Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

HR. Muslim: 4385 – Keutamaan Hidlir Alaihissalam

حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ مُحَمَّدٍ النَّاقِدُ وَإِسْحَقُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ الْحَنْظَلِيُّ وَعُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ سَعِيدٍ وَمُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عُمَرَ الْمَكِّيُّ كُلُّهُمْ عَنْ ابْنِ عُيَيْنَةَ وَاللَّفْظُ لِابْنِ أَبِي عُمَرَ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ بْنُ ع

Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Muhammad An Naqid dan Ishaq bin Ibrahim Al Handzali dan ‘Ubaidullah bin Sa’id dan Muhammad bin Abu ‘Umar Al Makki seluruhnya dari Ibnu ‘Uyainah dan lafazh ini milik Ibnu Abu ‘Umar:
Telah menceritakan kepada kami Sufyan bin ‘Uyainah:
Telah menceritakan kepada kami ‘Amru bin Dinar dari Sa’id bin Jubair dia berkata:
“Saya telah berkata kepada Ibnu Abbas bahwasanya Nauf Al Bikali mengatakan bahwa MusaAlaihis Salam yang berada di tengah kaum Bani Israil bukanlah Musa yang menyertai Nabi Khidhir.”
(Ibnu Abbas) berkata:
‘Berdustalah musuh Allah.

Saya pernah mendengar Ubay bin Ka’ab berkata:
saya mendengar Rasulullah ﷺ bersabda:

‘Suatu ketika Nabi MusaAlaihis Salam berdiri untuk berpidato di hadapan kaum Bani israil.’ Setelah itu, seseorang bertanya kepadanya:
‘Hai Musa, siapakah orang yang paling banyak ilmunya di muka bumi ini? ‘ Nabi Musa menjawab:
‘Akulah orang yang paling banyak ilmunya di muka bumi ini.
Rasulullah ﷺ berkata:
Oleh karena itu, Allah sangat mencela MusaAlaihis Salam.
Karena ia tidak menyadari bahwa ilmu yang diperolehnya itu adalah pemberian Allah.

Lalu Allah mewahyukan kepada Musa:
‘Hai Musa, sesungguhnya ada seorang hamba-Ku yang lebih banyak ilmunya dan lebih pandai darimu dan ia sekarang berada di pertemuan dua lautan.’ Nabi MusaAlaihis Salam bertanya:
‘Ya Tuhan, bagaimana caranya saya dapat bertemu dengan hambaMu itu? ‘ Dijawab:
‘bawalah seekor ikan di dalam keranjang dari daun kurma.

Manakala ikan tersebut lompat, maka di situlah hambaKu berada.’ Kemudian Musa pun berangkat ke tempat itu dengan ditemani seorang muridnya yang bernama Yusya’ bin Nun.

Nabi Musa sendiri membawa seekor ikan di dalam keranjang yang terbuat dari daun kurma.
Keduanya berjalan kaki menuju tempat tersebut.

Ketika keduanya sampai di sebuah batu besar, maka keduanya pun tertidur lelap.
Tiba-tiba ikan yang berada di dalam keranjang tersebut berguncang keluar, lalu masuk ke dalam air laut.

Rasulullah ﷺ berkata:
‘Allah telah menahan air yang dilalui ikan tersebut, hingga menjadi terowongan.
Ikan itu menempuh jalannya di lautan, sementara Musa dan muridnya kagum melihat pemandangan yang unik itu.

Akhirnya mereka berdua melanjutkan perjalanannya siang dan malam.
Rupanya murid Nabi Musa lupa untuk memberitahukannya.

Pada pagi harinya, Nabi Musa berkata kepada muridnya:
‘Bawalah makanan kita kemari! Sesungguhnya kita merasa letih karena perjalanan kita ini.’ Rasulullah ﷺ berkata:
‘Belum berapa jauh Musa melewati tempat yang diperintahkan untuk mencarinya, muridnya berkata:
‘Tahukah Anda tatkala kita mencari tempat berlindung di batu besar tadi, maka sesungguhnya saya lupa menceritakan tentang ikan itu dan tidak ada yang membuat saya lupa untuk menceritakannya kecuali syetan, sedangkan ikan tersebut mengambil jalannya ke laut dengan cara yang aneh sekali.
Musa berkata:
‘Itulah tempat yang sedang kita cari.’ Lalu keduanya kembali mengikuti jalan mereka semula.

Rasulullah ﷺ berkata:
‘Kemudian keduanya menelusuri jejak mereka semula.’ Setelah keduanya tiba di batu besar tadi, maka mereka melihat seorang laki-laki yang sedang tertidur berselimutkan kain.

Lalu Nabi MusaAlaihis Salam mengucapkan salam kepadanya.
Nabi Khidhir bertanya kepada Musa:
‘Bagaimana kedamaian di negerimu? ‘ Musa berkata:
‘Saya adalah Musa.
‘ Nabi Khidhir terperanjat dan bertanya:
Musa Bani Israil.’ Nabi Musa menjawab:
‘Ya.
‘ Nabi Khidhir berkata kepada Musa:
‘Sesungguhnya kamu mendapatkan sebagian ilmu Allah yang diajarkanNya kepadamu yang tidak aku ketahui dan aku mendapatkan sebagian ilmu Allah yang diajarkanNya kepadaku yang kamu tidak ketahui.’ Musa berkat kepada Khidhir:
‘Bolehkah aku mengikutimu agar kamu dapat mengajarkan kepadaku ilmu yang benar di antara ilmu-ilmu yang telah diajarkan kepadamu? ‘ Nabi Khidhir menjawab:
‘Sesungguhnya sekali-kali kamu tidak akan sanggup dan sabar bersamaku.

Bagaimana kamu bisa sabar atas sesuatu yang kamu belum mempunyai pengetahuan yang cukup tentang hal itu? ‘ Musa berkata:
Insya Allah kamu akan mendapatiku sebagai orang yang sabar dan aku pun tidak akan menentangmu dalam suatu urusan pun.’ Khidhir menjawab:
‘Jika kamu tetap mengikutiku, maka janganlah kamu menanyakan sesuatu hingga aku sendiri yang akan menerangkannya kepadamu.’ Musa menjawab:
‘Baiklah.’ Rasulullah ﷺ berkata:
‘Kemudian Musa dan Khidhir berjalan menusuri pantai.
Tak lama kemudian ada sebuah perahu yang lewat.
Lalu keduanya meminta tumpangan perahu.
Ternyata orang-orang perahu itu mengenal baik Nabi Khidhir, hingga akhirnya mereka mengangkut keduanya tanpa meminta upah.’ Lalu Nabi Khidhir mendekat ke salah satu papan di bagian perahu itu dan setelah itu mencabutnya.
Melihat hal itu, Musa menegur dan memarahinya:
‘Mereka ini adalah orang-orang yang mengangkut kita tanpa meminta upah, tetapi mengapa kamu malah melubangi perahu mereka untuk kamu tenggelamkan penumpangnya? ‘ Khidhir menjawab:
‘Bukankah telah aku katakan kepadamu bahwasanya kamu sekali-kali tidak akan sabar ikut bersamaku.’ Musa berkata sambil merayu:
‘Janganlah kamu menghukumku karena kealpaanku dan janganlah kamu membebaniku dengan suatu kesulitan dalam urusanku.’ Tak lama kemudian, keduanya pun turun dari perahu tersebut.
Ketika keduanya sedang berjalan-jalan di tepi pantai, tiba-tiba ada seorang anak kecil yang sedang bermain dengan teman-temannya yang lain.
Kemudian, Nabi Khidhir segera memegang dan membekuk (memuntir) kepala anak kecil itu dengan tangannya hingga menemui ajalnya.
Dengan gusarnya Nabi Musa berupaya menghardik Nabi Khidhir:
‘Mengapa kamu bunuh jiwa yang tak berdosa, sedangkan anak kecil itu belum pernah membunuh? Sungguh kamu telah melakukan perbuatan yang munkar? ‘ Khidhir berkata:
‘Bukankah sudah aku katakan bahwasanya kamu tidak akan mampu untuk bersabar dalam mengikutiku.
Dan ini melebihi dari yang sebelumnya.’ Musa berkata:
‘Jika aku bertanya kepadamu tentang sesuatu setelah ini, maka janganlah kamu perbolehkan aku untuk menyertaimu.
Sesungguhnya kamu sudah cukup memberikan uzur (maaf) kepadaku.’ Selanjutnya Nabi Musa dan Khidhir melanjutkan perjalanannya.
Ketika kami berdua tiba di suatu negeri, maka keduanya pun meminta jamuan dari penduduk negeri tersebut, tapi sayangnya mereka enggan menjamu keduanya.
Lalu keduanya mendapatkan sebuah dinding rumah yang hampir roboh dan Nabi Khidhir pun langsung menegakkannya (memperbaikinya).
Rasulullah ﷺ bersabda:

‘Dinding itu miring (sambil memberi isyarat dengan tangannya) lalu ditegakkan oleh Khidhir.’ Musa berkata kepada Khidhir:
‘Kamu telah mengetahui bahwa para penduduk negeri yang kita datangi ini enggan menyambut dan menjamu kita.
Kalau kamu mau, sebaiknya kamu minta upah dari hasil perbaikan dinding rumah tersebut.
Akhirnya Khidhir berkata:
‘Inilah perpisahan antara aku dan kamu.
Aku akan beritahukan kepadamu tentang rahasia segala perbuatan yang kamu tidak sabar padanya.’ Rasulullah ﷺ berkata:
‘Semoga Allah memberikan rahmat dan karuniaNya kepada Nabi MusaAlaihis Salam.
Sebenarnya aku lebih senang jika Musa dapat sedikit bersabar, hingga kisah Musa dan Khidhir bisa diceritakan kepada kita dengan lebih panjang lagi.
Ubay bin Ka’ab berkata:
Rasulullah ﷺ bersabda:

‘Penyebab perpisahan tersebut adalah karena Musa alpa.’ Rasulullah ﷺ berkata:
‘Tak lama kemudian, datanglah burung kecil tersebut mematuk air laut dengan paruhnya.
Lalu Khidhir berkata kepada Musa:
‘Sesungguhnya ilmuku dan ilmumu dan ilmu yang kita peroleh dari Allah itu hanyalah seperti seteguk air laut yang diperoleh burung kecil itu di antara hamparan lautan ilmu yang dimiliki Allah.’ Sa’id bin Zubair berkata:
Ibnu Abbas membacakan ayat Al Qur’an yang artinya:
‘Di depan mereka ada seorang penguasa yang merampas setiap perahu yang bagus.
Ibnu Abbas juga membacakan ayat Al Qur’an yang artinya:
‘Anak kecil yang dibunuh Nabi Khidhir itu adalah kafir.’

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video Terkait

More Videos

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Dan Allah membuat istri Firaun perumpamaan bagi orang beriman, ketika ia berkata:
“Ya Rabbku, bangunkan untukku sebuah rumah di sisiMu dalam firdaus, dan selamatkan aku dari Firaun & perbuatannya, dan selamatkan aku dari kaum yang zhalim
QS. At-Tahrim [66]: 11

Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong)
dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh.
Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.
QS. Luqman [31]: 18

Dan cukuplah Allah menjadi Pelindung (bagimu).
Dan cukuplah Allah menjadi Penolong (bagimu).
QS. An-Nisa’ [4]: 45

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #16

Selain berisi kisah-kisah umat terdahulu, dalam Alquran juga terdapat tamsil sebagai peringatan bagi manusia. Tamsil artinya … Alquran adalah mukjizat terbesar bagi Nabi Muhammad Shallallahu ...

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu...

Pendidikan Agama Islam #14

Ketika Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam masih remaja, baginda telah bekerja mengambil upah sebagai pengembala binatang ternak. Apakah binatang tersebut? … Dalam Islam, teladan y...

Kamus

mubalig

Apa itu mubalig? mu.ba.lig orang yang menyiarkan ajaran agama Islam; mendengarkan ceramah agama oleh para mubalig; juru dakwah; orang yang mengumandangkan takbir dan tahmid agar terdengar dengan ...

fadilat

Apa itu fadilat? fa.di.lat kemuliaan; keluhuran; umat Islam disunatkan berdoa memohonkan fadilat untuk Nabi Muhammad; keutamaan dalam ibadah, amal, dan sebagainya; banyak hadis menguraikan fadilat ...

Al-Furqan

Apa itu Al-Furqan? Surah Al-Furqan adalah surah ke-25 dari Alquran. Surah ini terdiri atas 77 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah. Dinamai Al-Furqan yang artinya pembeda, diambil dari kat...

Al-A’la

Apa itu Al-A’la? Surah Al-A’la adalah surat ke 87 dalam Al Qur’an. Surat ini tergolong surat makiyyah yang terdiri atas 19 ayat. Dinamakan Al A’laa yang berarti Yang paling ti...

Hakim an-Naisaburi

Siapa itu Hakim an-Naisaburi? Abu Abdullah Muhammad bin Abdullah al-Hakim al-Naisaburi atau terkenal dengan sebutan Al-Hakim saja, adalah salah seorang imam di antara ulama-ulama hadits dan seorang p...

Ta Ha

Apa itu Ta Ha? Surah Ta Ha adalah surah ke-20 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 135 ayat dan termasuk golongan surah Makkiyah. Surah ini dinamai Ta Ha, diambil ayat pertama surah ini. Sebagaima...

Instagram