Search
Generic filters
Cari Kategori
🙏 Pilih semua
Quran
Hadits
Kamus
Podcast
Soal Agama
Artikel, Doa, dll.

HR. Bukhari: 3316 – Tanda kenabian dalam Islam

حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ إِسْمَاعِيلَ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ عَنْ أَبِيهِ حَدَّثَنَا أَبُو عُثْمَانَ أَنَّهُ حَدَّثَهُ عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا أَنَّ أَصْحَابَ الصُّفَّةِ كَانُوا أُنَاسًا فُقَرَاءَ وَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ مَرَّةً مَنْ كَانَ عِنْدَهُ طَعَامُ اثْنَيْنِ فَلْيَذْهَبْ بِثَالِثٍ وَمَنْ كَانَ عِنْدَهُ طَعَامُ أَرْبَعَةٍ فَلْيَذْهَبْ بِخَامِسٍ أَوْ سَادِسٍ أَوْ كَمَا قَالَ وَأَنَّ أَبَا بَكْرٍ جَاءَ بِثَلَاثَةٍ وَانْطَلَقَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِعَشَرَةٍ وَأَبُو بَكْرٍ ثَلَاثَةً قَالَ فَهُوَ أَنَا وَأَبِي وَأُمِّي وَلَا أَدْرِي هَلْ قَالَ امْرَأَتِي وَخَادِمِي بَيْنَ بَيْتِنَا وَبَيْنَ بَيْتِ أَبِي بَكْرٍ وَأَنَّ أَبَا بَكْرٍ تَعَشَّى عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ لَبِثَ حَتَّى صَلَّى الْعِشَاءَ ثُمَّ رَجَعَ فَلَبِثَ حَتَّى تَعَشَّى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَجَاءَ بَعْدَ مَا مَضَى مِنْ اللَّيْلِ مَا شَاءَ اللَّهُ قَالَتْ لَهُ امْرَأَتُهُ مَا حَبَسَكَ عَنْ أَضْيَافِكَ أَوْ ضَيْفِكَ قَالَ أَوَعَشَّيْتِهِمْ قَالَتْ أَبَوْا حَتَّى تَجِيءَ قَدْ عَرَضُوا عَلَيْهِمْ فَغَلَبُوهُمْ فَذَهَبْتُ فَاخْتَبَأْتُ فَقَالَ يَا غُنْثَرُ فَجَدَّعَ وَسَبَّ وَقَالَ كُلُوا وَقَالَ لَا أَطْعَمُهُ أَبَدًا قَالَ وَايْمُ اللَّهِ مَا كُنَّا نَأْخُذُ مِنْ اللُّقْمَةِ إِلَّا رَبَا مِنْ أَسْفَلِهَا أَكْثَرُ مِنْهَا حَتَّى شَبِعُوا وَصَارَتْ أَكْثَرَ مِمَّا كَانَتْ قَبْلُ فَنَظَرَ أَبُو بَكْرٍ فَإِذَا شَيْءٌ أَوْ أَكْثَرُ قَالَ لِامْرَأَتِهِ يَا أُخْتَ بَنِي فِرَاسٍ قَالَتْ لَا وَقُرَّةِ عَيْنِي لَهِيَ الْآنَ أَكْثَرُ مِمَّا قَبْلُ بِثَلَاثِ مَرَّاتٍ فَأَكَلَ مِنْهَا أَبُو بَكْرٍ وَقَالَ إِنَّمَا كَانَ الشَّيْطَانُ يَعْنِي يَمِينَهُ ثُمَّ أَكَلَ مِنْهَا لُقْمَةً ثُمَّ حَمَلَهَا إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَصْبَحَتْ عِنْدَهُ وَكَانَ بَيْنَنَا وَبَيْنَ قَوْمٍ عَهْدٌ فَمَضَى الْأَجَلُ فَتَفَرَّقْنَا اثْنَا عَشَرَ رَجُلًا مَعَ كُلِّ رَجُلٍ مِنْهُمْ أُنَاسٌ اللَّهُ أَعْلَمُ كَمْ مَعَ كُلِّ رَجُلٍ غَيْرَ أَنَّهُ بَعَثَ مَعَهُمْ قَالَ أَكَلُوا مِنْهَا أَجْمَعُونَ أَوْ كَمَا قَالَ وَغَيْرُهُ يَقُولُ فَعَرَفْنَا مِنْ الْعِرَافَةِ

Telah bercerita kepada kami Musa bin Isma’il telah bercerita kepada kami Mu’tamir dari bapaknya telah bercerita kepada kami Abu ‘Utsman bahwa Abdurrahman bin Abu Bakr radliallahu ‘anhu bercerita kepadanya bahwa Ashhabus Suffah adalah orang-orang faqir dan Nabi ﷺ suatu kali pernah bersabda:

“Siapa yang memiliki makanan untuk dua orang hendaklah dia mengajak orang yang ketiga, dan siapa yang memiliki makanan untuk empat orang hendaklah dia mengajak orang yang kelima, atau keenam”, atau sebagaimana beliau sabdakan.
Abu Bakr pun datang dengan mengajak orang ketiga.

Sementara itu Nabi ﷺ mengajak sepuluh orang dan Abu Bakr hanya dengan orang yang ketiga.
Dia (‘Abdur Rahman) berkata:
“Ketiga orang itu adalah aku, bapakku dan ibuku”.

Perawi (Abu ‘Utsman) berkata:
“Aku tidak tahu apakah dia (‘Abdur Rahman) menyebutkan:
“Istriku, dan pembantuku yang bekerja di rumahku dan rumah Abu Bakr.”
— Lalu Abu Bakr menikmati makan malamnya di rumah Nabi ﷺ dan tinggal disana beberapa saat hingga mendirikan shalatIsya’.

Lantas ia kembali sampai Rasulullah ﷺ menuntaskan makan malamnya.
Kemudian Abu Bakr pulang ke rumah setelah agak larut malam sebagaimana yang Allah kehendaki.

Istrinya berkata:
“Apa yang menghalangimu dari tamu-tamumu? atau tamumu? (dengan lafadz tunggal) ” (perawi ragu).
Abu Bakr menjawab:
“Apakah kamu telah menjamu mereka untuk makan malam?”.

Istrinya menjawab:
“Mereka menolaknya sampai kamu datang”.
Keluarga Abu Bakr sudah berusaha menjamu mereka namun mereka tetap menolak, hingga mereka sendiri kewalahan untuk mempersilahkan.

Lalu aku pergi dan bersembunyi.
Maka Abu Bakr berkata:
“Wahai Ghuntsar!”.

Abu Bakr mencaci dan mencelanya (‘Abdur Rahman) lalu berkata:
“Makanlah”.
Lalu Abu Bakar berkata lagi:
“Aku tidak akan memberinya (Abdurrahman) makan selamanya”.
Dia berkata:
“Demi Allah, tidaklah kami mengambil satu suap makanan kecuali makanan itu bertambah dari bawah dengan yang lebih banyak dari suapan tersebut hingga mereka kenyang dan makanan itu menjadi lebih banyak dari sebelumnya.
Abu Bakr memperhatikannya dan ternyata makanan itu memang bertambah banyak, lalu dia berkata kepada isrinya:
“Wahai sadara Bani Firas (ada apa gerangan)?”.
Istrinya menjawab:
“Tidak tahu.
Sungguh kesejukan hatiku sekarang adalah bahwa makanan itu bertambah banyak tiga kali lipat dari sebelumnya.
Maka Abu Bakr memakannya lalu berkata:
“Sesungguhnya dari setan”, (maksudnya sumpahnya untuk tidak memberi makan kepada Abdurrahman).
Lalu dia kembali memakannya satu suap kemudian membawa mangkuk besar berisi makanan itu kepada Nabi ﷺ sehingga makanan itu ada di hadapan beliau.
Diantara kami dan kaum itu (ashhabus suffah) ketika itu ada perjanjian (masalah kepulangannya) sehingga ketika waktu perjanjian telah berakhir, kami berprncar dengan diketuai dua belas orang laki-laki (kelompok), setiap satu orang dari mereka (membawa) sekian banyak anggota yang hanya Allah saja yang tahu jumlah orang yang menyertai pada setiap satu orangnya, selain sang ketua diutus bersama mereka.
Dia berkata:
“Mereka makan dari makanan (mangkuk yang dibawa Abu Bakr) itu semuanya” atau sebagaimana dia katakan.
Dan orang lain berkata:
“Lalu kami mengetahui bahwab Abu Bakar adalah orang yang bijak.’

Bagikan ke FB
Bagikan ke TW
Bagikan ke WA

Video Terkait

Panggil Video Lainnya
HR. Bukhari: 3358 – Tanda kenabian dalam Islam

Telah bercerita kepada kami Sulaiman bin Harb telah bercerita kepada kami Hammad bin Zaid dari Ayyub dari Humaid bin Hilal dari Anas bin Malik radliallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ berkabung (bersedi...

Hadits Shahih

Ayat Alquran Pilihan

Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka,
mereka berkata:
“Ya Tuhan kami,
janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu”.
QS. Al-A’raf [7]: 47

Dan Tuhanmu berfirman:
“Berdoalah kepada-Ku,
niscaya akan Kuperkenankan bagimu.
Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”.
QS. Al-Mu’min [40]: 60

Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi,
tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya,
dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.
QS. Al-Qasas [28]: 56

(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya),
baik di waktu lapang maupun sempit,
dan orang-orang yang menahan amarahnya & memaafkan (kesalahan) orang.
Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.
QS. Ali ‘Imran [3]: 134

Podcast

Doa

Soal & Pertanyaan Agama

Pendidikan Agama Islam #28

Siapa nama ayah Nabi muhammad shallallahu alaihi wasallam? … Siapa nama Nabi setelah Nabi Isa ‘Alaihissalam? … Setiap umat Islam wajib menuntut ilmu. Bagaimana hukum mempelajari Ilmu...

Pendidikan Agama Islam #23

Qada dan qadar termasuk rukun iman yang ke … Al Falaq artinya … Ayat ke 5 dari surah al-Falaq yaitu … … Percaya kepada Allah dan Rasulnya termasuk rukun … Meja, kursi, ma...

Pendidikan Agama Islam #5

Berikut ini, yang tidak mengandung moral terpuji, adalah … Orang yang jujur akan senantiasa mengatakan … Lawan kata dari jujur ??adalah … Orang yang suka berbohong adalah orang ̷...

Kamus

Yaman

Di mana itu Yaman? Republik Yaman adalah sebuah negara di Jazirah Arab di Asia Barat Daya, bagian dari Timur Tengah. Yaman berbatasan dengan Laut Arab di sebelah selatan, Teluk Aden dan Laut Merah di ...

Mazmur

Apa itu Mazmur? Mazmur adalah nyanyian atau syair puji-pujian yang biasa dilantunkan oleh para nabi yang dipakai dalam ibadat di Bait Suci di Yerusalem dan upacara kerajaan pada masa Israel Kuno, kump...

Al-‘Ankabut

Apa itu Al-‘Ankabut? Surah Al-‘Ankabut (bahasa Arab:العنكبوت) adalah surah ke-29 dalam Alquran. Surah ini terdiri atas 69 ayat serta termasuk golongan surah-surrah Makkiyah. Dinama...

Tayammum

Apa itu Tayammum? Tayammum (bahasa Arab: تيمم‎) mengacu pada tindakan menyucikan diri tanpa menggunakan air dalam Islam, yaitu dengan menggunakan pasir atau debu. Secara literal atau bahasa, tay...

Salat Istisqa

Apa itu Salat Istisqa? Salat Istisqa (صلاة الاستسقاء) adalah salat Sunah yang dilakukan untuk meminta diturunkannya hujan. Salat ini dilakukan bila terjadi kemarau yang panjang atau karen...

Takabur

Apa itu Takabur? Pengertian Takabur dalam Hadis-Hadis Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Dalam hadis-hadis yang disampaikan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, terdapat pengerti...

Instagram