Doa I’tidal [4]

Rasulullah terkadang membacanya tanpa huruf wawu:

اَللَّهُمَّ رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ

Allaahumma robbanaa lakal hamdu.

Ya Allah, Rabb kami, bagi-Mu segala puji.

HR. Muslim no. 902 dari Abu Musa al-Asy’ari.

Faedah:
Al-Imam an-Nawawi berkata, “Terdapat hadits-hadits sahih yang menetapkan adanya huruf wawu dan tidak dibacanya huruf wawu. Riwayat yang banyak menyebutkan kedua-duanya. Pendapat yang terpilih adalah keduanya dibolehkan, tanpa ada yang perlu ditarjih (dikuatkan).” (al-Minhaj, 4/342).

Yang utama dilakukan dalam hal ini adalah sekali waktu mengucapkan dzikir yang ini, dan di waktu lain mengucapkan dzikir yang lain lagi, demikian seterusnya. Melakukan keragaman demikian akan memberi tiga faedah:

• Menjaga sunnah.
• Mengikuti sunnah.
• Menghadirkan hati/mengingatkannya.

(Asy-Syarhul Mumti’, 3/98).

Sumber: http://asysyariah.com/bacaan-saat-itidal-sifat-shalat-nabi-bagian-ke-17







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Podcast

Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim