Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

HR. Muslim: 4926 – Kisah tiga orang yang terperangkap dalam gua

حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ إِسْحَقَ الْمُسَيَّبِيُّ حَدَّثَنِي أَنَسٌ يَعْنِي ابْنَ عِيَاضٍ أَبَا ضَمْرَةَ عَنْ مُوسَى بْنِ عُقْبَةَ عَنْ نَافِعٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُمَرَ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ بَيْنَمَا

Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Ishaq Al Musayyabi:
telah menceritakan kepadaku Anas bin ‘Iyadl Abu Dlamrah dari Musa bin ‘Uqbah dari Nafi’ dari ‘Abdullah bin ‘Umar dari Rasulullah ﷺ beliau bersabda:

“Ketika tiga orang laki-laki sedang berjalan, tiba-tiba hujan turun hingga mereka berlindung ke dalam sebuah gua yang terdapat di suatu gunung.
Tanpa diduga sebelumnya, ada sebuah batu besar jatuh menutup mulut goa dan mengurung mereka di dalamnya.

Kemudian salah seorang dari mereka berkata kepada temannya yang lain:
‘lngat-ingatlah amal shalih yang pernah kalian lakukan hanya karena mencari ridla Allah semata.
Setelah itu, berdoa dan memohonlah pertolongan kepada Allah dengan perantaraan amal shalih tersebut, mudah-mudahan Allah akan menghilangkan kesulitan kalian.

Tak lama kemudian salah seorang dari mereka berkata:
‘Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya mempunyai dua orang tua yang sudah lanjut usia.
Selain itu, saya juga mempunyai seorang istri dan beberapa orang anak yang masih kecil.

Saya menghidupi mereka dengan menggembalakan ternak.
Apabila pulang dari menggembala, saya pun segera memerah susu dan saya dahulukan untuk kedua orang tua saya.

Lalu saya berikan air susu tersebut kepada kedua orang tua saya sebelum saya berikan kepada anak-anak saya.
Pada suatu ketika, tempat penggembalaan saya jauh, hingga saya pun baru pulang pada sore hari.

Kemudian saya dapati kedua orang tua saya sedang tertidur pulas.
Lalu, seperti biasa, saya segera memerah susu dan setelah itu saya membawanya ke kamar kedua orang tua saya.

Saya berdiri di dekat keduanya serta tidak membangunkan mereka dari tidur.
Akan tetapi, saya juga tidak ingin memberikan air susu tersebut kepada anak-anak saya sebelum diminum oleh kedua orang tua saya, meskipun mereka, anak-anak saya, telah berkerumun di telapak kaki saya untuk meminta minum karena rasa lapar yang sangat.

Keadaan tersebut saya dan anak-anak saya jalankan dengan sepenuh hati hingga terbit fajar.
Ya Allah, jika Engkau tahu bahwasanya saya melakukan perbuatan tersebut hanya untuk mengharap ridla-Mu, maka bukakanlah suatu celah untuk kami hingga kami dapat melihat cahaya! ‘ Akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membuka celah lubang gua tersebut, berkat adanya amal perbuatan baik tersebut, hingga mereka dapat melihat langit.

Salah seorang dari mereka berdiri sambil berkata:
‘Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya mempunyai seorang sepupu perempuan (anak perempuan paman) yang saya sukai sebagaimana sukanya kaum laki-laki yang menggebu-gebu terhadap kaum wanita.
Pada suatu ketika saya pernah mengajaknya untuk berbuat mesum, tetapi ia menolak hingga saya dapat memberinya uang seratus dinar.

Setelah bersusah payah mengumpulkan uang seratus dinar, akhirnya saya pun mampu memberikan uang tersebut kepadanya.
Ketika saya berada diantara kedua pahanya (telah siap untuk menggaulinya), tiba-tiba ia berkata:
‘Hai hamba Allah, takutlah kepada Allah dan janganlah kamu membuka cincin (menggauliku) kecuali setelah menjadi hakmu.
‘ Lalu saya bangkit dan meninggalkannya.
Ya Allah ya Tuhanku, sesungguhnya Engkau pun tahu bahwasanya saya melakukan hal itu hanya untuk mengharapkan ridhla-Mu.

Oleh karena itu, bukakanlah suatu celah lubang untuk kami! ‘ Akhirnya Allah Subhanahu wa Ta’ala membukakan sedikit celah lubang lagi untuk mereka bertiga.
Seorang lagi berdiri dan berkata:
‘Ya Allah ya Tuhanku, dulu saya pernah menyuruh seseorang untuk mengerjakan sawah saya dengan cara bagi hasil.

Ketika ia telah menyelesaikan pekerjaannya, ia pun berkata:
‘Berikanlah hak saya kepada saya! ‘ Namun saya tidak dapat memberikan kepadanya haknya tersebut hingga ia merasa sangat jengkel.
Setelah itu, saya pun menanami sawah saya sendiri hingga hasilnya dapat saya kumpulkan untuk membeli beberapa ekor sapi dan menggaji beberapa penggembalanya.

Selang berapa lama kemudian, orang yang haknya dahulu tidak saya berikan datang kepada saya dan berkata:
‘Takutlah kamu kepada Allah dan janganlah berbuat zhalim terhadap hak orang lain! ‘ Lalu saya berkata kepada orang tersebut:
‘Pergilah ke beberapa ekor sapi beserta para penggembalanya itu dan ambillah semuanya untukmu! ‘ Orang tersebut menjawab:
‘Takutlah kepada Allah dan janganlah kamu mengolok-olok saya! ‘ Kemudian saya katakan lagi kepadanya:
‘Sungguh saya tidak bermaksud mengolok-olokmu.
Oleh karena itu, ambillah semua sapi itu beserta para pengggembalanya untukmu! ‘ Akhirnya orang tersebut memahaminya dan membawa pergi semua sapi itu.

Ya Allah, sesungguhnya Engkau telah mengetahui bahwa apa yang telah saya lakukan dahulu adalah hanya untuk mencari ridla-Mu.
Oleh karena itu, bukalah bagian pintu goa yang belum terbuka! ‘ Akhirnya Allah pun membukakan sisanya, hingga mereka dapat keluar dari dalam goa yang tertutup oleh batu besar tersebut.”
Dan telah menceritakan kepada kami Ishaq bin Manshur dan Abad bin Humaid keduanya berkata:
Telah mengabarkan kepada kami Abu ‘Ashim dari Ibnu Juraij Telah mengabarkan kepadaku Musa bin Uqbah Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepadaku Suwaid bin Sa’id Telah menceritakan kepada kami Ali bin Mushir dari Ubaidullah Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Dan telah menceritakan kepadaku Abu Kuraib dan Muhammad bin Tharif Al Bajali keduanya berkata:
Telah menceritakan kepada kami Ibnu Fudlail Telah menceritakan kepada kami Bapakku dan Raqabahh bin Masqalah Demikian juga diriwayatkan dari jalur lainnya, Telah menceritakan kepadaku Zuhair bin Harb dan Hasan Al Hulwani dan Abad bin Humaid mereka berkata:
Telah menceritakan kepada kami Ya’qub yaitu Ibnu Ibrahim bin Sa’ad, telah menceritakan kepada kami Bapakku dari Shalih bin Kaisan semuanya dari Nafi’ dari Ibnu ‘Umar dari Nabi ﷺ yang semakna dengan Hadits Abu Dlamrah dari Musa bin Uqbah, dan mereka menambahkan di dalam Haditsnya:
‘kemudian mereka berjalan keluar.’ Sedangkan di dalam Hadits Abu Shalih dengan menggunakan lafazh:
‘Yatamasyauna’ (saling berjalan).
Kecuali Ubaidullah yang di dalam Haditsnya hanya menggunakan lafazh:
wa kharaju saja tanpa ada kalimat setelahnya.
Telah menceritakan kepadaku Muhammad bin Sahl At Tamimi dan ‘Abdullah bin ‘Abdurrahman bin Bihram dan Abu Bakr bin Ishaq:
Ibnu Sahl berkata:
telah menceritakan kepada kami, dan berkata yang lain:
telah mengabarkan kepada kami Abul Yaman telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri telah mengabarkan kepadaku Salim bin ‘Abdullah bahwasanya ‘Abdullah bin ‘Umar berkata:
aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

‘Ada tiga orang utusan sebelum kalian, hingga akhirnya mereka bermalam di sebuah gua.’ Lalu dia menceritakan Hadits tersebut yang semakna dengan Hadits Nafi dari Ibnu Umar.
Namun dia berkata dengan redaksi:
‘salah seorang dari mereka berkata:
Ya Allah, aku mempunya kedua orang tua yang sudah tua renta, aku tidak pernah memberikan air minum disore hari kepada keluargaku atau hewan ternakku sebelum memberikan kepada keduanya terlebih dahulu.
-Juga dengan redaksi:
– lalu wanita itu menolakku hingga suatu ketika terjadi musim paceklik, dan wanita itu datang kembali kepadaku, kemudian aku memberinya uang sebesar seratus dua puluh dinar.’ -Juga dengan redaksi:
– ‘lalu aku mengumpulkan upahnya, hingga aku merasa kaget, karena uang tersebut sudah berkembang menjadi banyak.
-Juga dengan redaksi:
– ‘kemudian mereka berjalan keluar dari gua.’

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video Terkait

More Videos

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa.
Barang siapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya,
maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh & janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya.
QS. Al-Kahf [18]: 110

Bila ditimpa bahaya ia berdoa dalam keadaan berbaring, duduk atau berdiri, tapi setelah Kami hilangkan bahaya itu, ia (kembali) lalui (jalan sesat) seolah tak pernah berdoa kepada Kami untuk (menghilangkan) bahaya yang telah menimpanya
QS. Yunus [10]: 12

Perkataan yang baik & pemberian maaf lebih baik dari sedekah yang diiringi dengan sesuatu yang menyakitkan (perasaan si penerima).
Allah Maha Kaya lagi Maha Penyantun.
QS. Al-Baqarah [2]: 263

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #2

Salah satu Asmaul Husna, Allah memiliki sifat Al ‘Adl, yang berarti bahwa Allah … Allah memiliki sifat Yang Maha Mengumpulkan, yang artinya … Sifat adil Allah berlaku untuk … S...

Pendidikan Agama Islam #10

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menerima wahyu pertama di … Wahyu pertama yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam terkandung dalam surah … S...

Pendidikan Agama Islam #20

Berikut adalah contoh bahwa Allah Subhanahu Wa Ta`ala Maha Mendahulukan. Zakat menurut bahasa زكة , yang bermakna …Yang termasuk mustahiq (orang berhak menerima zakat) berikut yaitu … Setel...

Kamus

Tauhid Rububiyah

Apa itu Tauhid Rububiyah? Tauhid Rububiyah atau Rububiyah Allah adalah mengesakan Allah dalam tiga perkara yaitu penciptaan-Nya, kekuasaan-Nya, dan pengaturan-Nya. Makna Tauhid Rububiyah Allah Makna...

iblis

Apa itu iblis? ib.lis makhluk halus yang selalu berupaya menyesatkan manusia dari petunjuk Tuhan; roh jahat; setan; digoda iblis; ia kemasukan iblis … •

Babus Salam

Di mana itu Babus Salam? Barerti pintu selamat. Nama salah satu pintu di Masjidil Haram di Mekah. Orang Quraisy telah menjadikan pintu itu untuk memilih seorang hakim bagi menyelesaikan perbalahan mel...

istiazah

Apa itu istiazah? is.ti.a.zah (1) permohonan kepada Tuhan untuk mendapat perlindungan dari gangguan setan; (2) pembacaan auzu billahi minasysyaitanirrajim … •

Qari

Apa itu Qari? Qari’ (qāriʾ, bahasa Arab: قَارِئ‎, jamak قُرَّاء qurrāʾ, “pembaca”) adalah orang yang melantunkan bacaan Al-Quran dengan mentaati aturan-aturan (taj...

Ta’ashub

Apa itu Ta’ashub? Ta’ashub adalah istilah dalam Islam yang artinya fanatik buta. Ta’ashub bukanlah sebuah kenikmatan ataupun sebuah keagungan melainkan sebuah penyakit yang secara sa...

Instagram