assabiqunal awwalun

Kategori: Nama Golongan

Assabiqunal awwalun adalah sebutan untuk sahabat-sahabat nabi Muhammad yang pertama kali memeluk islam. Contohnya, Abu bakar ash shiddiq, utsman bin affan, ali bin abi thalib dan khadijah ra. Assabiqunal awwalun artinya adalah orang-orang yang awal masuk atau memeluk agama islam.

Assabiqunal Awwalun adalah kalimat yang terdiri dari kata as-Sabiqun yang berarti orang yang mendahului dan al-Awwalun yang berarti orang yang pertama.
Sehingga arti Assabiqunal Awwalun adalah orang-orang yang pertama masuk islam mendahului yang lainnya atau orang-orang yang terdahulu masuk agama Islam.

Assabiqunal awwalun artinya pemeluk Islam pertama ( السَّابِقُونَ الأَوَّلُونَ, al-sabiqun al-awwalun‎) adalah orang-orang terdahulu yang pertama kali masuk/memeluk Islam.
Mereka dari golongan kaum Muhajirin dan Anshar, mereka semua sewaktu masuk Islam berada di kota Mekkah, sekitar tahun 610 Masehi pada abad ke-7.

Pada masa penyebaran Islam awal, para sahabat nabi di mana jumlahnya sangat sedikit dan golongan as-sabiqun al-awwalun yang rata-ratanya adalah orang miskin dan lemah.

Etimologi

Akar kalimat as-sabiqun dalam bahasa Arab berakar dari huruf S-B-Q (س-ب-ق Sin-Ba-Qaf), sabaqa (سبق) sebuah kata kerja yang artinya “mendahulukan”, “pergi sebelum”, “lebih dahulu”, “melampaui”, juga berarti “sudah” atau “sebelum”; “aksi pendahulu”, “bergerak sebelumnya” dan sebagainya, contoh:

“… dan (malaikat-malaikat) yang mendahului dengan kencang…”
(An-Nazi’at, 79:4)

yang artinya melewati atau melampaui.
Sabaqa: berpacu (kata kerja).
Sabiq: bertindak.
Kemudian kalimat al-awwalun terdiri dari huruf A-W-L (ء-و-ل Hamzah-Wau-Lam), awwal (أول) sebuah kata yang artinya “pertama” atau “awal”, kemudian kata ini diserap kedalam bahasa Indonesia, yang memiliki makna yang sama pula.

Kerasulan Nabi Muhammad

Awal kerasulan

Nabi Muhammad dilahirkan di tengah-tengah masyarakat terbelakang yang senang dengan kekerasan, pertempuran dan penyembahan berhala.

Ia sering menyendiri ke Gua Hira’, sebuah gua bukit dekat Mekkah, yang kemudian dikenali sebagai Jabal An Nur karena bertentangan sikap dengan kebudayaan Arab pada zaman tersebut.
Di sinilah ia sering berpikir dengan mendalam, memohon kepada Allah supaya memusnahkan kekafiran dan kebodohan.

Pada suatu malam, ketika Nabi Muhammad sedang bertafakur di Gua Hira’, Malaikat Jibril mendatanginya.
Jibril membangkitkannya dan menyampaikan wahyu Allah di telinganya.

Ia diminta membaca.
Ia menjawab,
“Saya tidak bisa membaca”.

Jibril mengulangi tiga kali meminta agar Nabi Muhammad membaca, tetapi jawabannya tetap sama.
Akhirnya, Jibril berkata:

“ Bacalah dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan manusia dari segumpal darah.
Bacalah, dengan nama Tuhanmu yang Maha Pemurah, yang mengajar manusia dengan perantaraan (menulis, membaca).
Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya.”
(Al-Alaq 96: 1-5)

Ini merupakan wahyu pertama yang diterima oleh Muhammad.
Ketika itu ia berusia 40 tahun.

Wahyu turun kepadanya secara berangsur-angsur dalam jangka waktu 23 tahun.
Wahyu tersebut telah diturunkan menurut urutan yang diberikan Muhammad, dan dikumpulkan dalam kitab bernama al-mushaf yang juga dinamakan al-Quran (bacaan).

Pendakwahan

Sirriyyah (rahasia)

Selama tiga tahun pertama, Nabi Muhammad hanya menyebarkan agama terbatas kepada teman-teman dekat dan kerabatnya, pendapat ini dikemukakan oleh Ibnu ishaq dan Al-Waqidi.
Kebanyakan dari mereka yang percaya dan meyakini ajaran Muhammad adalah para anggota keluarganya, tetapi tidak semua orang terdekatnya mau menerima dakwah ini.
Sebagai contoh Abu Thalib yang tidak meyakini ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad.
Begitu pula dengan salah satu pamannya yang bernama Abu Lahab, bahkan menjadi penentang keras dakwah Muhammad.

Nabi Muhammad menjadi nabi dan berdakwah pada kisaran tahun 610 – 614 Masehi.
Setelah adanya wahyu, surat Al-Muddatstsir: 1-7, yang artinya:

“ Hai orang yang berkemul (berselimut), bangunlah, lalu berilah peringatan! dan Rabbmu agungkanlah, dan pakaianmu bersihkanlah, dan perbuatan dosa (menyembah berhala) tinggalkanlah, dan janganlah kamu memberi (dengan maksud) memperoleh (balasan) yang lebih banyak, dan untuk (memenuhi perintah) Rabbmu, bersabarlah”.
(Al-Mudatsir 74: 1-7)

Dengan turunnya surat Al-Muddatsir ini, mulailah Rasulullah berdakwah.
Mula-mula ia melakukannya secara sembunyi-sembunyi di lingkungan keluarga, sahabat, pengasuh dan budaknya.
Orang pertama yang menyambut dakwahnya adalah Khadijah, istrinya.
Dialah yang pertama kali masuk Islam.
Menyusul setelah itu adalah Ali bin Abi Thalib, saudara sepupunya yang kala itu baru berumur 10 tahun, sehingga Ali menjadi lelaki pertama yang masuk Islam.

Kemudian Abu Bakar, sahabat karibnya sejak masa kanak-kanak.
Baru kemudian diikuti oleh Zaid bin Haritsah, bekas budak yang telah menjadi anak angkatnya, dan Ummu Aiman, pengasuh Nabi Muhammad sejak ibunya masih hidup.
Setelah mereka, lalu masuk yang lainnya.
Abu Bakar sendiri kemudian berhasil mengislamkan beberapa orang teman dekatnya, seperti, Utsman bin Affan, Zubair bin Awwam, Abdurrahman bin Auf, Sa’ad bin Abi Waqqas, dan Thalhah bin Ubaidillah.
Dari dakwah yang masih rahasia ini, belasan orang telah masuk Islam.
Sedangkan menurut sejarah Islam, putri Abu Bakar yaitu Aisyah adalah orang ke 21 atau 22 yang masuk Islam.

Terbuka

Dakwah secara sirriyyah ini dilakukan selama kurang lebih 3 tahun dan setelah orang Islam berjumlah 40 orang, maka turunlah ayat

“ …dan berilah peringatan kepada kerabat-kerabatmu yang terdekat”
(Asy-Syu’ara, 26:214)

“ Maka sampaikanlah olehmu secara terang-terangan segala apa yang diperintahkan (kepadamu) dan berpalinglah dari orang-orang yang musyrik.
Sesungguhnya kami memelihara kamu daripada (kejahatan) orang-orang yang memperolok-olokkan (kamu)”.
(Al-Hijr ayat 15:94-95)

Nabi Muhammad mulai terbuka menjalankan dakwah secara terang-terangan.
Mula-mula ia mengundang kerabat karibnya bangsa Quraisy dalam sebuah jamuan.
Pada kesempatan itu ia menyampaikan ajarannya.

Namun ternyata hanya sedikit yang menerimanya.
Sebagian menolak dengan halus, sebagian menolak dengan kasar, salah satunya adalah Abu Lahab dan istrinya Ummu Jamil.
Mereka sangat membenci ajaran yang dibawa oleh Nabi Muhammad.

Sebelum kelahiran Nabi Muhammad, orang-orang Arab Quraisy adalah para penyembah berhala.
Mereka suka membunuh anak laki-Iaki dan menanam hidup-hidup anak perempuan.
Mereka mudah membunuh sebagian yang lain hanya karena hal-hal yang sepele.
Oleh karena itu ketika Muhammad mengajak mereka untuk menyembah Allah yang Esa, meninggalkan kepercayaan mereka, mereka marah besar.
Mereka yang semula cinta kepadanya berubah menjadi kebencian dan kemarahan.
Sedangkan mereka yang semula membenarkan Muhammad, telah berubah menjadi orang-orang yang mendustakannya.

Madrasah Pertama

Nabi Muhammad mulai merasa perlu mencari sebuah tempat bagi para pemeluk Islam dapat berkumpul bersama.
Di tempat itu akan diajarkan kepada mereka tentang prinsip-prinsip Islam, membacakan ayat-ayat Al-Qur’an, menerangkan makna dan kandungannya, menjelaskan hukum-hukumnya dan mengajak mereka untuk melaksanakan dan mempraktikkannya.
Pada akhirnya Muhammad memilih sebuah rumah di bukit Shafa milik Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam.
Semua kegiatan itu dilakukan secara rahasia tanpa sepengetahuan siapa pun dari kalangan orang-orang kafir.

Rumah Abu Abdillah al-Arqam bin Abi al-Arqam ini merupakan Madrasah pertama sepanjang sejarah Islam, tempat ilmu pengetahuan dan amal saleh diajarkan secara terpadu oleh sang guru pertama, yaitu Nabi Muhammad.
Ia sendiri yang mengajar dan mengawasi proses pendidikan disana.

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW

Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran

QS. An Najm (Bintang) – surah 53 ayat 5 [QS. 53:5]

5-6. Wahyu yang diterimanya diajarkan kepadanya oleh Jibril, malaikat yang sangat kuat, yang mempunyai keteguhan sangat hebat; maka ia menampakkan diri kepada Nabi Muhammad dengan rupa yang asli, yakn … 53:5, 53 5, 53-5, Surah An Najm 5, Tafsir surat AnNajm 5, Quran An-Najm 5, Surah An Najm ayat 5

QS. Yunus (Nabi Yunus) – surah 10 ayat 16 [QS. 10:16]

Setelah menolak permintaan kaum musyrik untuk mendatangkan kitab selain Al-Qur’an atau mengubah sebagian isinya, lalu Allah berfirman, Katakanlah wahai Nabi Muhammad, “Jika Allah menghendaki aku tidak … 10:16, 10 16, 10-16, Surah Yunus 16, Tafsir surat Yunus 16, Quran Yunus 16, Surah Yunus ayat 16

Podcast

Hadits & Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #28

Ada berapa syarat dalam menuntut ilmu? Lima Enam Dua Tiga Tujuh Benar! Kurang tepat! Penjelasan:Enam Syarat Meraih Ilmu Menurut Sayyidina

Pendidikan Agama Islam #1

Tuhan memiliki sifat Al Karim, yang berarti bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala merupakan zat Yang .. Maha Bijaksana Maha Pemberi

Pendidikan Agama Islam #26

Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … 114 100 150 154 155 Benar! Kurang tepat! Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah

Instagram