Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

HR. Tirmidzi: 187 – Adzan waktu malam

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ عَنْ سَالِمٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى تَسْمَعُوا تَأْذِينَ ابْنِ أُمِّ مَكْتُومٍ قَالَ أَبُو عِيسَى وَفِي الْبَاب عَنْ ابْنِ مَسْعُودٍ وَعَائِشَةَ وَأُنَيْسَةَ وَأَنَسٍ وَأَبِي ذَرٍّ وَسَمُرَةَ قَالَ أَبُو عِيسَى حَدِيثُ ابْنِ عُمَرَ حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ وَقَدْ اخْتَلَفَ أَهْلُ الْعِلْمِ فِي الْأَذَانِ بِاللَّيْلِ فَقَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ بِاللَّيْلِ أَجْزَأَهُ وَلَا يُعِيدُ وَهُوَ قَوْلُ مَالِكٍ وَابْنِ الْمُبَارَكِ وَالشَّافِعِيِّ وَأَحْمَدَ وَإِسْحَقَ و قَالَ بَعْضُ أَهْلِ الْعِلْمِ إِذَا أَذَّنَ بِلَيْلٍ أَعَادَ وَبِهِ يَقُولُ سُفْيَانُ الثَّوْرِيُّ وَرَوَى حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ بِلَالًا أَذَّنَ بِلَيْلٍ فَأَمَرَهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ يُنَادِيَ إِنَّ الْعَبْدَ نَامَ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ غَيْرُ مَحْفُوظٍ وَالصَّحِيحُ مَا رَوَى عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عُمَرَ وَغَيْرُهُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يُؤَذِّنَ ابْنُ أُمِّ مَكْتُومٍ وَرَوَى عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي رَوَّادٍ عَنْ نَافِعٍ أَنَّ مُؤَذِّنًا لِعُمَرَ أَذَّنَ بِلَيْلٍ فَأَمَرَهُ عُمَرُ أَنْ يُعِيدَ الْأَذَانَ وَهَذَا لَا يَصِحُّ أَيْضًا لِأَنَّهُ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عُمَرَ مُنْقَطِعٌ وَلَعَلَّ حَمَّادَ بْنَ سَلَمَةَ أَرَادَ هَذَا الْحَدِيثَ وَالصَّحِيحُ رِوَايَةُ عُبَيْدِ اللَّهِ وَغَيْرِ وَاحِدٍ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ وَالزُّهْرِيِّ عَنْ سَالِمٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ قَالَ أَبُو عِيسَى وَلَوْ كَانَ حَدِيثُ حَمَّادٍ صَحِيحًا لَمْ يَكُنْ لِهَذَا الْحَدِيثِ مَعْنًى إِذْ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ فَإِنَّمَا أَمَرَهُمْ فِيمَا يُسْتَقْبَلُ و قَالَ إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ وَلَوْ أَنَّهُ أَمَرَهُ بِإِعَادَةِ الْأَذَانِ حِينَ أَذَّنَ قَبْلَ طُلُوعِ الْفَجْرِ لَمْ يَقُلْ إِنَّ بِلَالًا يُؤَذِّنُ بِلَيْلٍ قَالَ عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ حَدِيثُ حَمَّادِ بْنِ سَلَمَةَ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ ابْنِ عُمَرَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيْرُ مَحْفُوظٍ وَأَخْطَأَ فِيهِ حَمَّادُ بْنُ سَلَمَةَ

telah menceritakan kepada kami Qutaibah berkata:
telah menceritakan kepada kami Al Laits dari Ibnu Syihab dari Salim dari Ayahnya bahwa Nabi ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Bilal adzan di waktu yang masih malam, maka hendaklah kalian tetap makan dan minum hingga mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.”

Abu Isa berkata:
“Dalam bab ini juga ada riwayat dari Ibnu Mas’ud, ‘Aisyah, Unaisah, Anas, Abu Dzar dan Samrah.”

Abu Isa berkata:
Hadits Ibnu Umar derajatnya hasan shahih.
Dan para ulama telah berselisih pendapat tentang adzan di waktu malam.

Sebagian mereka mengatakan, “Jika seorang mu’adzin mengumandangkan adzan di waktu yang masih malam maka hal itu telah mencukupi dan tidak perlu mengulanginya.”
Pendapat ini diambil oleh Malik, bin Al Mubarak, Ahmad dan Ishaq.

Sedangkan sebagian ulama yang lain mengatakan, “Jika ia melakukan adzan di waktu yang masih malam maka ia harus mengulanginya.”
Pendapat ini diambil oleh Sufyan Ats Tsauri.

Hammad bin Salamah meriwayatkan dari Ayyub, dari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwa Bilal pernah mengumandangkan adzan di waktu yang masih malam, maka Nabi ﷺ pun memerintahkan kepadanya untuk menyeru, “Sesungguhnya seorang hamba telah tidur.”

Abu Isa berkata:
Hadits ini tidak akurat.

Tetapi yang shahih adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ubaidullah bin Umar dan selainnya dari Nafi’ dari Ibnu Umar bahwa Nabi ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Bilal adzan di waktu yang masih malam, maka hendakalah kalian tetap makan dan minum hingga mendengar adzan Ibnu Ummi Maktum.”
Telah diriwayatkan pula bahwa Abdul Aziz bin Abu Rawwad dari Nafi’, bahwa tukang adzan Umar pernah mengumandangkan adzan di waktu yang masih malam, maka ia pun memerintahkan kepadanya untuk mengulangi, namun hadits ini juga tidak sah.

Sebab antara Nafi’ dan Umar sanadnya terputus.
Barangkali Hammad bin Salamah menghendaki hadits ini.

Yang benar adalah hadits yang diriwayatkan oleh Ubaidullah dan yang lainnya dari Nafi’ dari Ibnu Umar, dan Az Zuhri dari Salim bin Umar, bahwa Nabi ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Bilal adzan di waktu yang masih malam.”

Abu Isa berkata:
“Sekiranya hadits riwayat Hammad shahih, tentu hadits ini tidak ada maknanya.
Sebab Rasulullah ﷺ bersabda:

“Sesungguhnya Bilal Adzan di waktu yang masih malam, ” beliau memerintahkan kepada para sahabat untuk sesuatu yang akan datang.
Dan beliau bersabda:

“Sesungguhnya Bilal adzan di waktu yang masih malam, ” sekiranya beliau memerintahkan mengulangi adzan ketika adzan itu dilakukan sebelum fajar, maka Nabi tidak akan mengatakan:
“Sesungguhnya Bilal adzan di waktu yang masih malam.”
Ali bin Al Madini berkata:
Hadits Hammad bin Salamah dari Ayyub, dari Nafi’, dari Ibnu Umar dari Nabi ﷺ tidak akurat, dan Hammad bin Salamah melakukan kesalahan di dalamnya.”

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video Terkait

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

مَا وَدَّعَكَ رَبُّكَ وَمَا قَلَىٰ

Tuhanmu tiada meninggalkan kamu & tiada (pula) benci kepadamu

وَلَلْءَاخِرَةُ خَيْرٌۭ لَّكَ مِنَ ٱلْأُولَىٰ

Dan sesungguhnya hari kemudian itu lebih baik bagimu daripada yang sekarang (permulaan)
QS. Ad-Duha [93]: 3-4

Ya Tuhanku,
anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh.
QS. As-Saffat [37]: 100

Dirikanlah sembahyang, tunaikan zakat & berikan pinjaman kepada Allah pinjaman yang baik. Dan kebaikan apa saja yang kamu perbuat untuk dirimu niscaya kamu memperoleh (balasan)nya di sisi Allah sebagai balasan yang paling besar pahalanya.
QS. Al-Muzzammil [73]: 20

Sungguh Aku bersumpah dengan cahaya merah di waktu senja,
dan dengan malam & apa yang diselubunginya,
dan dengan bulan bila jadi purnama,
sesungguhnya kamu melalui tingkat demi tingkat (dalam kehidupan),
Mengapa mereka tak mau beriman?
QS. Al-Insyiqaq [84]: 16-18

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #26

Sebab-sebab turunnya ayat Alquran disebut … Nama lain dari surah Al-Insyirah adalah … Jumlah surah-surah dalam Alquran adalah … Pesan utama dari kandungan Alquran adalah … Sura...

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu...

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama ...

Kamus

isya

Apa itu isya? (1) waktu menjelang malam sesudah lenyapnya sinar merah di ufuk barat; (2) waktu salat wajib setelah lenyapnya sinar merah di ufuk barat sampai menjelang terbit fajar; (3) (huruf awal ...

kawin mutah

Apa itu kawin mutah? perkawinan yang berdasarkan perjanjian dalam jangka waktu tertentu (yang dilarang dalam agama) … •

riya’

Apa itu riya’? Riya merupakan perilaku tercela yang tidak sesuai dengan ajaran agama Islam. Sifat tersebut tentunya harus kita hindari. Selain berdosa, sifat riya juga merugikan diri sendiri, k...

buku kuning

Apa itu buku kuning? buku yang ditulis tidak berdasarkan kenyataan dengan tujuan mengikat pembaca melalui cerita sensasional; (2) buku yang berisikan ajaran Islam yang ditulis dalam bahasa Arab Klasik...

Al-Humazah

Apa itu Al-Humazah? Surah Al-Humazah adalah surah ke-104 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 9 ayat dan tergolong pada surah Makkiyah. Kata Al Humazah berarti pengumpat dan diambil dari ayat pertama...

manasik

Apa itu manasik? ma.na.sik ibadah … •

Instagram