Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

HR. Bukhari: 3690 – Keutamaan orang-orang yang ikut perang Badar

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ أَخْبَرَنَا ابْنُ شِهَابٍ قَالَ أَخْبَرَنِي عُمَرُ بْنُ أَسِيدِ بْنِ جَارِيَةَ الثَّقَفِيُّ حَلِيفُ بَنِي زُهْرَةَ وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ بَعَثَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشَرَةً عَيْنًا وَأَمَّرَ عَلَيْهِمْ عَاصِمَ بْنَ ثَابِتٍ الْأَنْصَارِيَّ جَدَّ عَاصِمِ بْنِ عُمَرَ بْنِ الْخَطَّابِ حَتَّى إِذَا كَانُوا بِالْهَدَةِ بَيْنَ عَسْفَانَ وَمَكَّةَ ذُكِرُوا لِحَيٍّ مِنْ هُذَيْلٍ يُقَالُ لَهُمْ بَنُو لِحْيَانَ فَنَفَرُوا لَهُمْ بِقَرِيبٍ مِنْ مِائَةِ رَجُلٍ رَامٍ فَاقْتَصُّوا آثَارَهُمْ حَتَّى وَجَدُوا مَأْكَلَهُمْ التَّمْرَ فِي مَنْزِلٍ نَزَلُوهُ فَقَالُوا تَمْرُ يَثْرِبَ فَاتَّبَعُوا آثَارَهُمْ فَلَمَّا حَسَّ بِهِمْ عَاصِمٌ وَأَصْحَابُهُ لَجَئُوا إِلَى مَوْضِعٍ فَأَحَاطَ بِهِمْ الْقَوْمُ فَقَالُوا لَهُمْ انْزِلُوا فَأَعْطُوا بِأَيْدِيكُمْ وَلَكُمْ الْعَهْدُ وَالْمِيثَاقُ أَنْ لَا نَقْتُلَ مِنْكُمْ أَحَدًا فَقَالَ عَاصِمُ بْنُ ثَابِتٍ أَيُّهَا الْقَوْمُ أَمَّا أَنَا فَلَا أَنْزِلُ فِي ذِمَّةِ كَافِرٍ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ أَخْبِرْ عَنَّا نَبِيَّكَ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَرَمَوْهُمْ بِالنَّبْلِ فَقَتَلُوا عَاصِمًا وَنَزَلَ إِلَيْهِمْ ثَلَاثَةُ نَفَرٍ عَلَى الْعَهْدِ وَالْمِيثَاقِ مِنْهُمْ خُبَيْبٌ وَزَيْدُ بْنُ الدَّثِنَةِ وَرَجُلٌ آخَرُ فَلَمَّا اسْتَمْكَنُوا مِنْهُمْ أَطْلَقُوا أَوْتَارَ قِسِيِّهِمْ فَرَبَطُوهُمْ بِهَا قَالَ الرَّجُلُ الثَّالِثُ هَذَا أَوَّلُ الْغَدْرِ وَاللَّهِ لَا أَصْحَبُكُمْ إِنَّ لِي بِهَؤُلَاءِ أُسْوَةً يُرِيدُ الْقَتْلَى فَجَرَّرُوهُ وَعَالَجُوهُ فَأَبَى أَنْ يَصْحَبَهُمْ فَانْطُلِقَ بِخُبَيْبٍ وَزَيْدِ بْنِ الدَّثِنَةِ حَتَّى بَاعُوهُمَا بَعْدَ وَقْعَةِ بَدْرٍ فَابْتَاعَ بَنُو الْحَارِثِ بْنِ عَامِرِ بْنِ نَوْفَلٍ خُبَيْبًا وَكَانَ خُبَيْبٌ هُوَ قَتَلَ الْحَارِثَ بْنَ عَامِرٍ يَوْمَ بَدْرٍ فَلَبِثَ خُبَيْبٌ عِنْدَهُمْ أَسِيرًا حَتَّى أَجْمَعُوا قَتْلَهُ فَاسْتَعَارَ مِنْ بَعْضِ بَنَاتِ الْحَارِثِ مُوسًى يَسْتَحِدُّ بِهَا فَأَعَارَتْهُ فَدَرَجَ بُنَيٌّ لَهَا وَهِيَ غَافِلَةٌ حَتَّى أَتَاهُ فَوَجَدَتْهُ مُجْلِسَهُ عَلَى فَخِذِهِ وَالْمُوسَى بِيَدِهِ قَالَتْ فَفَزِعْتُ فَزْعَةً عَرَفَهَا خُبَيْبٌ فَقَالَ أَتَخْشَيْنَ أَنْ أَقْتُلَهُ مَا كُنْتُ لِأَفْعَلَ ذَلِكَ قَالَتْ وَاللَّهِ مَا رَأَيْتُ أَسِيرًا قَطُّ خَيْرًا مِنْ خُبَيْبٍ وَاللَّهِ لَقَدْ وَجَدْتُهُ يَوْمًا يَأْكُلُ قِطْفًا مِنْ عِنَبٍ فِي يَدِهِ وَإِنَّهُ لَمُوثَقٌ بِالْحَدِيدِ وَمَا بِمَكَّةَ مِنْ ثَمَرَةٍ وَكَانَتْ تَقُولُ إِنَّهُ لَرِزْقٌ رَزَقَهُ اللَّهُ خُبَيْبًا فَلَمَّا خَرَجُوا بِهِ مِنْ الْحَرَمِ لِيَقْتُلُوهُ فِي الْحِلِّ قَالَ لَهُمْ خُبَيْبٌ دَعُونِي أُصَلِّي رَكْعَتَيْنِ فَتَرَكُوهُ فَرَكَعَ رَكْعَتَيْنِ فَقَالَ وَاللَّهِ لَوْلَا أَنْ تَحْسِبُوا أَنَّ مَا بِي جَزَعٌ لَزِدْتُ ثُمَّ قَالَ اللَّهُمَّ أَحْصِهِمْ عَدَدًا وَاقْتُلْهُمْ بَدَدًا وَلَا تُبْقِ مِنْهُمْ أَحَدًا ثُمَّ أَنْشَأَ يَقُولُ فَلَسْتُ أُبَالِي حِينَ أُقْتَلُ مُسْلِمًا عَلَى أَيِّ جَنْبٍ كَانَ لِلَّهِ مَصْرَعِي وَذَلِكَ فِي ذَاتِ الْإِلَهِ وَإِنْ يَشَأْ يُبَارِكْ عَلَى أَوْصَالِ شِلْوٍ مُمَزَّعِ ثُمَّ قَامَ إِلَيْهِ أَبُو سِرْوَعَةَ عُقْبَةُ بْنُ الْحَارِثِ فَقَتَلَهُ وَكَانَ خُبَيْبٌ هُوَ سَنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ قُتِلَ صَبْرًا الصَّلَاةَ وَأَخْبَرَ أَصْحَابَهُ يَوْمَ أُصِيبُوا خَبَرَهُمْ وَبَعَثَ نَاسٌ مِنْ قُرَيْشٍ إِلَى عَاصِمِ بْنِ ثَابِتٍ حِينَ حُدِّثُوا أَنَّهُ قُتِلَ أَنْ يُؤْتَوْا بِشَيْءٍ مِنْهُ يُعْرَفُ وَكَانَ قَتَلَ رَجُلًا عَظِيمًا مِنْ عُظَمَائِهِمْ فَبَعَثَ اللَّهُ لِعَاصِمٍ مِثْلَ الظُّلَّةِ مِنْ الدَّبْرِ فَحَمَتْهُ مِنْ رُسُلِهِمْ فَلَمْ يَقْدِرُوا أَنْ يَقْطَعُوا مِنْهُ شَيْئًا وَقَالَ كَعْبُ بْنُ مَالِكٍ ذَكَرُوا مَرَارَةَ بْنَ الرَّبِيعِ الْعَمْرِيَّ وَهِلَالَ بْنَ أُمَيَّةَ الْوَاقِفِيَّ رَجُلَيْنِ صَالِحَيْنِ قَدْ شَهِدَا بَدْرًا

Telah menceritakan kepada kami Musa bin Isma’il telah menceritakan kepada kami Ibrahim telah mengabarkan kepada kami Ibnu Syihab berkata, telah mengabarkan kepadaku ‘Umar bin Asid bin Jariyah Ats-Tsaqafiy, orang yag membuat perjanjian dengan Bani Zuhrah dan dia termasuk shahabatnya Abu Hurairah radliallahu ‘anhu, dari Abu Hurairah radliallahu ‘anhu berkata:
Rasulullah ﷺ mengutus sepuluh orang sebagai sariyah (pasukan) mata-mata dan beliau mengangkat ‘Ashim bin Tsabit Al Anshariy, kakek ‘Ashim bin ‘Umar bin Al Khaththab sebagai pemimpin pasukan tersebut.
(Mereka berangkat) hingga ketika sampai di al-Hada’, suatu tempat antara ‘Ashfan dan Makkah, keberadaan mereka diceritakan kepada penduduk dari suku Hudzail yang biasa disebut dengan Banu Lahyan.

Maka suku tersebut mengerahkan hampir seratus orang yang kesemuanya pemanah yang ahli.
Mereka mencari jejak keberadaan pasukan sariyah hingga dapat menemukan tempat makan kurma mereka dimana mereka singgah.

Mereka berseru:
“Ini kurma Yatsrib”.
Maka suku itu mengikuti jejak pasukan sariyah.

Ketika ‘Ashim dan pasukannya merasa ada kehadiran musuh, mereka bersembunyi di balik bukit kecil.
Namun suku itu langsung mengepung mereka dan berseru kepada mereka:
“Turun dan serahkanlah kepada kami apa yang kalian miliki.

Bagi kalian ada jaminan dan perjanjian.
Kami tidak akan membunuh seorangpun dari kalian”.

Maka ‘Ashim bin Tsabit berkata:
“Aku, demi Allah, Aku tidak akan turun dengan jaminan orang kafir”.
Lalu dia berdo’a:
“Ya Allah, beritahukanlah keadaan kami kepada Nabi-Mu ﷺ”.

Maka suku itu menyerang mereka dengan anak panah hingga mereka dapat membunuh ‘Ashim (beserta tujuh orang anak buahnya).
Akhirnya tiga orang anggota sariyah yang masih hidup turun dengan menyetujui jaminan dan perjanjian.

Diantara mereka ada Khubaib Al Anshariy dan Zaid bin ad-Datsinah serta seorang lagi.
(Setelah ketiganya turun) mereka menangkapnya dan melepas tali busur panah mereka untuk mengikat ketiganya.
Orang ketiga berkata:
“Ini merupakan awal pengkhianatan.
Demi Allah, aku tidak akan mengikuti kalian.
Sungguh mereka bagiku sebagai teladan”.
Yang dia maksud adalah shahabat mereka yang sudah terbunuh.
Mereka menyeretnya dan memaksanya agar mengikuti mereka namun dia menolaknya hingga akhirnya mereka membunuhnya.
Kemudian mereka pergi dengan membawa Khubaib dan Zaid bin ad-Datsinah hingga akhirnya mereka menjual keduanya di Makkah sesudah perang Badar.
Banu Al Harits bin ‘Amir bin Nawfal bin ‘Abdu Manaf membeli Khubaib.
Sebelumnya Khubaib adalah orang yang telah membunuh Al Harits bin ‘Amir saat perang Badar.
Maka jadilah Khubaib di tangan mereka sebagai tawanan.
Hingga akhirnya mereka sepakat akan membunuhnya.
(Pada suatu hari dalam masa tahanannya), Khubaib meminjam kepada salah satu anak perempuan Al Harits sebilah pisau cukur untuk mencukur bulu kemaluannya maka anak perempuan itu meminjamkannya.
(Kata Zainab):
“Kemudian Khubaib memangku anakku saat aku lengah ketika anakku menghampirinya.
Hingga dia menemuinya dan dia dapatkannya sedang dipangku sementara pisau cukur berada di tangan Khubaib.”
(Zainab) berkata:
“Aku sangat terperanjat seketika itu dan Khubaib mengetahui hal itu”.
Maka dia (Khubaib) berkata:
“Kamu khawatir bila aku akan membunuhnya?..
Sungguh aku tidak akan melakukannya”.
(Zainab berkata):
“Demi Allah, belum pernah aku melihat ada seorang tawanan sebaik Khubaib.
Demi Allah, aku pernah mendapatkan dia pada suatu hari sedang memakan buah anggur di tangannya padahal tangannya sedang dibelenggu dengan besi dan di Makkah saat itu bukan musim buah-buahan”.
Dia berkata:
“Sungguh itu merupakan rezeki dari Allah yang Dia berikan kepada Khubaib”.
Ketika mereka hendak keluar dari tanah Haram untuk membunuh Khubaib di daerah halal, Khubaib berkata kepada mereka:
“Biarkanlah aku untuk melaksanakan shalat dua raka’at”.
Maka mereka mempersilahkanya.
Khubaib shalat dua reka’at kemudian berkata:
“Seandainya bukan karena sangkaan kalian bahwa aku takut, niscaya aku akan memanjangkan shalatku ini”.
Kemudian dia melanjutkan:
“Ya Allah, binasakanlah mereka semuanya dan bunuhlah mereka dan jangan Engkau sisakan seorangpun dari mereka”.
Kemudian dia bersya’ir:
“Aku tidak peduli selama aku dibunuh sebagai muslim.
Pada kondisi apapun aku tersungkur yang penting di jalan Allah.
Semuanya itu pada Dzat Ilah, jika Dia berkendak.
Dia dapat memberkahi urat-urat yang tercabik-cabik”.
Akhirnya Abu Sirwa’ah ‘Uqbah bin Al Harits bangkit dan membunuhnya.
Khubaib adalah orang pertama yang mencontohkan shalat dua raka’at bagi setiap muslim yang akan dibunuh sebagai wujud kesabaran.
Lalu Nabi ﷺ mengabarkan kepada para sahabat beliau tentang berita mereka dan apa yang mereka alami.
Orang-orang kafir Quraisy mengirim beberapa orang mendatangi ‘Ashim bin Tsabit setelah mereka diberitakan tentang terbunuhnya Khubaib untuk mengambil sesuatu dari bagian jasad ‘Ashim, apa yang dapat menjadi pengenal.
Sebelumnya memang ‘Ashim telah membunuh seorang dari pembesar mereka saat perang Badar.
(Ketika mereka hendak membalaskan dendam kepada ‘Ashim), Allah mengirim kepada ‘Ashim pasukan lebah yang melindunginya dari para utusan kafir Quraisy sehingga mereka tidak mampu untuk mengambil secuilpun daging dari jasad ‘Ashim.
Dan Ka’ab bin Malik berkata:
“Mereka telah menceritakan bahwa Mararah bin ar-Rabi’ Al ‘Amriy dan Hilal bin Umayyah Al Waqifiy adalah dua orang shalih yang turut serta dalam perang Badar”.

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video Terkait

Panggil Video Lainnya

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

“Ya Tuhan kami,
berilah kami kebaikan di dunia & kebaikan di akhirat & peliharalah kami dari siksa neraka”
[Do’a Sapu Jagad] ― QS. Al-Baqarah [2]: 201

Apabila telah ditunaikan salat,
maka bertebaranlah kamu di muka bumi,
dan carilah karunia Allah & ingatlah Allah banyak-banyak supaya kamu beruntung.
QS. Al-Jumu’ah [62]: 10

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #8

Sumber kedua hukum dalam menetapkan Hukum tentang Alquran adalah … Hukum penggunaan hadis sebagai dasar hukum adalah … Orang yang menceritakan hadits disebut … Undang-undang tentang ...

Pendidikan Agama Islam #6

Sifat dasar hukum Alquran adalah keseimbangan dalam hal aspek material dan psikologis, yang disebut sebagai … Alquran dimulai dengan surah Al Fatihah (pembukaan) dan berakhir dengan surah …...

Pendidikan Agama Islam #13

Nama pedang Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa sallam yaitu … … Apa nama peperangan pertama yang berlaku dalam sejarah Islam? … Apa makanan kegemaran Nabi Muhammad Shallallah...

Kamus

tabuh fitrah

Apa itu tabuh fitrah? tabuh yang dibunyikan sehari menjelang Lebaran untuk mengingatkan kewajiban orang Islam membayar fitrah … •

Masjid Al Aqsha

Di mana itu Masjid Al Aqsha? Masjid Al Aqsha (bahasa Arab: المسجد الاقصى‎, Tentang suara ini Al-Masjid Al-Aqsha (bantuan·info), arti harfiah: “masjid terjauh”), juga disebut...

Ubaidillah bin Abdullah

Siapa itu Ubaidillah bin Abdullah? Abu Abdullah Ubaidillah bin Abdullah bin Utbah bin Mas’ud al-Hadzali (bahasa Arab: أبو عبد الله عبيد الله بن عبد الله بن عتبة ...

Al Lathiif

Apa itu Al Lathiif? Allah itu Al-Lathif . Allah itu Al-Lathif, maksudnya adalah Allah itu Maha Lembut kepada siapapun yang dikehendaki-Nya. Dia memberikan anugerah kepada manusia dengan cara yang lem...

bidah

Apa itu bidah? bid.ah (1) perbuatan yang dikerjakan tidak menurut contoh yang sudah ditetapkan, termasuk menambah atau mengurangi ketetapan; (2) pembaruan ajaran Islam tanpa berpedoman pada Alquran d...

Asma’ul husna

Apa itu Asma’ul husna? Asma’ul husna (bahasa Arab: الأسماء الحسنى, al-asmā’ al-ḥusnā‎) adalah nama-nama Allah, Tuhan dalam Islam, yang indah dan baik. Asma berarti nam...

Instagram