Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

HR. Bukhari: 6088 – Titian jahannam

Telah menceritakan kepada kami Abul Yaman Telah mengabarkan kepada kami Syu’aib dari Az Zuhri telah mengabariku Sa’id dan ‘Atho’ bin Yazid, bahwasanya Abu Hurairah mengabari keduanya dari Nabi ﷺ -lewat jalur periwayatan lain-Telah mengabariku Mahmud telah menceritakan kepada kami Abdurrazaq Telah mengabari kami Ma’mar dari Az Zuhri dari ‘Atho’ bin Yazid Al Laitsi dari Abu Hurairah mengatakan:
Beberapa orang bertanya, ‘wahai Rasulullah, apakah kami bisa melihat Tuhan kami pada hari kiamat? ‘ Nabi menjawab:
“Apakah kalian mendapat kesulitan melihat matahari ketika tidak ada mendung?”
‘Tidak wahai Rasulullah’ Jawab mereka.
Nabi ﷺ bertanya lagi:
“Apakah kalian menadapat kesulitan melihat rembulan ketika purnama?”
Mereka menjawab:
‘Tidak wahai Rasulullah’.

Nabi bersabda:

“Sungguh kalian melihat-Nya pada hari kiamat.
Allah kemudian menghimpun seluruh manusia kemudian berfirman:
‘Siapa yang menyembah sesuatu, hendaklah ia mengikuti sesembahannya, ‘ Orang-orang pun mengikuti yang pernah disembahnya, ada yang mengikuti matahari karena menyembahnya, ada yang mengikuti bulan karena menyembahnya, ada yang mengikuti thaghut (segala sesembahan selain Allah) karena menyembahnya, sehingga yang tersisa adalah umat ini yang didalamnya terdapat orang-orang munafiknya.

Allah kemudian mendatangi mereka dengan bentuk yang belum pernah mereka kenal, dan mengatakan:
‘Aku adalah Tuhan kalian’ Namun mereka malah menjawab:
‘kami berlindung kepada Allah dari-MU, inilah tempat kami, sampai Tuhan kami mendatangi kami, kalaulah Tuhan kami mendatangi kami, niscaya kami mengenal-NYA.’ Kemudian Allah mendatangi mereka dengan bentuk yang mereka kenal dan mengatakan:
‘AKU tuhan kalian! ‘ ‘Betul, engkau tuhan kami’ Jawab mereka.

Mereka lantas mengikuti-Nya dan dipasanglah jembatan jahannam.”
Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

“Akulah manusia pertama-tama yang menyeberangi.

Dan doa para rasul ketika itu ialah:
‘Allahumma Sallim-sallim (ya Allah selamatkanlah, selamatkanlah).’ Dalam jembatan itu terdapat sekian banyak besi-besi pengait seperti pohon yang berduri tajam.

Bukankah kalian pernah melihat pohon berduri tajam?”.
‘betul, ya Rasulullah, ‘ jawab mereka.

Nabi meneruskan:
‘Besi-besi pengait itu bagaikan pohon berduri tajam, hanya tidak ada yang tahu besarannya selain Allah.
Besi-besi pengait itu menyambar manusia tergantung dengan amalan mereka, ada diantara mereka yang celaka lantaran amalannya, ada diantara mereka yang tercabik kemudian selamat.

Hingga jika Allah selesai memutuskan diantara hamba-Nya, dan ingin mengeluarkan yang dikehendaki-NYA dari neraka dari mereka yang mengucapkan laa-ilaaha-illallah, Dia perintahkan malaikat untuk mengentaskan mereka, dan para malaikat mengenali mereka dengan bekas-bekas sujud, dan Allah mengharamkan neraka untuk memakan bekas-bekas sujud yang ada pada diri anak Adam, malaikat pun mengentaskan mereka setelah mereka gosong terbakar, mereka diguyur air yang disebut dengan air kehidupan, sehingga mereka tumbuh bagaikan tumbuhnya biji di tepi sungai, dan ada seseorang diantara mereka menghadapkan wajahnya kearah neraka dan mengatakan:
‘Ya tuhanku, bau neraka telah menyesakkan hidungku dan nyalanya telah membakarku, maka palingkanlah wajahku dari neraka.’ Hamba itu tiada henti memanjatkan doa untuk dipalingkan wajahnya dari neraka.
Maka Allah berfirman:
‘bisa jadi engkau jika AKU kabulkan permintaanmu, kamu minta yang lain lagi! ‘ hamba itu menjawab:
‘Tidak, demi kebesaran -MU, aku tidak akan meminta yang lain lagi’.
Allah pun memalingkan wajahnya dari neraka.
Tetapi setelah itu ia meminta kembali:
‘ya Tuhanku, dekatkanlah aku ke pintu surga!.’ Allah menegur:
‘Bukankah engkau telah menyatakan sanggup untuk tidak meminta-KU selainnya, celaka engkau wahai anak adam, betapa banyaknya alasanmu! ‘ hamba itu tiada henti memohon, sehingga Allah pun menjawab:
‘bisa jadi jika AKU kabulkan permintaanmu, kamu akan meminta-KU yang lain lagi’.
Hamba menjawab:
‘Tidak, demi kebesaran-MU, saya tidak akan meminta-MU selainnya.’ Maka Allah meminta janji dan ikrar agar ia tidak meminta-NYA selain itu, sehingga Allah mendekatkannya ke pintu surga.
Namun setelah hamba tadi melihat isinya, ia diam beberapa saat sesuai kehendak Allah, kemudian ia berkata:
‘Ya Tuhanku, masukkanlah aku ke dalam surga! ‘ Allah menjawab:
‘Bukankah engkau telah menyatakan sanggup untuk tidak meminta-KU selainnya, celaka engkau wahai anak Adam, alangkah banyaknya alasanmu’.
Hamba terus merengek dengan mengucapkan:
‘Wahai Tuhanku, janganlah Engkau jadikan aku menjadi manusia yang paling sengsara.’ Hamba tiada henti memanjatkan doanya hingga Allah tertawa.
Dan jika Allah telah tertawa, berarti ia mengizinkan hamba-NYA masuk surga.
Setelah hamba memasukinya, dikatakan kepadanya:
‘mengkhayallah seperti ini! ‘ maka ia pun mengkhayal, kemudian dikatakan kepadanya lagi:
‘mengkhayallah seperti ini! ‘ maka ia pun mengkhayal sampai khayalannya benar-benar habis, kemudian Allah berkata kepadanya:
‘Inilah bagimu dan semisalnya’.”
Kata Abu Hurairah:
‘itulah laki-laki penghuni surga yang terakhir kali masuk.’ Kata ‘Atho`:
Dan Abu Sa’id Al Khudzri sedang duduk bersama Abu Hurairah, dan ia tidak merubah haditsnya sedikitpun hingga ketika sampai sabdanya:
‘Ini bagimu dan semisalnya bersamanya.’ Maka Abu Sa’id menyelah:
aku pernah mendengar Rasulullah Shallallahu’alaihiwasallam bersabda:

‘Ini bagimu dan sepuluh kali semisalnya.’ Abu Hurairah menjawab:
‘yang aku hafal adalah semisalnya bersamanya.’

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video Terkait

More Videos

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Dan bertakwalah kepada Allah,
sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan.
QS. Al-Ma’idah [5]: 8

Hai anak Adam, sungguh Kami telah turunkan kepadamu pakaian untuk menutup aurat & pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu sebagian dari kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka slalu ingat
QS. Al-A’raf [7]: 26

Janganlah orang-orang beriman jadikan orang kafir sebagai pemimpin. Siapa berbuat demikian, niscaya dia tidak akan memperoleh apa pun dari Allah, Dan Allah memperingatkan kamu akan diri (siksa)-Nya, dan hanya kepada Allah tempat kembali.
QS. Ali ‘Imran [3]: 28

Jika kamu menyembunyikan apa yang ada dalam hatimu atau kamu melahirkannya,
pasti Allah mengetahui.

Allah mengetahui apa-apa yang ada di langit & apa-apa yang ada di bumi.
Dan Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu.
QS. Ali ‘Imran [3]: 29

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #21

Pembukuan Alquran dilakukan pada masa khalifah … Setiap bencana dan musibah yang menimpa manusia di bumi sudah tertulis dalam kitab … Bu Nindi mempersiapkan pakaian bayi, karena bu Nindi t...

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, ma...

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallah...

Kamus

Maryam

Apa itu Maryam? Surah Maryam (مريم‎, Maryam, “Maryam”) adalah surah ke-19 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 98 ayat dan termasuk golongan surah-surah Makkiyah karena hampir selur...

Ulul Azmi

Apa itu Ulul Azmi? Ulul Azmi (bahasa Arab: أولوالعزم Ulu al-Azmi) adalah sebuah gelar khusus bagi golongan rasul pilihan yang mempunyai ketabahan luar biasa. Terdapat lima nabi yang mendapatk...

Thibbun Nabawi

Apa itu Thibbun Nabawi? Thibbun Nabawi merujuk pada tindakan dan perkataan (hadis) Nabi Islam Muhammad mengenai penyakit, pengobatan, dan kebersihan, maupun genre tulisan oleh para sarjana non-medis u...

Imran bin Hushain

Siapa itu Imran bin Hushain? Imran bin Hushain (bahasa Arab: عمران بن حصين‎) adalah salah seorang Sahabat Nabi Muhammad, qadi, serta periwayat hadits. Nama lengkapnya ialah Imran bin Hush...

Iktikad baik

Apa itu Iktikad baik? Iktikad baik (ejaan tidak baku: itikad baik, bahasa Inggris: good faith, bahasa Latin: bona fides) adalah sebuah asas hukum dalam hukum perdata dan hukum internasional yang terka...

hawa nafsu

Apa itu hawa nafsu? Hawa nafsu adalah sebuah perasaan atau kekuatan emosional yang besar dalam diri seorang manusia; berkaitan secara langsung dengan pemikiran atau fantasi seseorang. Hawa nafsu merup...

Instagram