H.R. Bukhari: 1998 – Tentang Al-Najsy

al-Najsy dalam jual beli?

Hadits Sahih Riwayat al-Bukhari: 1998

عَنْ ابْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ:

نَهَى النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ النَّجْشِ.

 

Dari Ibn Umar radhiyallahu ‘anhu, dia berkata:

Nabi ﷺ melarang dari menambahkan harga barang dagangan yang mengandung unsur penipuan terhadap orang lain.

 

Pesan hadits yang disampaikan:

al-Najsy dapat berupa dalam beberapa bentuk:
1. Seorang pedagang dan seseorang lagi bersepakat untuk menipu pembeli, orang tersebut memanas-manasi sang pembeli untuk membeli dengan harga yang tinggi, misalnya dengan mengatakan bahwa ini barang yang langka atau hanya bisa didapatkan dari kota A, sehingga sang pembeli tertipu dan membelinya dengan harga yang mahal.

2. al-Najisy atau penipu bekerja sendiri menipu sang pembeli tanpa sepengetahuan penjual.

3. Sang penjual menipu pembeli tanpa bantuan orang lain, yaitu dengan mengatakan: Saya membeli barang ini dengan harga sekian (harga tersebut fiktif dan sangat tinggi), karena itu saya menjualnya kepadamu dengan harga sekian. Ketiga bentuk tersebut adalah rupa al-Najsy, yang diharamkan dalam Islam karena mengandung penipuan yang merugikan pembeli.







Video Pembahasan

Panggil Video Lainnya





Video

Panggil Video Lainnya
Iklan


Ikuti RisalahMuslim
               



Copied!

Email: [email protected]
Made with in Yogyakarta


Ikuti RisalahMuslim