Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

HR. Tirmidzi: 365 – Mengucapkan salam shalat zhuhur dan ashr padahal baru dua rakaat

حَدَّثَنَا الْأَنْصَارِيُّ حَدَّثَنَا مَعْنٌ حَدَّثَنَا مَالِكٌ عَنْ أَيُّوبَ بْنِ أَبِي تَمِيمَةَ وَهُوَ أَيُّوبُ السَّخْتِيَانِيُّ عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ سِيرِينَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ انْصَرَفَ مِنْ اثْنَتَيْنِ فَقَالَ لَهُ ذُو الْيَدَيْنِ أَقُصِرَتْ الصَّلَاةُ أَمْ نَسِيتَ يَا رَسُولَ اللَّهِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَصَدَقَ ذُو الْيَدَيْنِ فَقَالَ النَّاسُ نَعَمْ فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَصَلَّى اثْنَتَيْنِ أُخْرَيَيْنِ ثُمَّ سَلَّمَ ثُمَّ كَبَّرَ فَسَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ ثُمَّ كَبَّرَ فَرَفَعَ ثُمَّ سَجَدَ مِثْلَ سُجُودِهِ أَوْ أَطْوَلَ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ وَابْنِ عُمَرَ وَذِي الْيَدَيْنِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَحَدِيثُ أَبِي هُرَيْرَةَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَاخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي هَذَا الْحَدِيثِ فَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْكُوفَةِ إِذَا تَكَلَّمَ فِي الصَّلَاةِ نَاسِيًا أَوْ جَاهِلًا أَوْ مَا كَانَ فَإِنَّهُ يُعِيدُ الصَّلَاةَ وَاعْتَلُّوا بِأَنَّ هَذَا الْحَدِيثَ كَانَ قَبْلَ تَحْرِيمِ الْكَلَامِ فِي الصَّلَاةِ قَالَ وَأَمَّا الشَّافِعِيُّ فَرَأَى هَذَا حَدِيثًا صَحِيحًا فَقَالَ بِهِ و قَالَ هَذَا أَصَحُّ مِنْ الْحَدِيثِ الَّذِي رُوِيَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الصَّائِمِ إِذَا أَكَلَ نَاسِيًا فَإِنَّهُ لَا يَقْضِي وَإِنَّمَا هُوَ رِزْقٌ رَزَقَهُ اللَّهُ قَالَ الشَّافِعِيُّ وَفَرَّقَ هَؤُلَاءِ بَيْنَ الْعَمْدِ وَالنِّسْيَانِ فِي أَكْلِ الصَّائِمِ بِحَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ و قَالَ أَحْمَدُ فِي حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ إِنْ تَكَلَّمَ الْإِمَامُ فِي شَيْءٍ مِنْ صَلَاتِهِ وَهُوَ يَرَى أَنَّهُ قَدْ أَكْمَلَهَا ثُمَّ عَلِمَ أَنَّهُ لَمْ يُكْمِلْهَا يُتِمُّ صَلَاتَهُ وَمَنْ تَكَلَّمَ خَلْفَ الْإِمَامِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّ عَلَيْهِ بَقِيَّةً مِنْ الصَّلَاةِ فَعَلَيْهِ أَنْ يَسْتَقْبِلَهَا وَاحْتَجَّ بِأَنَّ الْفَرَائِضَ كَانَتْ تُزَادُ وَتُنْقَصُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَإِنَّمَا تَكَلَّمَ ذُو الْيَدَيْنِ وَهُوَ عَلَى يَقِينٍ مِنْ صَلَاتِهِ أَنَّهَا تَمَّتْ وَلَيْسَ هَكَذَا الْيَوْمَ لَيْسَ لِأَحَدٍ أَنْ يَتَكَلَّمَ عَلَى مَعْنَى مَا تَكَلَّمَ ذُو الْيَدَيْنِ لِأَنَّ الْفَرَائِضَ الْيَوْمَ لَا يُزَادُ فِيهَا وَلَا يُنْقَصُ قَالَ أَحْمَدُ نَحْوًا مِنْ هَذَا الْكَلَامِ و قَالَ إِسْحَقُ نَحْوَ قَوْلِ أَحْمَدَ فِي هَذَا الْبَابِ

Telah menceritakan kepada kami Al Anshar berkata:
telah menceritakan kepada kami Ma’n berkata:
telah menceritakan kepada kami Malik dari Ayyub bin Abu Tamimah -yaitu Ayyub As Sakhtiyani- dari Muhammad bin Sirin dari Abu Hurairah bahwa Nabi ﷺ berlalu (pergi) setelah mengerjakan dua rakaat.
Maka Dzul Yadaini bertanya kepada beliau, “Wahai Rasulullah, shalatnya yang diringkas atau memang engkau yang lupa?”
Rasulullah ﷺ lalu bertanya:
“Apakah benar yang dikatakan oleh Dzul Yadaini?”
orang-orang menjawab, “Benar, ” maka Rasulullah ﷺ pun berdiri shalat dua rakaat kemudian salam.

Setelah itu beliau takbir dan sujud sebagaimana sujudnya yang lalu atau bahkan lebih lama, kamudian takbir dan mengangkat kepala.
Setelah itu beliau sujud sebagaimana sujudnya yang lalu atau bahkan lebih lama.”

Abu Isa berkata:
“Dalam bab ini juga ada riwayat dari Imran bin Hushain, Ibnu Umar dan Dzul Yadaini.”

Abu Isa berkata:
Hadits Abu Hurairah ini derajatnya hasan shahih.

Para ulama berselisih tentang hadits ini, sebagian penduduk Kufah berkata:
“Jika seseorang berbicara dalam shalat karena lupa, bodoh atau apapun juga, maka hendaklah ia mengulangi shalatnya.
Mereka beralasan bahwa hadits ini muncul sebelum diharamkannya berbicara dalam shalat.

Imam Syafi’i memandang bahwa hadits ini shahih, dan ia berpegangan dengan hadits tersebut.
Imam Syafi’i berkata lagi, “Hadits ini lebih shahih ketimbang hadits yang diriwayatkan dari Nabi ﷺ berkenaan dengan orang yang berpuasa:
bahwa apabila ia makan karena lupa maka ia tidak perlu mengqadlanya, sebab itu adalah rizki yang Allah berikan.”
Syafi’i mengatakan, “Bagi orang yang berpuasa, mereka membedakan antara orang yang makan dengan sengaja dan orang yang tidak sengaja, berdasarkan hadits Abu Hurairah.”
Sedangkan Imam Ahmad dalam mengomentari hadits Abu Hurairah ini ia berkata:
“Bila seorang imam berbicara tentang sesuatu dari shalatnya dan dia yakin telah menyempurnakannya, kemudian mengerti (tersadar) bahwa ia belum menyempurnakannya, maka ia harus menyempurnakan shalatnya.

Dan barangsiapa berbicara di belakang imam sedangkan ia mengetahui bahwa ia masih mempunyai sisa shalat yang belum ia kerjakan, maka hendaklah ia mengulanginya.
Imam Ahmad berdalil bahwa ibadah-ibadah fardlu pada masa Rasulullah ﷺ kadang terjadi kelebihan dan kadang terjadi kekurangan.

Dzul Yadaini berbicara karena yakin bahwa shalat beliau telah sempurna, hal ini tidak sama dengan hari ini.
seseorang tidak boleh berbicara semakna dengan yang dikatakan oleh Dzul Yadaini, karena ibadah-ibadah fardlu pada hari ini tidak bisa ditambah atau dikurangi.”
Dalam bab ini Ishaq berkata sebagaimana perkataan Imam Ahmad.

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video Terkait

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Pada hari dinampakkan segala rahasia,
maka sekali-kali tidak ada bagi manusia itu suatu kekuatanpun & tidak (pula) seorang penolong.

QS. At-Tariq [86]: 9-10

Dan telah Kami perintahkan kepada Ibrahim & Ismail:
“Bersihkanlah rumah-Ku untuk orang-orang yang thawaf,
yang itikaf,
yang ruku & yang sujud”
QS. Al-Baqarah [2]: 125

Berbuatlah sepenuh kemampuanmu,
sesungguhnya akupun berbuat (pula).
Kelak kamu akan mengetahui, siapa (di antara kita) yang akan peroleh hasil yang baik di dunia ini.
Sesungguhnya orang yang zalim itu tak akan mendapatkan keberuntungan
QS. Al-An’am [6]: 135

maka berkatalah orang-orang yang zalim:

“Ya Tuhan kami,
beri tangguhlah kami (kembalikanlah kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit,
niscaya kami akan mematuhi seruan Engkau & akan mengikuti rasul-rasul
QS. Ibrahim [14]: 44

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang ̷...

Pendidikan Agama Islam #18

Turunnya surah Ad-Dhuha menunjukkan… ..kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam.Surah Ad-Dhuha ayat ke-enam menunjukkan salah satu masa Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa...

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah …...

Kamus

Ad Dhaar

Apa itu Ad Dhaar? Allah itu Adh-Dhar . Artinya adalah Allah itu Maha Pemberi Bahaya/Dzat Yang Maha Memberi Mudhorat, Dia bisa memberikan bahaya kepada orang-orang yang kafir dan durhaka kepada-Nya de...

Bukit Tursina

Di mana itu Bukit Tursina? Demi buah tin dan zaitun. Demi (Bukit) Thursina. Dan, demi negeri yang aman ini.” (QS. At-Tin : 1-3). Tiga ayat di atas merupakan sumpah Allah Subhanahu Wa Ta`ala. Kal...

Hadits Dha’if

Apa itu Hadits Dha’if? Hadis lemah atau Hadits Dha’if (bahasa Arab: حديث ضعيف‎) adalah kategori hadis yang tertolak dan tidak dapat dinyatakan kebenarannya berasal dari perkataan...

Alaihis Salam

Apa itu Alaihis Salam? Alaihis Salam disingkat AS adalah gelar yang biasanya diberikan kepada para nabi dan juga pada para Malaikat dalam Islam selain nabi Muhammad yang bergelar “Shalallaahu &#...

kiblat

Apa itu kiblat? Kiblat adalah kata Arab yang merujuk arah yang dituju saat seorang Muslim mendirikan salat. Arah kiblat adalah arah dari suatu tempat (lokasi) ke Ka’bah di Masjidil Haram, Mekkah den...

Hari Arafah

Apa itu Hari Arafah? Hari Arafah adalah hari ke-9 dalam bulan Zulhijah dan merupakan hari ke-2 dalam ritual ibadah haji. Hari Arafah merupakan hari yang istimewa karena pada hari itu Allah Subhanahu W...

Instagram