat keluar dari Mesir.
Terletak di bagian timur Delta sungai Nil.

Arti nama


Jika pembacaan Septuaginta
“Gesem”
dianggap tepat, maka kata yang dalam bentuk bahasa Ibrani tidak dikenal maknanya itu dapat diartikan
“dicocok-tanami”
— dibandingkan dengan akar kata bahasa Arab j-š-m,
“bekerja.”

Ahli Egyptologi melihat kaitan dengan kata bahasa Mesir qas, yang berarti
“tanah yang kebanjiran”, karena Gosyen tampaknya berada di wilayah yang sama dengan apa yang disebut oleh orang Yunani sebagai
“Arabian nome,”
dengan ibu kota di Phakousa yang diterjemahkan dari bahasa Mesir
“Pa-qas”
(Brugsch, Geog., I, 298), nama kota, dengan determinatif
“mengalir ke luar”.
Donald Redford tidak membantah lokasi Gosyen, tetapi memberi asal nama yang berbeda, menurunkan dari
“Gasmu,”
para penguasa suku Bedouin orang Kedar yang menghuni daerah timur Delta dari abad ke-7 SM, tetapi John Van Seters menganggap ini tidak mungkin.

Meskipun banyak yang mencari makna Mesir untuk
“Gosyen”, tampaknya makna satu-satunya hanya melalui bahasa Ibrani karena sepertinya kata itu hanya berarti bagi orang-orang Ibrani yang tinggal di sana.
Para rabi kuno yang membagi Taurat menjadi bacaan mingguan menekankan bahwa mereka melihat nama
“Gosyen”
(Goshen) terkait dengan kata kerja
“NaGaSh”
(נִגַּשׁ),
“mendekati.
Bagian Taurat (Kejadian 44:18—47:27) di mana
“Gosyen”
pertama kali di disebut, dikenali dari kata Ibrani pertama, vaYi(n)gash, וַיִּגַּשׁ,
“Lalu…
Yehuda mendekati (Yusuf)…”
Beberapa ayat kemudian, (Kejadian 45:10) disebutkan kata
“Gosyen”, untuk pertama kalinya dalam Alkitab, ketika Yusuf mengirimkan kabar kepada Yakub, katanya
“…tinggal di tanah Gosyen, dan dan akan dekat kepadaku…”
Sepertinya mengatakan,
“engkau akan hidup mendekati Mesir, bukan sepenuhnya di dalamnya, sehingga jika tiba waktunya untuk pergi, engkau dapat berangkat secepatnya.”
Ayat terakhir bagian ini, (Kejadian 47:27)
“Maka diamlah Israel di tanah Mesir, di tanah Gosyen…”

Gosyen di Mesir


Menurut naratif Yusuf dalam Kitab Kejadian, para putra Yakub yang tinggal di Hebron, mengalami musim kekeringan berat yang akan berlangsung tujuh tahun.
Karena adanya kabar bahwa Mesir adalah satu-satunya kerajaan yang dapat menyediakan makanan, para putra Yakub (Israel) pergi ke sana untuk membeli makanan.
Pada tahun kedua musim kekeringan itu, Wazir Mesir, Yusuf, mengundang putra-putra Israel untuk tinggal di teritori Mesir.
Mereka menetap di tanah Gosyen.
Gosyen digambarkan sebagai tanah terbaik di Mesir, cocok untuk ditanami dan menggembalakan ternak.


Tersirat bahwa lokasi ini mungkin agak terpisah dari negeri Mesir yang umum, karena Kejadian 46:34 menyatakan,
“”dengan maksud supaya kamu boleh diam di tanah Gosyen.”
–Sebab segala gembala kambing domba adalah suatu kekejian bagi orang Mesir
Setelah kematian Yusuf dan generasinya, maka keturunan mereka, orang-orang Israel, menjadi berlipat ganda jumlahnya.
Orang Mesir yang takut akan potensi adanya integrasi atau pengambilalihan kekuasaan memutuskan untuk menjadikan mereka sebagai budak dan menindas hak-hak mereka.

Sekitar empat ratus tiga puluh tahun kemudian, Musa dipanggil oleh Allah untuk memimpin umat Israel keluar dari Mesir, berangkat dari Gosyen ke Sukot (Succoth), tempat persinggahan pertama dalam Eksodus itu.
Mereka kemudian berkemah di 41 lokasi setelah melintasi Delta Nil, sampai ke tempat persinggahan terakhir di dataran Moab (plains of Moab).

Identifikasi


Pada tahun 1885 E.H.
Naville mengidentifikasi Gosyen sebagai nome Mesir ke-20, berlokasi di bagian timur Delta, dan dikenal sebagai
“Gesem”
atau
“Kesem”
selama masa Dinasti ke-26 Mesir (672-525 SM).
Wilayahnya meliputi Wadi Tumilat di batas barat, dengan batas timur distrik
“Succoth”
(Sukot), dengan Pitom sebagai kota utamanya, merentang ke utara sampai sejauh reruntuhan Pi-ramesse (“tanah Rameses”), dan termasuk baik tanah pertanian maupun ladang penggembalaan.


۞ Variasi nama: tanah Gosyen

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 24 [QS. 4:24]

Bila pada ayat yang lalu Allah melarang pernikahan yang menghimpun dua atau lebih perempuan bersaudara, maka ayat ini melarang seorang istri dinikahi oleh dua orang laki-laki. Dan diharamkan juga kamu … 4:24, 4 24, 4-24, Surah An Nisaa’ 24, Tafsir surat AnNisaa 24, Quran AnNisa 24, An-Nisa’ 24, Surah An Nisa ayat 24

QS. An Nisaa’ (Wanita) – surah 4 ayat 27 [QS. 4:27]

Dan ketahuilah bahwa Allah hendak menerima tobatmu yang kamu lakukan dengan tulus dan sepenuh hati, sedang orang-orang yang semata-mata hanya mengikuti keinginan hawa nafsu-nya, menghendaki dan berupa … 4:27, 4 27, 4-27, Surah An Nisaa’ 27, Tafsir surat AnNisaa 27, Quran AnNisa 27, An-Nisa’ 27, Surah An Nisa ayat 27

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #30

كادَ الفَقْرُ أنْ يَكُوْنَ كُفْرًاArti dari kalimat di atas adalah … Kekufuran mendekati kemiskinan Kefakiran mendekatkan kepada kekufuran Kekafiran mendekatkan

Pendidikan Agama Islam #8

Undang-undang tentang penggunaan Hadits-Maudu adalah … haram mubah sunnah makruh boleh Benar! Kurang tepat! Berikut adalah hadits yang rusak, kecuali

Pendidikan Agama Islam #13

Apa warna kesukaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam? Abu-abu Hijau Pupus Kuning muda Hitam dongker Putih Benar! Kurang tepat!

Instagram