Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

HR. Muslim: 5328 – Hadits Jabir yang panjang dan kisah Abu Yasir

حَدَّثَنَا هَارُونُ بْنُ مَعْرُوفٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ عَبَّادٍ وَتَقَارَبَا فِي لَفْظِ الْحَدِيثِ وَالسِّيَاقُ لِهَارُونَ قَالَا حَدَّثَنَا حَاتِمُ بْنُ إِسْمَعِيلَ عَنْ يَعْقُوبَ بْنِ مُجَاهِدٍ أَبِي حَزْرَةَ عَنْ عُبَادَةَ بْنِ الْوَلِيدِ بْنِ عُبَادَةَ ب
Shahih Muslim hadis nomor 5328
Telah menceritakan kepada kami Harun bin Ma’ruf(1) dan Muhammad bin Abbad(2), matan hadis keduanya hampir sama dan pemaparan matan berikut milik Harun, keduanya berkata:
Telah menceritakan kepada kami Hatim bin Isma’il(3) dari Ya’qub bin Mujahid Abu Hazrah(4) dari Ubadah bin Al Walid bin Ubadah bin Ash Shamit(5) berkata:
Aku dan ayahku pergi menuntut ilmu di perkampungan Anshar ini sebelum mereka meninggal.
Orang yang pertama kali kami temui adalah Abu Al Yasar(6), sahabat Rasulullah ﷺ, ia bersama seorang budak miliknya, ia membawa sekumpulan lembaran, Abu Al Yasar mengenakan selimut Ma’afiri dan budaknya juga mengenakan selimut Ma’afiri.

Ayahku berkata padanya:
Hai pamanku, sesungguhnya aku melihat tanda bekas marah di wajahmu.
Ia berkata:
Benar.

Fulan bin fulan memiliki utang padaku, aku mendatangi keluarganya, aku mengucapkan salam lalu aku mengucapkan kata-kata lalu ia mereka berkata:
Tidak.
Kemudian seorang anak berperut buncit keluar, aku bertanya:
Mana ayahmu? Ia berkata:
Ia mendengar suaramu.

Selanjutnya ibuku, Arikah, masuk lalu aku berkata:
Keluarlah kemari, aku sudah tahu dimana kamu berada.
Aku bertanya:
Kenapa kau bersembunyi dariku? Ia menjawab:
Aku, demi Allah, akan menceritakan padamu, aku tidak bohong, demi Allah, aku takut bercerita kepadamu lalu aku berdusta dan aku berjanji padamu lalu aku pungkiri.

Kau adalah sahabat Rasulullah ﷺ dan aku, demi Allah, sedang susah.
Aku mengucapkan:
Allah.

Ia menyahut:
Allah.
Aku mengucapkan:
Allah.

Ia menyahut:
Allah.
Aku mengucapkan:
Allah.

Ia menyahut:
Allah.
Lalu ia mengambil lembaran kemudian dihapus dengan tangannya, ia berkata:
Bila kau punya uang, lunasilah dan bila tidak punya kau bebas.

Penglihatan kedua mataku ini -ia meletakkan jari-jarinya ke kedua matanya- pendengaran kedua telingaku ini dan difahami oleh hatiku ini -ia menunjuk ke tempat hatinya- menyaksikan Rasulullah ﷺ bersabda:

“Barang siapa menangguhkan orang susah atau membebaskannya dari (utang) nya, Allah akan menaunginya dalam naunganNya.”

Ia berkata:
Laku aku berkata padanya:
Wahai paman, andai kau mengambil selimut budakmu, kau mengambil budak ma’afirimu, kau mengambil selimut ma’firinya dan kau berukan selimutmu padanya, tentu kau mengenakan perhiasan dan ia juga mengenakan perhiasan.

Ia mengusap kepalaku lalu berdoa:
Ya Allah, berkahilah ia.
Wahai keponakanku, penglihatan kedua mataku ini -ia meletakkan jari-jarinya ke kedua matanya- pendengaran kedua telingaku ini dan difahami oleh hatiku ini -ia menunjuk ke tempat hatinya- menyaksikan Rasulullah ﷺ bersabda:

“Berilah mereka makan dari yang kalian makan dan berilah mereka pakaian dari yang kalian kenakan, ” aku memberinya barang-barang dunia itu lebih ringan bagiku dari pada ia mengambil kebaikan-kebaikanku pada hari kiamat.

Kami pun pergi hingga mendatangi Jabir bin Abdullah(7) dimasjidnya, ia tengah shalat mengenakan satu baju yang ia selimutkan.
Aku melangkahi orang-orang hingga aku duduk diantara Jabir dan kiblat.

Aku berkata padanya:
Semoga Allah merahmatimu, kenapa kau shalat dengan satu baju dan selendangmu ke samping? Ia berisyarat dengan tangannya ke dadaku seperti ini -ia membentangkan jari-jarinya dan melengkungkannya, ia berkata:
Aku ingin orang bodoh sepertimu menemuiku lalu melihat apa yang aku lakukan sehingga ia menyontohnya.
Rasulullah ﷺ pernah mendatangi kami di masjid kami ini sementara beliau membawa dahan milik Ibnu Thab, beliau melihat dikiblat masjid ada dahak lalu beliau mengeriknya dengan dahan tersebut, setelah itu beliau menghadap ke arah kami lalu bertanya:
“Siapa diantara kalian yang mau Allah berpaling darinya?”

ia berkata:
Kami tertunduk.

Beliau bertanya lagi:
“Siapa diantara kalian yang mau Allah berpaling darinya?”

kami menjawab:
Tidak, wahai Rasulullah.
Beliau bersabda:

“Sesungguhnya salah seorang dari kalian bila shalat, Allah Tabaraka wa Ta’ala ada dihadapannya, karena itu jangan meludah ke arah wajahNya atau ke kanannya, hendaklah meludah ke kiri, dibawah kaki kirinya.

Dan bila ia tidak bisa mengusai diri hingga didahului oleh ludah atau ingus, hendaklah melakukan dengan bajunya seperti ini” beliau melipat baju beliau satu sama lain lalu bersabda:

“Perlihatkan minyak za’faran padaku.”

Lalu seorang pemuda kabilah bergegas ke keluarganya dengan cepat lalu datang membawa campuran minyak ditangannya, lalu Rasulullah ﷺ mengambilnya kemudian dioleskan di ujung pelepah kemudian digosokkan di sisa dahak.

Jabir berkata:
Dari situlah kalian memberi masjid kalian minyak wangi.
Kami pernah berjalan bersama Rasulullah ﷺ dalam peperangan Buwath, beliau mencari Al Majdi bin Amru al Juhadi.

Unta yang diberi minum dijaga oleh lima, enam dan tujuh orang, kemudian salah seorang penunggu unta dari Anshar mengelilingi unta miliknya, setelah itu unta diderumkan kemudian ia naik.
Ia menggusah untanya tapi tetap saja diam, lalu ia berkata pada untanya:
Hus, semoga Allah melaknatmu.

Lalu Rasulullah ﷺ bertanya:
“Siapa yang melaknat untanya itu?”

ia menjawab:
Saya, wahai Rasulullah.
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Turunlah, jangan menyertai sesuatu yang terlaknat.

Janganlah kalian mendoakan keburukan pada diri kalian, jangan mendoakan keburukan pada anak-anak kalian, jangan mendoakan keburukan pada harta-harta kalian, janganlah kalian menepati saat dikabulkannya doa dari Allah lalu Ia akan mengabulkan untuk kalian.”

Kami berjalan bersama Rasulullah ﷺ hingga sore hari.

Kami mendekati salah satu perairan arab lalu Rasulullah ﷺ bersabda:

“Siapa yang mau mendahului kami lalu memperbaiki sumur, setelah itu ia minum kemudian memberi kami minum” Jabir berkata:
Aku berdiri lalu berkata:
Saya wahai Rasulullah.
Rasulullah ﷺ bersabda:

“Siapa lagi bersama Jabir?”

Jabbar bin Shakhr berdiri.

Kami pergi ke sumur lalu kami menarik satu atau dua timba dari sumur.
Kami turunkan lalu kami tarik hingga penuh air.

Orang pertama yang menemui kami adalah Rasulullah ﷺ, beliau bertanya:
“Apa kalian berdua mengizinkan?”

kami menjawab:
Ya, wahai Rasulullah.
beliau menundukkan kepala unta beliau, unta beliau lalu minum, beliau memegangi tali kekangnya lalu unta beliau merenggangkan kaki kemudian kencing.

Setelah itu beliau mengalihkannya dan menderumkannya.
Kemudian Rasulullah ﷺ mendatangi sumur dan berwudhu.

Aku pun berdiri lalu wudhu memakai sisa air wudhu Rasulullah ﷺ.
Jabbar bin Shakhr kemudian pergi membuang hajat lalu Rasulullah ﷺ berdiri untuk shalat.

Aku mengenakan selimut, aku hendak membentangkannya tapi tidak sampai.
Selimut itu memiliki ujung lalu balik, setelah itu aku bentangkan diantara kedua ujungnya lalu aku himpit dengan leherku.

Kemudian aku datang lalu berdiri disebelah kiri Rasulullah ﷺ.
Beliau meraih tanganku lalu memutarku hingga menempatkanku disebelah kanan beliau.

Setelah itu Jabbar bin Shakhr tiba.
Ia wudhu lalu datang kemudian berdiri disebelah kiri Rasulullah ﷺ, lalu beliau meraih tangan kami lalu kami ditempatkan dibelakang beliau.

Rasulullah ﷺ melihatku tapi aku tidak merasa, setelah itu baru aku mengerti lalu beliau berisyarat dengan tangan, maksud beliau ikatlah bagian tengahmu.
Seusai shalat, Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hai Jabir!” aku menyahut:
Baik, wahai Rasulullah.

Beliau bersabda:

“Bila (bajunya) lebar, bentangkan diantara dua ujungnya dan bila sempit, ikatlah di atas pinggangmu.”

Kami pernah berjalan bersama Rasulullah ﷺ dan makanan masing-masing orang dari kami setiap harinya adalah satu kurma.

Beliau menghisap kemudian meletakkan dibaju beliau, dan kami menggerak-gerakkan pohon agar dedaunannya berguguran lalu kami memakannya hingga sudut mulut kami terluka.
Aku bersumpah, ada seseorang diantara kami yang hilang pada suatu hari.

Lalu kami pergi mencarinya kemudian kami mengangkatnya.
Kami bersaksi untuknya bahwa ia belum diberi (jatah kurma) lalu ia diberi.

Ia berdiri lalu mengambilnya.
Kami pernah berjalan bersama Rasulullah ﷺ hingga kami singgah disuatu lembah yang luas.

Rasulullah ﷺ pergi menuntaskan hajat, aku mengikuti beliau dari belakang dengan membawa seember air.
Rasulullah ﷺ melihat-lihat, beliau tidak melihat apa pun untuk dijadikan penutup.

Ternyata ada dua pohon ditepi lembah.
Rasulullah ﷺ pergi mendekati salah satunya kemudian meraih sebagaian dahannya, beliau bersabda:

“Menunduklah untukku, dengan izin Allah.”

Dahan itu merunduk bersama beliau laksana unta bercocok hidung yang dibuat oleh pengendalinya, hingga beliau mendatangi pohon lain lalu meraih salah satu dahannya, beliau bersabda:

“Menunduklah untukku, dengan izin Allah.”

Dahan itu juga merunduk.
Setelah beliau berada dipertengahan diantara keduanya, beliau menyatukan keduanya, beliau bersabda:

“Menyatulah untukku, dengan izin Allah.”

Keduanya pun menyatu.
Jabir berkata:
Aku pergi berlari dengan cepat karena khawatir Rasulullah ﷺ merasakan keberadaanku didekat beliau sehingga beliau akan menjauh.
Muhammad bin Abbad berkata dalam riwayatnya:
Beliau menjauh lalu aku duduk berbicara dengan diriku sendiri.
Aku melirik kesamping ternyata Rasulullah ﷺ datang menghampiri dan ternyata kedua pohon itu telah memancar.
Masing-masingnya berdiri di atas tonggaknya.
Aku melihat Rasulullah ﷺ berdiri dan beliau berisyarat dengan kepala seperti ini -Abu Isma’il mengisyaratkan dengan kepalanya ke kanan dan ke kiri- setelah itu beliau datang.
Sesampai dihadapanku, beliau bertanya:
“Hai Jabir, apa kau melihat tempatku berdiri?”

aku menjawab:
Ya, wahai Rasulullah.”

beliau bersabda:

“Pergilah kekedua pohon itu lalu potonglah dahan masing-masingnya lalu bawalah kemari.
Bila kau telah berada ditempatku berdiri, lepaskan satu dahan dari sebelah kananmu dan dahan lain dari sebelah kirimu.”

Jabir berkata:
Aku berdiri lalu aku mengambil batu, aku memecahnya lalu aku menajamkannya hingga tajam, setelah aku aku mendatangi kedua pohon itu, aku potong dahan masing-masing dari kedua pohon itu.
Aku kembali dengan menyeretnya hingga aku berdiri ditempat Rasulullah ﷺ berdiri.
Aku melepas satu dahan dari sebelah kananku dan satu dahan lain dari sebelah kirimu, setelah itu aku menemui Rasulullah ﷺ, aku berkata:
Aku sudah melakukannya wahai Rasulullah, lalu untuk apa itu? Beliau menjawab:
“Aku melintasi dua kuburan yang (penghuninya) tengah diadzab, dengan syafaatku, aku ingin meringankan keduanya selama kedua dahan itu masih basah.”

Lalu kami mendatangi tentara kemudian Rasulullah ﷺ bersabda:

“Hai Jabir, serukan air wudhu!” aku berkata:
“Air wudhu, air wudhu, air wudhu.”

Aku berkata:
Wahai Rasulullah, aku tidak menemukan setetes air pun di kafilah.
Ada seorang Anshar mendinginkan air untuk Rasulullah ﷺ dalam wadah miliknya yang telah kering di atas kayu-kayu gantungan wadah lalu beliau bersabda kepadaku:
“Pergilah ke fulan bin fulan Al Anshari lalu lihatlah apakah di wadahnya ada sedikit (air).”

Aku pergi menghampirinya lalu aku melihat wadahnya, aku tidak menemukan apa pun selain setetes air di ujung wadahnya, andai aku menuangnya tentu akan mengering.
Setelah itu aku mendatangi Rasulullah ﷺ, aku berkata:
Wahai Rasulullah, tidak menemuan kecuali hanya setetes air yang ada di ujung wadah, andai aku menuangnya tentu akan mengering.
Beliau bersabda:

“Pergilah lalu bawalah kemari.”

Aku membawanya lalu beliau mengambilnya dengan tangan beliau.
Beliau mengucapkan kata-kata yang tidak aku ketahui apa itu lalu beliau meraba dengan kedua tangan beliau, setelah itu beliau memberikannya padaku, beliau bersabda:

“Hai Jabir, serukan bejana besar.”

Aku menyerukan:
Bejana besar, wahai kafilah.
Lalu aku membawanya lalu aku letakkan di hadapan Rasulullah ﷺ, beliau mengisyaratkan ke bejana dengan tangan beliau seperti ini -Jabir membentangkan tangan lalu merentangkan jari-jarinya lalu diletakkan di dasar bejana.
Beliau bersabda:

“Ambillah, hai Jabir lalu tuangankan padaku dan ucapkan:
‘Bismillaah.”

Aku menuangkannya untuk beliau dan aku ucapkan:
Bismillaah.
Aku melihat air memancar diantara jari-jari Rasulullah ﷺ lalu bejana besar itu memancarkan air dan memutar hingga penuh, setelah itu beliau bersabda:

“Hai Jabir, serukan siapa yang butuh air.”

Jabir berkata:
Orang-orang datang lalu minum hingga puas.
Lalu aku berkata:
Masih adakah yang memerlukan air? Lalu Rasulullah ﷺ mengangkat tangan beliau dari bejana besar itu dalam keadaan penuh air.
Orang-orang mengeluh lapar kepada Rasulullah ﷺ lalu beliau bersabda:

“Semoga Allah memberi kalian makan.”

lalu kami pergi ke tepi pantai, air laut pasang lalu mementalkan seekor ikan lalu kami nyalakan api di sebelahnya, kami memasaknya dan memanggangnya lalu kami makan hingga kenyang.
Jabir berkata:
Aku, fulan dan fulan -ia menghitung hingga lima orang- memasuki tulang matanya, tidak seorang pun melihat kami hingga kami keluar.
Kami mengambil salah satu alisnya kemudian kami melengkungkannya, setelah itu kami memanggil orang terbesar dalam kafilah, unta terbesar dalam kafilah dan pembonceng terbesar dalam kafilah, ia masuk dibawahnya tanpa menundukkan kepala.


(3) 👤 Hatim bin Isma’il bin Ubay, Abu Isma’il ✶ Tabi’ut Tabi’in kalangan pertengahan ↺ Wafat tahun 187 Hijriah (± 803 Masehi) ☖ Hidup di Madinah ⚑ Wafat di Madinah.

(2) 👤 Muhammad bin ‘Abbad bin Az Zibriqan, Al Makkiy, Abu ‘Abdullah ✶ Tabi’ul Atba’ kalangan tua ↺ Wafat tahun 234 Hijriah (± 849 Masehi) ☖ Hidup di Baghdad ⚑ Wafat di Baghdad.

(4) 👤 Ya’qub bin Mujahid, Al Makhzumiy, Abu Hazrah ✶ Tabi’in (tidak jumpa Shahabat) ↺ Wafat tahun 150 Hijriah (± 767 Masehi) ☖ Hidup di Madinah ⚑ Wafat di Iskandariyah.

(5) 👤 Ubadah bin Al Walid bin ‘Ubadah bin Ash Shamit, Al Anshariy, Abu Ash Shamit ✶ Tabi’in kalangan biasa ☖ Hidup di Madinah.

(6) 👤 Ka’ab bin ‘Amru bin ‘Abbad, Al Anshariy As Sulamiy, Abu Al Yusur ✶ Shahabat ↺ Wafat tahun 55 Hijriah (± 675 Masehi) ☖ Hidup di Madinah ⚑ Wafat di Madinah.

(7) 👤 Jabir bin ‘Abdullah bin ‘Amru bin Haram, Al Anshari As Sulamiy, Abu ‘Abdullah ✶ Shahabat ↺ Wafat tahun 78 Hijriah (± 697 Masehi) ☖ Hidup di Madinah ⚑ Wafat di Madinah.



Hadis ini memiliki penguat sebagai berikut:
Sunan Tirmidzi 1227
• Musnad Ahmad 8354
• Musnad Ahmad 14973
• Musnad Darimi 2475
Bagi ke FB
Bagi ke TW
Bagi ke WA

Video Terkait

Load More

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

“Kami dengar & kami taat”.
(Mereka berdoa):
“Ampunilah kami ya Tuhan kami & kepada Engkaulah tempat kembali”.
QS. Al-Baqarah [2]: 285


maka ingatlah nikmat-nikmat Allah & janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.
QS. Al-A’raf [7]: 74

Orang-orang yang mendapat petunjuk ke jalan yang benar,
Allah akan menambah petunjuk kepada mereka & akan memberi mereka ketakwaan yang dapat menjauhkan mereka dari api neraka.
QS. Muhammad [47]: 17

Janganlah orang-orang beriman jadikan orang kafir sebagai pemimpin. Siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali.
QS. Ali ‘Imran [3]: 28

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #22

Karena rajin belajar maka Afit selalu juara dalam setiap perlombaan antar sekolah, pernyataan tersebut merupakan contoh … Takdir yang bisa diubah dinamakan … Salah satu contoh takdir muallaq (bisa diubah) adalah … Matahari berputar mengelilingi sumbunya, termasuk contoh takdir … Yang tidak termasuk cara beriman kepada qada dan qadar Allah adalah …

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, manusia, hewan dan tumbuhan adalah merupakan salah satu cara mengenal Allah Subhanahu Wa Ta`ala melalui …

Pendidikan Agama Islam #27

Surah yang terpendek dalam Alquran adalah … Surah yang tidak diawali basmalah adalah … Surah yang pertama kali turun secara lengkap adalah … Proses turunnya wahyu berlangsung selama … tahun.Basmalah tertulis atau disebutkan sebanyak dua kali pada surah …

Kamus

Surga Adn

Apa itu Surga Adn? Surga Adn diciptakan, oleh Allah Subhanahu Wa Ta`ala dari intan putih. Kandidat penghuninya, ialah: Orang-orang yang sabar karena mencari keridhoan Tuhan-nya, mendirikan salat dan menafkahkan sebagian rezeki yang Kami berikan kepada mereka secara sembunyi atau terang-terangan serta menolak kejahatan dengan kebaikan. < ... • Adn

Ramlah binti Abu Sufyan

Siapa itu Ramlah binti Abu Sufyan? Ummu Habibah Ramlah binti Abi Sufyan al-Umawiyyah al-Qurasyiyah al-Kinaniyyah atau lebih dikenal dengan Ummu Habibah, Ramlah binti Abu Sufyan atau Ramlah binti Abi Sufyan adalah istri dari Nabi Muhammad dan termasuk dari … • Umm Habibah bint Abi Sufyan, Ramlah binti Abi Sufyan, Ummu Habibah Ramlah, Ummu Habibah, Ramlah, Ummu Habibah binti Abu Sufyan

Abu Muhammad al-Baghawi

Siapa itu Abu Muhammad al-Baghawi? Al-Baghawi atau Imam Baghawi adalah seorang ahli tafsir, ahli hadits dan ulama fiqih dari mazhab Syafi’i yang terkenal dengan karya besarnya sebuah tafsir Al-Qur’an yang berjudul Ma’alimut Tanzil atau Tafsir al-Baghawi. Abu Muhammad al-Husain bin Mas’ud bin Muhammad al-Farra ‘al-Baghawi , lahir pada tahun 433 atau 436 H … • al-Bagawi, Al-Baghawi

Ashabul Kahfi

Siapa itu Ashabul Kahfi? Sekumpulan pemuda pengikut Nabi Allah ﷻ iaitu Nabi Isa `alaihis salam yang berdakwah kepada kaumnya supaya mentauhidkan Allah ﷻ tetapi telah mendapat tentangan yang hebat. Lalu mereka lari mendapatkan perlindungan di dalam gua. Mereka tertidur selama beratus-ratus tahun. Kemudian mereka terjaga daripada tidur dan menemui orang ramai. Selepas bebera … • Ashhabul Kahf

Sa’id bin Zaid

Siapa itu Sa’id bin Zaid? Sa’id bin Zaid ) adalah seorang sahabat nabi dari golongan Muhajirin. Nama lengkapnya adalah Sa’id bin Zaid bin Amr bin Nufail al-Adawi. Sa’id termasuk sepuluh orang yang dijanjikan masuk surga. Riwayat Dia adalah suami dari Fatimah binti al-Khattab, yaitu adik Umar bin Khattab. Dia termasuk oran … • Sa’id bin Zayd, Said bin Zayd bin Amru

At Tawwaab

Apa itu At Tawwaab? Allah itu At-Tawwab ◀ Artinya Allah adalah Maha Penerima Taubat. Untuk itu jangan berputus asa mendapatkan ampunan Allah dengan cara bertaubat dengan sungguh-sungguh kepada-Nya. Allah sangat menginginkan untuk mengampuni hamba-hambaNya yang berbuat dosa. Karena Dia sangat sayang dengan hambaNya dan ingin melepaskannya dari azab neraka. Akan … • At-Tawwaab, At-Tawwab, At Tawwab

Instagram